PIDIE JAYA | SAGOE TV – Di tengah proses pemulihan pascabanjir, Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) bersama MIT Foundation memberikan edukasi jurnalisme warga kepada sekitar 40 warga Dusun Meunasah Lhoknga, Gampong Masjid Tuha, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
Edukasi jurnalisme warga ini merupakan bagian dari Aksi Kemanusiaan Batch 8 yang juga meliputi layanan kesehatan, pendampingan psikososial, serta penguatan Taman Baca Masyarakat. Program ini menyasar warga yang kerap merekam dan memberikan informasi kondisi bencana melalui telepon genggam dan media sosial.
Pemateri kegiatan, Maulana Kamal, Edukator GEN-A, menekankan pentingnya tanggung jawab etik dalam dokumentasi warga, khususnya pada situasi darurat.
“Video dan foto dari warga sering menjadi sumber informasi paling cepat di lapangan. Namun, tanpa keterangan yang jelas, konten bisa disalah artikan dan memicu kepanikan. Karena itu, identitas peristiwa harus lengkap,” ujarnya dalam siaran pers kepada Sagoe TV, Kamis (5/2/2026).
Dalam sesi materi, peserta diperkenalkan prinsip dasar jurnalisme warga, antara lain mencantumkan apa yang terjadi, di mana lokasi kejadian, kapan peristiwa berlangsung, siapa yang terlibat, serta bagaimana kondisi sebenarnya. Warga juga diingatkan untuk membedakan fakta dan opini, serta menghindari narasi yang berlebihan.
Selain aspek teknis, peserta diberikan pemahaman mengenai etika pengambilan gambar, khususnya terhadap penyintas bencana. Anak-anak, orang sakit, serta korban yang sedang berduka diingatkan tidak boleh diekspos tanpa izin.
“Tujuannya bukan melarang warga merekam, tetapi membekali agar dokumentasi mereka membantu, bukan merugikan. Prinsipnya sederhana: akurat, tidak menyesatkan, dan tetap berperasaan,” kata Maulana.
Ketua Tim Reaksi Cepat GEN-A, dr. Intan Qanita, menilai literasi informasi menjadi bagian penting dari respons bencana di era digital. Ia menegaskan bahwa arus informasi yang tidak terverifikasi dapat memperburuk kondisi psikologis masyarakat terdampak.
“Di masa bencana, kabar yang salah bisa menambah kecemasan. Edukasi jurnalisme warga membantu masyarakat menjadi sumber informasi yang menenangkan dan dapat dipercaya,” ujarnya.
Direktur Eksekutif GEN-A, dr. Imam Maulana, menyebut penguatan kapasitas warga dalam mengelola informasi sebagai bagian dari upaya membangun ketangguhan komunitas.
“Ketangguhan desa bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga cara masyarakat mengelola informasi. Warga yang paham cara mendokumentasikan peristiwa dengan benar ikut melindungi komunitasnya dari hoaks dan salah persepsi,” katanya.
Melalui edukasi ini, warga diharapkan tidak hanya berperan sebagai perekam peristiwa, tetapi juga sebagai penjaga akurasi dan empati dalam penyebaran informasi, khususnya di tengah meningkatnya peran media sosial saat bencana. []



















