• Tentang Kami
Wednesday, June 10, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

Anna Rizatil by Anna Rizatil
April 25, 2026
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

Lukman, M.Pd. Kepala SMA Negeri 1 Peureulak Aceh Timur. Foto: for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Lukman, M.Pd
Kepala SMA Negeri 1 Peureulak Aceh Timur

Di tengah harapan besar rakyat terhadap kemajuan pendidikan, Majelis Pendidikan Aceh (MPA) justru menghadapi kritik yang semakin nyata: ia tampak jauh dari denyut nadi masyarakat yang seharusnya diwakilinya. Fenomena hari ini menunjukkan bahwa keterwakilan praktisi pendidikan mereka yang sehari-hari bergelut dengan realitas di lapangan masih sangat minim. Akibatnya, MPA terkesan lebih sebagai forum elitis ketimbang ruang hidup bagi aspirasi rakyat Aceh.

Dominasi kalangan akademisi dalam tubuh MPA memang menghadirkan kekuatan analitis dan konseptual. Namun, tanpa keseimbangan dengan praktisi, lahirlah kebijakan yang seringkali terasa “rapi di atas kertas” tetapi gagap saat diimplementasikan. Guru di pelosok, pengelola dayah, relawan literasi, hingga pegiat pendidikan komunitas mereka yang memahami denyut persoalan riil justru belum mendapat ruang yang proporsional dalam struktur majelis.

BACA JUGA

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia: Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

Akibatnya, MPA kerap dipersepsikan sebagai lembaga yang tidak efektif dalam menyalurkan aspirasi masyarakat. Suara-suara dari daerah, terutama yang berada di luar pusat kekuasaan, sering kali tidak terakomodasi secara utuh. Padahal, Aceh bukanlah entitas yang homogen. Ia kaya akan keragaman sosial, budaya, dan kondisi geografis yang menuntut pendekatan pendidikan yang berbeda-beda. Ketika keragaman ini tidak terwakili dalam struktur MPA, maka kebijakan yang lahir pun cenderung seragam dan kurang kontekstual.

Lebih jauh, persoalan ini bukan sekadar tentang siapa yang duduk di dalam majelis, tetapi tentang arah dan keberpihakan lembaga itu sendiri. Apakah MPA hadir sebagai perpanjangan suara rakyat, atau sekadar memenuhi fungsi administratif dalam kerangka regulasi? Ketika masyarakat tidak merasakan dampak nyata dari rekomendasi yang dihasilkan, maka kepercayaan publik perlahan terkikis.

Karena itu, sudah saatnya dilakukan pembenahan mendasar. Perekrutan anggota MPA harus dibuka secara lebih inklusif dan transparan, dengan memberi ruang besar kepada para praktisi dari seluruh kabupaten/kota di Aceh. Representasi tidak boleh berhenti pada simbol wilayah, tetapi harus mencerminkan pengalaman dan kompetensi nyata dalam dunia pendidikan. Mereka yang pernah menghadapi keterbatasan fasilitas, berinovasi di tengah kekurangan, dan memahami karakter lokal masyarakat, justru adalah aset paling berharga dalam merumuskan kebijakan yang solutif.

MPA juga perlu mengubah cara kerjanya—dari sekadar menghasilkan rekomendasi menjadi lembaga yang aktif menyerap, mengolah, dan mengawal aspirasi rakyat. Dialog rutin dengan komunitas pendidikan di daerah, forum dengar pendapat yang terbuka, serta mekanisme umpan balik yang jelas akan menghidupkan kembali fungsi representatif MPA.

Jika tidak ada perubahan, MPA berisiko semakin terpinggirkan dalam percaturan pembangunan pendidikan di Aceh. Ia akan tetap ada secara struktural, tetapi kehilangan makna secara fungsional. Sebaliknya, jika berani bertransformasi dengan menghadirkan keterwakilan yang lebih adil dan berpihak pada realitas, MPA dapat menjadi kekuatan strategis yang benar-benar menjembatani harapan rakyat dengan kebijakan pendidikan yang berkeadilan. Pada akhirnya, pendidikan Aceh tidak membutuhkan lembaga yang sekadar ada, tetapi lembaga yang hidup yang mendengar, memahami, dan bertindak. Dan itu hanya mungkin jika suara para praktisi diberi tempat yang layak di dalamnya.[]

Tags: acehMajelis Pendidikan AcehMakin Tahu IndonesiaMPAopiniPendidikan Aceh
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya
Opini

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia: Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

by SAGOE TV
June 10, 2026
Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat
Opini

Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

by SAGOE TV
June 8, 2026
Bukan Tentang SK
Opini

Bukan Tentang SK

by SAGOE TV
June 6, 2026
Prabowo Kritis, Aceh Sulit?
Opini

Prabowo Kritis, Aceh Sulit?

by Mukhlisuddin Ilyas
June 6, 2026
Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan
Opini

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

by SAGOE TV
June 7, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

June 8, 2026
Prabowo Kritis, Aceh Sulit?

Prabowo Kritis, Aceh Sulit?

June 6, 2026
Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 7, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

June 7, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

June 3, 2026
Agam Hana Raba Krèh

Agam Hana Raba Krèh

November 4, 2025

EDITOR'S PICK

Trump Kalah Tapi Menang

Trump Kalah Tapi Menang

May 17, 2025
Pj Wali Kota Banda Aceh Almuniza Kamal Pamit, Ajak ASN Terus Berkolaborasi

Pj Wali Kota Banda Aceh Almuniza Kamal Pamit, Ajak ASN Terus Berkolaborasi

February 4, 2025
Sarjani-Alzaizi Resmi Jadi Bupati dan Wakil Bupati Pidie 2025-2030

Sarjani-Alzaizi Resmi Jadi Bupati dan Wakil Bupati Pidie 2025-2030

February 18, 2025
Aceh Terbuka untuk Bantuan NGO Internasional Pascabencana

Aceh Terbuka untuk Bantuan NGO Internasional Pascabencana

December 22, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.