• Tentang Kami
Saturday, May 2, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pentingnya Syukur, Menyambut Ramadan, dan Berbakti pada Orang Tua

SAGOE TV by SAGOE TV
February 7, 2025
in News
Reading Time: 6 mins read
A A
0
Pentingnya Syukur, Menyambut Ramadan, dan Berbakti pada Orang Tua
Share on FacebookShare on Twitter

SAGOETV | BANDA ACEH  – Islam mengajarkan kita untuk bangun lebih awal, melaksanakan shalat tahajud, lalu bergegas ke masjid untuk sujud bersama. “Kita juga bersyukur atas kesempatan yang Allah berikan untuk bangun pagi dan menjadi orang yang pertama, the first, bukan hanya the best one—bukan sekadar yang terbaik, tetapi juga yang lebih dulu,” demikian ceramah singkat dari KH. Muhammad Chalil Nafis, Lc., S.Ag., M.A., Ph.D., yang juga merupakan anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Mengawali ceramahnya, ia mengaku datang ke Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh hanya ingin jamaah shalat subuh saja, “Namun, Dr. Muhammad Yasir rupanya mengenali saya, meskipun saya sudah “menyamar”. Karena saya seorang penceramah, akhirnya saya diminta untuk menyampaikan sedikit tausiyah,” kata KH. Muhammad Chalil Nafis, dalam kajian dan Halaqah Subuh, Rabu (5/2/2025).

BACA JUGA

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

Beasiswa PJJ Dibuka hingga 31 Mei 2026, Guru Pesantren dan LPQ Bisa Kuliah Gratis

KH M Chalil Nafis mengatakan kedatangannya ke Banda Aceh kali ini dalam rangka menghadiri acara BPJS Kesehatan Syariah sebagai perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ada peluncuran buku tentang BPJS Kesehatan Syariah bersama Pj Gubernur Aceh.

Pada kesempatan itu, KH M Chalil mengutip sebuah ayat yang dibaca imam dalam shalat Subuh tentang bulan Ramadan yakni, “Syahru Ramadhāna allażī unzila fīhil-Qur`ānu hudal lin-nāsi wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān…” (Al-Baqarah: 185)

Di bulan Syawal ini, ia mengingatkan pada  doa Rasulullah SAW, meskipun hadisnya dhaif. Namun, Imam Syafi’i tetap menggunakannya dalam konteks fadha’ilul a’mal (keutamaan amal), bukan sebagai hadis maudhu’ (palsu). Hadis tersebut berbunyi, “Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhan.”

Artinya, Rasulullah berdoa agar diberkahi di bulan Rajab dan Sya’ban serta disampaikan kepada bulan Ramadan. Ini menunjukkan betapa Rasulullah mempersiapkan diri menyambut Ramadan.

KH M Chalil menyebutkan juga bahwa Keimanan seseorang bisa diukur dari bagaimana perasaannya saat menyambut bulan Ramadan. Orang yang beriman akan merasa gembira, sementara yang kurang beriman mungkin justru merasa berat. Ada yang mengeluh karena harus menahan lapar dan haus, tetapi bagi orang yang beriman, Ramadan adalah bulan yang penuh kebahagiaan.

Salah satu sunnah Rasulullah jelas KH Chalil adalah memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Rasulullah tidak pernah berpuasa penuh dalam satu bulan kecuali di bulan Ramadan, tetapi di bulan Sya’ban, beliau berpuasa lebih banyak dibanding bulan lainnya, kecuali dua hari menjelang Ramadan. Rasulullah tidak berpuasa sehari atau dua hari sebelum Ramadan agar tidak tercampur dengan puasa Ramadan. “Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak puasa dan amal saleh di bulan Sya’ban sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadan,” ujar Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta.

Baca Juga:  Aceh Belum Pulih, Koalisi Masyarakat Sipil Desak Presiden Tetapkan Bencana Nasional

Keberkahan  Hidup

Lebih lanjut, papar dia keberkahan (barakah) adalah bertambahnya kebaikan. Hanya umat Nabi Muhammad yang diberikan keberkahan berlimpah oleh Allah. Misalnya, shalat lima waktu yang pahalanya setara dengan 50 waktu, atau Lailatul Qadar yang lebih baik dari 1.000 bulan (setara dengan lebih dari 83 tahun ibadah).

Umur umat Nabi Muhammad rata-rata berkisar antara 60–70 tahun, dan sedikit yang mencapai usia lebih dari 70 tahun. Oleh karena itu, jika seseorang berusia lebih dari 70 tahun, itu adalah bonus dari Allah. Maka, kita harus memanfaatkan umur yang singkat ini dengan sebaik-baiknya untuk beribadah dan berbuat kebajikan.

Berbakti Pada Orang Tua

Dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan tentang keimanan dan mengajarkan kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. Allah berfirman, “Wa waṣṣainal-insāna biwālidayhi iḥsānā…” (Al-Ahqaf: 15)

Artinya, setelah beriman kepada Allah, wasiat kedua yang diberikan adalah berbuat baik kepada orang tua. Ihsan (berbuat kebaikan yang lebih dari sekadar kewajiban) kepada orang tua adalah suatu keutamaan yang tidak mudah dicapai.

Dalam transaksi jual beli, misalnya, Abdurrahman bin Auf pernah memberikan contoh ihsan. Saat orang Yahudi menimbang barang dagangan dan sering mengurangi timbangannya, Abdurrahman bin Auf tetap berlaku adil. Namun, ihsan lebih tinggi dari keadilan. Jika seseorang membeli satu kilogram, lalu ditambahkan sedikit oleh penjual, itulah ihsan.

Begitu pula dalam hubungan anak dan orang tua. Orang tua selalu berbuat ihsan kepada anak-anaknya, bahkan saat anak-anak tidak membalas dengan kebaikan. Orang tua tetap memberi, tetap menyayangi, meskipun anaknya sering mengecewakan mereka. Sebaliknya, anak-anak sering kali sulit untuk berbuat ihsan kepada orang tua.

“Allah mengingatkan kita bahwa proses kehamilan dan melahirkan adalah sesuatu yang berat bagi seorang ibu. Al-Qur’an menyebutkan bahwa masa mengandung dan menyapih selama 30 bulan adalah perjuangan yang besar. Oleh karena itu, kita wajib membalas jasa mereka dengan kebaikan dan doa,” ajak KH. Chalil.

Refleksi Syukur

Dalam perjalanan hidup, lanjut dia, terdapat pesan mendalam dalam Al-Qur’an, khususnya terkait dengan usia baligh yang disebut dalam ayat “Hatta balagha asuddahu”. Beberapa ulama berpendapat bahwa usia baligh adalah 18 tahun, sementara yang lain mengatakan 38 tahun. Usia 18 tahun dikaitkan dengan Sayyidina Abu Bakar As-Shiddiq yang saat itu bepergian bersama Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ke Syam. Pada perjalanan tersebut, seorang pendeta di sana melihat tanda-tanda kenabian pada diri Nabi Muhammad yang kala itu berusia 20 tahun, sedangkan Sayyidina Abu Bakar berusia 18 tahun.

Baca Juga:  UIN Ar-Raniry dan Kemenkum Aceh Perkuat Sinergi Edukasi Kekayaan Intelektual di Kampus

Pada usia 40 tahun, umumnya para nabi diutus untuk menyampaikan risalah, kecuali dalam kasus Nabi Isa yang dikatakan berbeda dalam beberapa pendapat. Ini menunjukkan bahwa usia memiliki peran penting dalam perjalanan kehidupan dan tanggung jawab seseorang.

Dalam salah satu doa yang dipanjatkan Sayyidina Abu Bakar, beliau memohon kepada Allah agar diberikan ilham untuk bersyukur atas nikmat yang diterima, baik untuk dirinya maupun keluarganya. Keluarga Sayyidina Abu Bakar adalah keluarga yang istimewa karena seluruh anggotanya memeluk Islam. Syekh Tantawi menjelaskan bahwa nikmat Allah itu memiliki empat tingkatan.

Tingkatan pertama adalah iman dan Islam, yang merupakan nikmat paling utama. Tingkatan kedua adalah keluarga—anak, istri, dan orang tua—karena kebahagiaan sejati bukan hanya dari kenikmatan duniawi, tetapi juga dari keberhasilan anak-anak dalam pendidikan, ibadah, dan kehidupan rumah tangga mereka. Seiring bertambahnya usia, manusia mulai menyadari bahwa kebahagiaan tidak lagi terletak pada kenikmatan fisik seperti makanan atau perjalanan jauh, melainkan pada keberhasilan anak-anak mereka.

Tingkatan ketiga adalah amal dan perbuatan baik. Orang yang beramal saleh akan memperoleh kebahagiaan sejati. Keempat adalah harta, yang harus digunakan di jalan Allah. Oleh karena itu, kita diajarkan untuk bersyukur sebelum menerima nikmat, bukan hanya setelah mendapatkannya. Jangan menunggu bahagia baru bersyukur, tetapi bersyukurlah agar merasakan kebahagiaan.

Bersyukur bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan. Syukur itu menggunakan nikmat di jalan Allah. Mata yang masih bisa melihat, kaki yang masih bisa berjalan ke masjid, semua itu harus disyukuri dengan menggunakannya untuk ibadah. Salat yang dilakukan dengan sempurna menjadi ukuran kesehatan dan keimanan seseorang.

Salat juga merupakan cerminan kehidupan seseorang, sebagaimana disebutkan dalam ayat, “Inna as-shalata tanha ‘anil fahsya’i wal munkar.” Salat yang benar akan menjauhkan seseorang dari perbuatan keji dan munkar. Oleh karena itu, salat adalah ukuran keimanan, kesehatan, dan interaksi sosial seseorang.

Selain bersyukur dan beramal saleh, penting juga untuk berpikir tentang warisan kebaikan yang akan ditinggalkan. Legacy atau warisan amal jariyah seperti membangun pesantren, menulis buku, atau mendidik murid yang akan terus mengamalkan ilmu yang diberikan. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, “Maqaddamu wa asaruhum,” yaitu apa yang kita bawa menghadap Allah dan apa yang kita tinggalkan di dunia.

Baca Juga:  Lantak Laju Byond Cup 2025, 16 Tim Sepak Bola Aceh Bersaing Rebut Hadiah Rp150 Juta

Jangan takut menghadapi kematian, karena semua orang pasti akan mati. Yang perlu dikhawatirkan adalah bagaimana kita mempersiapkan amal untuk kehidupan setelah mati. Banyak orang meninggal di usia muda, bahkan sebelum mencapai usia 40 tahun. Oleh karena itu, setiap amal yang kita lakukan akan menentukan bagaimana kita meninggal—apakah dalam keadaan husnul khatimah atau sebaliknya.

Orang yang hidup dengan kebiasaan baik, insyaAllah akan meninggal dalam keadaan baik. Sebaliknya, orang yang hidup dalam kebiasaan buruk akan menghadapi akhir yang sulit. Ada tanda-tanda husnul khatimah yang dapat dikenali, seperti perubahan hidup ke arah yang lebih baik sebelum wafat. Banyak orang yang dulunya jauh dari agama, namun di akhir hayatnya justru semakin dekat kepada Allah, membangun masjid, dan beramal saleh. Ini adalah tanda-tanda husnul khatimah.

Sebagai orang tua, kita juga harus berusaha agar anak-anak kita menjadi generasi penerus yang baik. Tidak semua anak seorang pendakwah otomatis menjadi orang baik. Nabi Nuh memiliki anak yang tidak beriman, Nabi Luth memiliki istri yang bersekongkol dengan kaum LGBT. Oleh karena itu, tugas kita hanyalah berusaha mendidik anak-anak dengan bekal agama yang kuat, sedangkan hidayah tetap berada di tangan Allah.

Dalam kehidupan, kita sering mengalami kesulitan dalam mencari rezeki. Namun, Allah mengajarkan bahwa rezeki itu datang dengan cara yang tak terduga. Seperti kisah Siti Hajar yang berlari antara Safa dan Marwah tujuh kali untuk mencari air, tetapi justru air zamzam muncul dari tendangan kaki Nabi Ismail. Ini menunjukkan bahwa usaha itu penting, tetapi hasilnya tetap merupakan karunia Allah. Terkadang kita mencari sesuatu dengan bersusah payah, namun Allah justru memberikan jalan keluar dari arah yang tidak disangka-sangka.

Terakhir, doa yang harus selalu kita panjatkan adalah: “Inni tubtu ilaika wa inni minal muslimin,” yaitu memohon kepada Allah agar diberikan hidayah, keselamatan, dan akhir hidup yang husnul khatimah. Lima hal yang perlu kita jaga dalam kehidupan adalah keimanan, keluarga, amal saleh, warisan kebaikan, dan husnul khatimah. Semoga Allah memberi kita taufik untuk menjalankan lima hal ini dengan sebaik-baiknya. [CEM]

Tags: acehMasjid Raya BaiturrahmanOrang TuaRamadanTausiah
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite
News

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

by SAGOE TV
May 1, 2026
Beasiswa PJJ Dibuka hingga 31 Mei 2026, Guru Pesantren dan LPQ Bisa Kuliah Gratis
News

Beasiswa PJJ Dibuka hingga 31 Mei 2026, Guru Pesantren dan LPQ Bisa Kuliah Gratis

by SAGOE TV
May 1, 2026
Realisasi APBA Capai Rp5,5 Triliun per Agustus 2025, Pemerintah Aceh Optimistis Target Tercapai
News

Rp2,7 Triliun Terserap! Realisasi APBA 2026 Tembus 23,27 Persen hingga April

by SAGOE TV
May 1, 2026
Pasar Kembali Ramai, Ekonomi Aceh Tamiang Bangkit Pascabencana
News

Pasar Kembali Ramai, Ekonomi Aceh Tamiang Bangkit Pascabencana

by SAGOE TV
May 1, 2026
Hardiknas 2026 Universitas Syiah Kuala Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni
News

Hardiknas 2026: USK Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

by SAGOE TV
May 1, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

April 29, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

April 26, 2026
Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

May 1, 2026
Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

April 25, 2026
94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

April 29, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Hardiknas 2026 Universitas Syiah Kuala Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

Hardiknas 2026: USK Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

May 1, 2026
Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

April 28, 2026
Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Rektor UIN Ar-Raniry Harus Jadi Kekuatan Strategis

Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Rektor UIN Ar-Raniry: Harus Jadi Kekuatan Strategis

April 26, 2026

EDITOR'S PICK

Prabowo Optimistis Indonesia Mampu Hadapi Krisis Energi Dunia

Presiden Prabowo Minta Atlet Gunakan Bonus Secara Bijak

January 9, 2026
Irwansyah ST: Politik adalah Jalan Perjuangan

Irwansyah ST: Politik adalah Jalan Perjuangan

May 13, 2025
Pegadaian Peduli Liga 2 di Aceh, Ajak Suporter Persiraja Tanam Puluhan Pohon

Pegadaian Peduli Liga 2 di Aceh, Ajak Suporter Persiraja Tanam Puluhan Pohon

November 19, 2024
Kemenag Aceh Besar Sosialisasikan Gerakan ASRI: Wujud Ekoteologi di Lingkungan Kerja

Kemenag Aceh Besar Sosialisasikan Gerakan ASRI: Wujud Ekoteologi di Lingkungan Kerja

September 25, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.