JAKARTA | SAGOE TV – Pemerintah Aceh kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah terdepan dalam pengembangan ekonomi syariah nasional setelah memborong sembilan penghargaan pada ajang Anugerah Adinata Syariah 2026, termasuk meraih Juara Utama Kategori Inklusi Keuangan Syariah di Lingkungan Pemerintah Daerah.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam gelaran yang diinisiasi CNN Indonesia bekerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Acara seremonial tersebut berlangsung di Auditorium Bank Mega, Jakarta, Senin malam, 6 Juli 2026.
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf, menerima satu trofi Juara Utama untuk Kategori Inklusif Keuangan Syariah di Lingkungan Pemerintah Daerah.
Adapun predikat juara utama tersebut dan delapan kategori lainnya yang disabet Aceh meliputi:
Juara 1 Kategori Inklusi Keuangan Syariah di Lingkungan Pemerintah Daerah.
Juara 2 Kategori Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah.
Juara 2 Kategori Pariwisata Ramah Muslim.
Juara 2 Kategori Inkubasi Bisnis Usaha Syariah.
Juara 3 Kategori Inovasi Ekonomi dan Keuangan Syariah.
Juara 3 Kategori Rencana Aksi Daerah.
Juara 4 Kategori Keuangan Mikro Syariah.
Juara 4 Kategori Ekonomi Pesantren.
Juara 5 Kategori Zona Kuliner Halal, Aman, Sehat (KHAS).
Wakil Presiden RI Periode 2019-2024 yang juga Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) KH. Ma’ruf Amin, menegaskan bahwa keberhasilan daerah dalam mengembangkan ekonomi syariah harus diikuti dengan dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah dan berbagai lembaga. Menurutnya, dukungan tersebut mencakup penguatan kebijakan, penyempurnaan regulasi, serta sinkronisasi berbagai program sektoral agar pembangunan ekonomi dan keuangan syariah berjalan secara terintegrasi.
Ia juga berharap Anugerah Adinata Syariah tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi semata, tetapi menjadi pemicu lahirnya transformasi ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menjadi sumber pembelajaran yang dapat direplikasi oleh daerah lain.
Direktur Eksekutif KNEKS, Sholahudin Al Aiyub, dalam sambutannya menekankan bahwa apresiasi ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan bentuk pengakuan atas dampak nyata ekonomi syariah bagi kemaslahatan masyarakat.
“Anugerah ini adalah bentuk apresiasi sekaligus penghargaan yang tidak hanya mengukur administratif, tapi juga melihat dampak nyata dari ekonomi syariah yang tentu untuk kemaslahatan masyarakat. Ini harus menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi,” kata Sholahudin.
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menegaskan bahwa torehan ini merupakan hasil sinergi seluruh elemen di Aceh. “Sembilan penghargaan yang kita bawa pulang malam ini adalah hasil kerja keras seluruh masyarakat Aceh. Ini bukan sekadar pencapaian seremonial, melainkan sebuah amanah besar untuk terus menghadirkan inovasi ekonomi syariah yang berdampak langsung pada kesejahteraan umat,” ujarnya.
Turut hadir mendampingi Wakil Gubernur, Prof. Syahrizal Abbas yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Aceh), Kepala Bappeda Aceh Dr. Zulkifli, Kadis Syariat Islam Aceh Dr. Misran Fuadi, Kepala Biro Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Dr. Yusrizal, dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Akkar Arafat, M.Si.[R]




















