BANDA ACEH | SAGOE TV – Mahasiswa Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry menggelar forum Academic Sharing yang dirangkai dengan buka puasa bersama di salah satu hotel di Banda Aceh, Ahad (15/3/2026).
Forum tersebut menjadi ruang diskusi akademik bagi mahasiswa doktoral untuk membahas arah masa depan kajian Studi Islam sekaligus memperkuat kolaborasi riset di tengah dinamika sosial dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Kegiatan Academic Sharing itu dipandu Muazzinah dan menghadirkan Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof Eka Srimulyani dan Ketua Program Studi S3 Studi Islam Prof Syamsul Rijal.
Dalam paparannya, Prof Eka Srimulyani menekankan pentingnya integrasi antara nilai spiritual dan intelektual dalam penelitian keislaman agar mampu memberi kontribusi terhadap penguatan etika sosial, perdamaian, dan keadilan.
Selain itu, Eka juga menyoroti pentingnya kolaborasi dan jejaring akademik di kalangan mahasiswa lintas angkatan.
Menurut antropolog perempuan pertama dari Aceh ini, sinergi riset perlu terus diperkuat, baik dalam kajian pendidikan Islam, multikulturalisme, maupun berbagai isu sosial-keagamaan kontemporer.
Sementara itu, Ketua Program Studi S3 Studi Islam Prof Syamsul Rijal menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi ilmiah dalam pengembangan Studi Islam.
Ia menilai dinamika sosial yang terus berkembang menuntut kajian keislaman untuk memperluas ruang dialog akademik.
“Pengembangan Studi Islam tidak cukup hanya melalui penelitian individual. Ia membutuhkan diseminasi pengetahuan, pertukaran gagasan akademik, serta kolaborasi ilmiah yang berkelanjutan,” ujarnya dalam forum tersebut.
Ia menjelaskan terdapat empat konsep utama yang dapat memperkuat pengembangan Studi Islam, yakni knowledge dissemination, scholarly exchange, academic collaboration, dan intellectual exchange. Keempat konsep ini, kata dia, saling berkaitan dan menjadi fondasi bagi pengembangan keilmuan yang lebih terbuka dan kolaboratif.
Menurut Syamsul, penguatan jejaring intelektual menjadi kunci agar kajian Studi Islam mampu merespons berbagai persoalan kontemporer.
“Studi Islam perlu terus mendorong dialog lintas disiplin dan kerja sama akademik agar dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga memberikan motivasi akademik kepada mahasiswa doktoral. Syamsul menekankan pentingnya menjaga semangat ilmiah sekaligus spiritual selama menjalani studi doktoral.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Program Studi S3 Studi Islam Dr Zubaidah serta para mahasiswa S3 Studi Islam UIN Ar-Raniry.
Pertemuan tersebut ditutup dengan buka puasa bersama sebagai bagian dari kebersamaan civitas akademika dalam momentum Ramadhan. []




















