BENER MERIAH | SAGOE TV – Pemerintah menyiapkan tiga proyek terpadu sebagai solusi untuk mengatasi persoalan akses di Jembatan Enang-Enang, Kampung Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Langkah yang dilakukan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera ini disambut positif oleh masyarakat yang selama ini bergantung pada jembatan tersebut untuk aktivitas sehari-hari.
Sebelumnya, Jembatan Enang-Enang sempat diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat agar tetap dapat digunakan. Kini, pemerintah memastikan penanganan dilakukan melalui solusi jangka pendek, menengah, dan panjang guna menjaga konektivitas kawasan.
@sagoetv Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo resmi dibuka pada Kamis, 2 Juli 2026. Ratusan warga hadir menyaksikan pemotongan pita sebagai tanda terbukanya kembali akses penting yang sempat terputus akibat banjir bandang akhir tahun lalu. Peresmian ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat. Melalui gerakan swadaya, warga dan para donatur berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp1 miliar untuk membangun kembali jalan dan jembatan yang menjadi jalur vital di wilayah tengah Aceh. Sebelum peresmian, kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin ulama kharismatik Aceh, Tengku Muhammad Yusuf Nasir atau Abiya Jeunieb. Dalam suasana penuh haru, Sahrial Abadi selaku pelopor pembangunan Enang-Enang menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu. “Hari ini jalan resmi kita buka. Warga sudah bisa melintas karena pengaspalan telah selesai. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” ujar Sahrial. Ia juga menyampaikan bahwa total dana swadaya yang terkumpul mencapai Rp1.081.893.000. Sekitar Rp526 juta telah digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan, sementara sisanya akan dipakai untuk pekerjaan lanjutan, seperti dinding penahan jalan, tempat wudhu, dan penyempurnaan kawasan. Panitia menegaskan seluruh penggunaan dana akan diumumkan secara terbuka sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Follow us: @sagoetv #JembatanEnangEnang #PintuRimeGayo #GotongRoyong #DanaSwadaya #SagoeTV
Berdasarkan siaran pers Satgas PRR yang diterima Sagoe TV, disampaikan bahwa tokoh masyarakat Enang-Enang, Syahrial, mengapresiasi respons cepat pemerintah yang dinilainya memberikan kepastian bagi warga. Menurutnya, hasil pertemuan bersama pemerintah menunjukkan adanya komitmen nyata untuk menyelesaikan persoalan akses di wilayah tersebut.
“Perencanaannya sungguh luar biasa, ada tiga hal yang akan dikerjakan. Jalan Wer Lah ke Simpang Lancang diperlebar menjadi enam meter, kemudian langsung diaspal, dibangun dua jembatan, kemudian satu jembatan layang. Alhamdulillah,” ujar Syahrial saat berbincang dengan Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian, Selasa (7/7/2026) malam.
Ia mengatakan masyarakat juga menyambut baik kesepakatan pemerintah untuk tetap mempertahankan fungsi Jembatan Enang-Enang sembari menyiapkan solusi permanen.
“Jembatan Enang-Enang ini sudah bersepakat kita bahwa PU dan pemerintah bekerja sama di sini demi kepentingan rakyat. Sekali lagi kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia yang sudah memperhatikan kami demi kepentingan rakyat,” katanya.
Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian menjelaskan pemerintah telah menetapkan tiga langkah penanganan yang akan berjalan secara paralel.
Langkah pertama adalah memperkuat struktur Jembatan Enang-Enang agar tetap dapat digunakan oleh kendaraan roda dua dan roda empat. Langkah kedua, memperlebar dan mengaspal jalan alternatif Werlah hingga enam meter, sekaligus membangun dua jembatan permanen yang ditargetkan dikerjakan tahun ini.
Adapun langkah ketiga adalah membangun jembatan bentang panjang sekitar 300 meter sebagai solusi jangka panjang yang diproyeksikan menjadi ikon baru Tanah Gayo.
“Jembatan Enang-Enang ini tetap difungsikan, diperkuat semaksimal mungkin oleh Balai PU, tujuannya supaya paling tidak untuk roda dua dan roda empat kendaraan biasa. Tapi kalau untuk roda enam, truk apalagi, belum bisa,” kata Tito.
Menurut Tito, pembangunan jalan alternatif Wer Lah beserta dua jembatan permanen telah disiapkan dengan anggaran sekitar Rp100 miliar dan akan mulai dikerjakan tahun ini.
Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga telah merencanakan pembangunan jembatan bentang panjang sepanjang sekitar 300 meter dengan estimasi anggaran sekitar Rp700 miliar. Proyek tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 2027 dan diproyeksikan selesai dalam waktu tiga tahun.
Tito menegaskan pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan masyarakat segera terpenuhi tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong warga yang selama ini menjaga agar akses tetap dapat digunakan.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah bergotong royong. Tapi bukan berarti pemerintah tidak peduli. Jalan alternatif sudah dirapikan, akan disempurnakan lagi berikut jembatannya. Yang ini sudah ada perkuatan dan akan dimaksimalkan lagi,” katanya.




















