• Tentang Kami
Thursday, September 3, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

SAGOE TV by SAGOE TV
June 3, 2026
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Tarmizi. Foto: Arsip Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Tarmizi
Aktivis 98 dan Anggota Dewan Pembina The Aceh Institute

Di hamparan luas kawasan Darussalam, Banda Aceh, berdiri dua universitas kelas utama: Universitas Syiah Kuala dan UIN Ar-Raniry. Dua institusi ini didirikan dengan harapan menjadi “jantung hati rakyat Aceh”, tempat ilmu bersemi lalu mengalir membasahi kekeringan pengetahuan di sekelilingnya. Namun bagi warga yang hidup mengelilinginya, kenyataan berbicara lain. Mereka melihatnya bukan sebagai sumber cahaya, melainkan semacam “Kraton Darussalam”—kota mandiri yang lengkap fasilitasnya, namun seolah membangun tembok tak kasat mata yang memisahkan dunia intelektual di dalamnya dari kehidupan nyata masyarakat di luarnya.

BACA JUGA

Sekolah Gratis, Bersekolah Tidak: Refleksi Hardikda 2026

Setelah Dislokasi Epistemik: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK?

Ini bukan sekadar keluhan emosional. Ini pertanyaan mendasar yang layak dilontarkan kepada publik: Untuk apa dan untuk siapa sesungguhnya kampus raksasa ini dibangun?

Antara Anggaran Besar dan Manfaat yang Terasa Minim

Secara kuantitas, kedua kampus ini bukan lembaga kecil. Setiap tahun, negara mengucurkan dana yang nilainya mencapai ratusan miliar hingga mendekati angka triliunan rupiah untuk operasional, pembangunan gedung, laboratorium, dan riset. Unsyiah saja tercatat menerima alokasi APBN sekitar Rp700–900 miliar per tahun, sedangkan UIN Ar-Raniry mendapatkan sekitar Rp300–450 miliar, belum termasuk dana hibah dan pembangunan infrastruktur jangka panjang.

Dengan biaya sebesar itu, seharusnya dampaknya terasa nyata menembus batas pagar kampus. Namun fakta di lapangan menunjukkan kesenjangan yang lebar. Sebuah pengamatan yang dilakukan peneliti sosial pada 2023–2024 terhadap 12 gampong di sekitar kawasan Darussalam menemukan bahwa hanya sekitar 18% warga yang merasakan manfaat langsung keberadaan kampus selain dari aspek ekonomi sempit: menyewakan rumah, berjualan makanan, atau menjadi buruh kasar.

Lebih memprihatinkan lagi: pengetahuan yang digali, diteliti, dan diajarkan di dalamnya nyaris tidak menyentuh persoalan akar yang dihadapi masyarakat. Hasil riset dosen sering kali hanya berhenti di tumpukan jurnal yang dibaca lingkaran terbatas, bukan diterapkan untuk meningkatkan kualitas pertanian, mengatasi masalah sanitasi, meningkatkan nilai ekonomi produk lokal, maupun memperbaiki tata kelola sosial di gampong-gampong sekitar.

Program pengabdian masyarakat yang menjadi kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi, dalam praktiknya lebih sering bersifat seremonial dan musiman: membagikan sembako saat bencana, penyuluhan sesaat, atau Kuliah Kerja Nyata yang berakhir saat laporan selesai diserahkan. Jarang ditemukan program yang berkelanjutan, berbasis kebutuhan nyata, dan benar-benar melahirkan kemandirian warga. Akibatnya, masyarakat tetap “kering ilmu” meski tinggal berdampingan dengan gudang pengetahuan terbesar di provinsi ini.

Untuk memahami lebih jelas celah yang terbuka ini, kita bisa melihat bagaimana perguruan tinggi di belahan dunia lain memaknai peran sosialnya.

Tags: AcehArtikelDarussalamkampusopini
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Sekolah Gratis, Bersekolah Tidak: Refleksi Hardikda 2026
Opini

Sekolah Gratis, Bersekolah Tidak: Refleksi Hardikda 2026

by SAGOE TV
September 2, 2026
Setelah Dislokasi Epistemik Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK
Opini

Setelah Dislokasi Epistemik: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK?

by SAGOE TV
August 31, 2026
Dek Din Syamsuddin
Opini

Menyoroti Site Plan PSN yang Mengabaikan Aspel Sosial Masyarakat di Kawasan Kopelma Darussalam Banda Aceh

by SAGOE TV
August 23, 2026
Remaja Aceh di Persimpangan NKRI, Merdeka, dan Ruang Kosong Tokoh Idola_Irwandi
Opini

Remaja Aceh di Persimpangan: NKRI, “Merdeka”, dan Ruang Kosong Tokoh Idola

by SAGOE TV
August 21, 2026
Dek Din Syamsuddin
Opini

Menjaga Jiwa Kota: Dilema Tata Ruang Banda Aceh, Gampong Kopelma Darussalam, dan Bayang-Bayang Proyek Strategis Nasional

by SAGOE TV
August 20, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

August 28, 2026
Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

August 31, 2026
Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

September 2, 2026
Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

August 31, 2026
9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

August 31, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

SPS Revival Diversifikasi Program lewat SPS Talk #1: Membaca Seni di Ruang Publik

August 31, 2026
Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

August 12, 2026
Jalur RoRo Aceh-Penang Dipercepat, PT PEMA Disiapkan Jadi Operator

Jalur RoRo Aceh-Penang Dipercepat, PT PEMA Disiapkan Jadi Operator

August 28, 2026
Setelah Dislokasi Epistemik Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK

Setelah Dislokasi Epistemik: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK?

August 31, 2026

EDITOR'S PICK

Momen 19 Tahun Damai Aceh, Bandar Publishing Luncurkan Buku Akademisi USK, UIN dan Unimal

Momen 19 Tahun Damai Aceh, Bandar Publishing Luncurkan Buku Akademisi USK, UIN dan Unimal

August 15, 2024
104 Hunian Tetap untuk Korban Bencana Aceh Utara Diresmikan, Warga Kini Punya Rumah Baru

104 Hunian Tetap untuk Korban Bencana Aceh Utara Diresmikan, Warga Kini Punya Rumah Baru

March 20, 2026
APBA 2026 Mulai Direalisasikan, Pemerintah Aceh Genjot Ekonomi dan Percepat Pemulihan Pascabencana

APBA 2026 Mulai Direalisasikan, Pemerintah Aceh Genjot Ekonomi dan Percepat Pemulihan Pascabencana

February 19, 2026
Persiraja vs PSIM, Miftahul Hamdi Bawa Laskar Rencong Unggul di Babak Pertama

Persiraja vs PSIM, Miftahul Hamdi Bawa Laskar Rencong Unggul

February 7, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.