• Tentang Kami
Wednesday, July 22, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Tet Apam Budaya Perlu Dilestarikan

SAGOE TV by SAGOE TV
March 24, 2025
in Artikel
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Muzakkir, M.Ed.

Guru SMAN Ulumul Quran Pidie dan Alumnus Pertukaran Guru Ke Amerika Serikat.

BACA JUGA

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

”Gadeh aneuk mupat jerat gadeh adat hana pat tamita” hadis maja ini sangat cocok untuk didiskusikan untuk beberapa hari ini, semenjak kepala dinas pendidikan Pidie mengeluarkan surat edaran nomor 421/674/2021 tertanggal 16 Februari 2021 tentang khanduri apam di lingkungan kerja dinas pendidikan Pidie.

Hampir semua media masa di sibukkan dengan berita ini, bahkan hampir semua warung kopi juga mendiskusikan masalah ini berbagai macam argumen muncul baik yang pro maupun yang kontra dengan intruksi ini. Banyak kalangan yang menilai ini adalah program yang sia – sia tanpa perencanaan, bahkan ada yang menilai dinas pendidikan Pidie tidak memiliki program lain yang lebih bermartabat, serta banyak komen – komen miring lainnya yang menyudutkan dinas pendidikan.

Adat dan pendidikan adalah dua mata sisi uang yang tidak bisa dipisahkan, banyak kalangan yang menilai bahwa adat bukanlah bagian penting dari sebuah pendidikan. Adat dan budaya adalah kearifan lokal yang harus di lestarikan salah satu cara melestarikan budaya adalah dengan menjadikan sekolah dan pendidikan sebagai media promosi. Budaya harus dimasukkan dalam setiap pembelajaran sehingga kehadirannya bukan lah hal yang aneh di kalangan masyarakat kita, harapan kita adalah adat dan budaya kita tidak akan aneh di rumah sendiri. Sekolah sebagai alat pemerintah untuk melestarikan budaya harus dijadikan ujung tombak dalam merawat dan melestarikan budaya daerah.

Hari ini sangat jarang kita temukan anak – anak sekolah yang mengenal jengki, leusong, haluwa,  dan makanan – makanan tradisonal lainnya, yang lebih sedih lagi sangat banyak anak – anak Aceh yang lahir dari orang tua berketurunan Aceh masing tinggal di Aceh namun malu mengajarkan anak – anaknya untuk berbahasa Aceh, seakan – akan bahasa Aceh adalah bahasa bagi mereka yang berekonomi menengah kebawah, rasa malu ini akan muncul disaat kita merantau ke luar negeri dimana setiap rumah orang Aceh masih membudayakan bahasa Aceh sebagai bahasa pengantar utama di rumah mereka.

Banyak wali murid akan protes jika guru menggunakan bahasa Aceh sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran padahal mereka semua adalah ureng Aceh. Jika kita melirik kebiasaan di daerah lain sungguh iri hati ini, berbagai macam cara dan upaya akan mereka lakukan untuk merawat adat dan budaya mereka ada dengan cara mewajibkan pakaian adat pada hari – hari tertentu, mewajibkan bahasa daerah pada hari tertentu serta banyak hal lain yang mereka lakukan. Rasa senang muncul di saat bupati Aceh besar mengeluarkan edaran tentang penggunaan bahasa Aceh di bandara sultan Iskandar Muda.

Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari segi kognitif semata namun banyak aspek lain yang perlu diperhatikan sehingga pembelajaran tidak semata – mata untuk lulus diperguruan tinggi, atau menjadi juara olimpiade nasional, namun pendidikan harus mampu menjadikan siswa merasa nyaman dan tenang jika berada di lingkungan sekolah. Tidak ada hal negatif dari surat edaran yang dikeluarkan oleh dinas pendidikan Pidie. Bahkan ini adalah langkah yang maju dalam melestarikan budaya nangroe.

Permasalahan ”tet apam” dapat dipandang dengan beberapa sudut pandang, sehingga penilaiannya tidak pada tataran emosional apalagi sudut pandang rival politik, bahkan yang sangat sedih jika mereka praktisi pendidikan dan paham ilmu pendidikan namun tidak bisa memandang ini sebagai sebuah terobosan yang luar biasa dalam pelestarian budaya lokal. Dari sudut pandang ilmu pendidikan banyak teori yang menyatakan bahwa ”tet apam” bisa dijadikan sebagai media pembelajaran yang sangat berkesan bagi siswa. Teori pendidikan yang sangat banyak di anut oleh pendidik saat ini adalah teori constructivisme yang dikembangkan oleh Vygotsky dimana dalam teori ini ia menyatakan bahwa anak – anak akan menyusun pengetahuannya berdasarkan pengalaman sosial serta interaksi sosial yang mereka alami.

“Tet apam” bisa dijadikan sebagai projek Science, Technology, Engginering, and Mathematics (STEM) dalam pembelajaran dimana semua pelajaran di libatkan mulai  dari bahan pembuatannya, proses pembuatannya, serta cara menyajikan. Banyak hal yang bisa di nilai dari setiap proses yang mereka alami. Semua mata pelajaran telibat dalam pelaksaan tet apam. Guru sebagai nahkoda dalam proses ini harus mampu mengakomodir dan menjadikan proses ini bermakna daro segi sosial dan bermakna bagi keimuan mereka.

Dari sudut pandang ethnologi atau ilmu budaya, maka semua pelajaran harus melibatkan unsur ethno dalam pembelajaran, sehingga anak – anak tidak merasa asing dengan ilmu yang sedang mereka pelajari. Di negara maju ethnologi menjadi topik yang hangat untuk di kaji pada masa ini sehingga muncul cabang – cabang ethnologi dalam masing – masing pelajaran seperti ethnomathametic dimana unsur budaya menjadi media dalam pembelajaran matematika, sehingga setiap pelajaran yang mereka pelajari tidak akan jauh dari kebiasaan keseharian mereka. Siswa akan lebih aktif dan kreatif jika mereka dilibatkan dalam pembelajaran secara langsung.

Proses ”tet apam” akan menarik dan menjadi tradisi yang harus dikembangkan dan dikelola dengan sangat baik dan rapi di setiap jenjang, penglibatan guru dalam proses pelaksanaan tet apam disesuaikan dengan latar belakang masing – masing dan mengarahkan anak – anak untuk dapat menggali setiap informasi yang diperoleh mulai dari bahan hingga penyajiannya. Banyak nilai karakter yang bisa ditaman pada anak, sehingga proses tet apam bukan sebatas mengurangi jam belajar anak, bukam program tanpa perencanaan namun sebuah program yang sangat matang dan bagus dalam memperkenalkan budaya lokal pada si anak serta dapat menumbuhkan  nilai – nilai karakter sebagaimana yang diharapkan dalam kurikulum nasional.

Pendidikan tidak semata – mata tentang pengetahuan namun pendidikan adalah proses perubahan yang harus dilakoni oleh peserta didik dengan bimbingan dan arahan oleh guru sebagai pendamping. Jika kelulusan ke perguruan tinggi menjadi patokan mutu pendidikan maka sungguh disayangkan hanya sebagian kecil dari alumni sekolah menengah kita yang tertarik untuk kuliah dan sebagai besar lainnya lebih memilih untuk bekerja, jika patokan pendidikan nasional adalah juara olimpiade nasional maka kita hanya berharap robot – robot masa depan yang hanya mengenal dunia namun lupa akan budaya dan agama. Namun pendidikan adalah universal dan harus dilihat dari berbagai sudut pandang, sehingga penilaian terhadap program pendidikan akan lebih objektif dan adil. []

Tags: acehArtikelBudaya
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

July 21, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

July 20, 2026
Kardo National Qualifier Dari Arena Kompetisi Menuju Ruang Baru Kreativitas Anak Muda Aceh

Kardo National Qualifier: Dari Arena Kompetisi Menuju Ruang Baru Kreativitas Anak Muda Aceh

July 21, 2026
Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

July 17, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
Muhammad Dahlan, Praktisi Migas Asal Aceh yang Mendunia

Muhammad Dahlan, Praktisi Migas Asal Aceh yang Mendunia

March 11, 2025

EDITOR'S PICK

MIN 5 Pidie Jaya yang Hilang Diterjang Banjir Mulai Dibangun Kembali

MIN 5 Pidie Jaya yang Hilang Diterjang Banjir Mulai Dibangun Kembali

June 14, 2026
Tiga Dosen USK Masuk Daftar World's Top 2% Scientist 2024

Tiga Dosen USK Masuk Daftar World’s Top 2% Scientist 2024

September 26, 2024
Gubernur Aceh Lantik Mukhlis dan Razuardi Jadi Bupati-Wabup Bireuen

Gubernur Aceh Lantik Mukhlis dan Razuardi Jadi Bupati-Wabup Bireuen

February 19, 2025
Wagub Aceh Dampingi Menko PMK dan Mendagri Salurkan Bantuan Rumah Rusak di Aceh Tamiang

Bantuan Rumah Rusak Tahap II Disalurkan di Aceh Tamiang

April 21, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.