• Tentang Kami
Wednesday, June 3, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Aksi Mahasiswa dan Omnibus Law

SAGOE TV by SAGOE TV
March 24, 2025
in Literasi
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Aksi Mahasiswa dan Omnibus Law
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Risky Almustana Imanullah
Mahasiswa Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Pemerintahan, UIN Ar-Raniry, Kopelma Darussalam Banda Aceh.

Setelah aksi mahasiswa menuntut dicabutnya UU (Undang-Undang) Omnibus Law (Cipta Lapangan Kerja) di gedung DPRA (Dewan Perwakilan Rakyat Aceh), beberapa hari yang lalu.  Saya terlibat dialog tentang problematika mengenai undang-undang, semakin tumpang tindih di Indonesia.

Rakyat diterjang kebingungan karena keterbatasan kapasitas dalam menginterpretasikan kinerja dewan perwakilan, sebagai representasi aspirasi masyarakat. Ternyata di cekik pelan-pelan untuk meminimalisir rasa sakit yang berlebihan bak malaikat maut yang mencabut nyawa orang beriman. Hutang mencekik negara, pemerintah dan DPR pun amnesia.

BACA JUGA

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

Akademisi UIN Ar-Raniry Luncurkan Buku “Teladan Sang Menteri”, Angkat Sosok Nasaruddin Umar

Indonesia yang menganut sistem demokrasi, di interpretasikan dengan heterogen sesuai dengan kepentingan masing-masing. Esensi demokrasi yang katanya kebebasan hanya terpaku pada pribadi masing-masing, tidak ada kebebasan yang absolut.

Kalimat yang puluhan tahun lalu diucapkan oleh Sukarno sebagai presiden pertama Indonesia “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri“. Hari ini sudah terbukti.  Dewan dan pemerintah sebagai pemantik aksi demonstrasi.

Pengawalan ketat dan rapat (tanpa jaga jarak dimasa pandemi) dari aparat kepolisian saat mahasiswa melakukan aksi mahasiswa. Membuktikan bahwa tidak ada keseriusan pemerintah dalam mengejawantahkan regulasi protokol kesehatan (prokes).

Ratusan, bahkan ribuan massa berkumpul di halaman kantor DPR untuk menyuarakan tolak omnibus law . Timbul pertanyaan, bagaimana perkumpulan itu bisa berlangsung di tengah masa pandemi ? Bukankah pemerintah sudah mengeluarkan surat edaran untuk mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, menghindari kerumunan, cuci tangan dan menggunakan masker?.

Berapa banyak mahasiswa yang positif corona virus desease (Covid-19) sebab melaksanakan aksi tersebut ?. Penulis tidak bermaksud melakukan provokasi, tetapi teman-teman bisa lihat diluar sana korban yang berjatuhan dalam aksi dari kalangan kepolisian dan juga dari kalangan mahasiswa. Artinya apa ? Kita sedang dibagikan peran sebagai aktor ataupun aktris dalam sebuah skenario yang dibuat untuk merobohkan persatuan.

Ironisnya lagi, menteri ataupun dinas kesehatan terkait sepertinya diam saja, bahkan tidak muncul dihadapan publik saat kondisi genting seperti ini. Disisi lain, fakta di lapangan yang penulis temukan adalah petugas penertiban protokol kesehatan yang tergabung dari elemen Polisi, TNI, dan Satpol-PP mengunjungi pasar dan warung kopi (tempat keramaian) untuk menindaklanjuti masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan (khususnya menggunakan masker dan jaga jarak). Jika itu saja yang di utamakan, tentunya pendidikan tetap bisa berjalan seperti biasanya dengan menjaga jarak dan menggunakan masker.

Sun Tzu, ahli strategi, pernah berkata “Penguasa yang mulia adalah pemimpin yang peka dan jenderal yang baik adalah dia yang berhati-hati“. Mungkin, terlihat bagus sekali pernyataan terkait tujuan Undang-undang cipta kerja yang disampaikan oleh presiden Jokowi.

Sepatutnya seorang pemimpin tertinggi negara yang memiliki kursi di parlemen mampu beradaptasi dan menyentuh hati masyarakat dalam membangun sinergitas dalam memajukan negara.

Seperti yang di ungkapkan oleh John Calvin Maxwel, merupakan seorang pendeta, sekaligus penulis amerika “Seorang pemimpin mampu menyentuh hati orang lain sebelum meminta mereka melakukan sesuatu“.

Setelah aksis, beberapa hari kemudian, Presiden Jokowi tampil ke publik menyampai data  bahwa sebanyak 87% dari total penduduk pekerja memiliki tingkat pendidikan setingkat SMA ke bawah, 39% berpendidikan sekolah dasar di Indonesia. Sehingga perlu mendorong penciptaan lapangan kerja baru khususnya di sektor padat karya. Artinya, pendidikan dan peluang kerja di Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Indonesia sedang menggagas bagaimana agar masyarakat mendapatkan lapangan kerja, bukan bagaimana masyarakat mampu menempuh pendidikan dan kemudian menciptakan lapangan kerjanya sendiri.

KH Abdurrahman Wahid (Gusdur) pernah mengatakan “Keberhasilan pemimpin diukur dari kemampuan mereka dalam menyejahterakan umat yang mereka pimpin“. Jika hari ini timbul kontroversial yang begitu besar saat Omnibus Law ini disahkan, bagaimana cara menjelaskan bahwa ini sebuah inovasi yang dapat menyejahterakan masyarakat?

Sektor ekonomi sangat diutamakan. Bahkan, kemiskinan menjadi hal yang signifikan untuk dibahas di dunia. Tapi dibalik itu semua, sangat sulit tanpa mendahulukan pendidikan. Kita semua tahu, bahwa Indonesia merupakan sebuah negara yang mempunyai sumber daya alam yang sangat besar. Buktinya, rempah-rempah dan kesuburan tanah di Indonesia mampu memantik kolonial Belanda datang ke Indonesia.

Saya sangat menyayangkan bahwa etika seorang pimpinan DPR-RI mematikan mikrofon dalam memimpin paripurna. Ini tidak mencerminkan kepribadian yang berpendidikan. Terdapat harapan bagi pemerintah untuk menjadikan pendidikan sebagai garda utama dalam kemajuan Indonesia, baik itu pengetahuan dalam meningkatkan perekonomian dan kesehatan. Jangan merakit perbedaan dalam konteks pendidikan seperti contoh PTKIN tidak mendapatkan subsidi kouta internet seperti PTN dimasa pandemi ini.

Semua masyarakat Indonesia berharap, supaya pemerintah  dapat menjelaskan secara bijak setiap regulasi yang dibuat dan harus sesuai realitas, untuk menghindari spekulasi dari masyarakat yang akhirnya mengganggu kestabilan keamanan dan persatuan Indonesia, apalagi ditengah pandemi covid-19. Akhirnya, aksi mahasiswa dan omnibus law, harus menjadi ruang untuk kebaikan aturan dan kebijakan di negeri ini. []

Tags: acehMahasiswa AcehOmnibus Law
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya
Literasi

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

by SAGOE TV
April 13, 2026
Akademisi UIN Ar-Raniry Luncurkan Buku Teladan Sang Menteri di Istiqlal, Angkat Sosok Nasaruddin Umar
Literasi

Akademisi UIN Ar-Raniry Luncurkan Buku “Teladan Sang Menteri”, Angkat Sosok Nasaruddin Umar

by SAGOE TV
April 6, 2026
Milad ke-50, Sulaiman Tripa Rilis Dua Buku Baru di Fakultas Hukum USK
Literasi

Milad ke-50, Sulaiman Tripa Rilis Dua Buku Baru di Fakultas Hukum USK

by Anna Rizatil
April 2, 2026
Seruan Provokatif untuk Gen Z Aceh
Literasi

Seruan Provokatif untuk Gen Z Aceh

by Anna Rizatil
January 5, 2026
Puisi Tentang Harga Diri Bangsa, Dengarkan Ini
Literasi

Puisi Tentang Harga Diri Bangsa, Dengarkan Ini

by Anna Rizatil
January 5, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Skate Park Stage Volume 1-8 Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

Skate Park Stage Volume 1-8: Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

May 25, 2026
Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

September 12, 2025
Dari Meja yang Sama

Dari Meja yang Sama

June 3, 2026
12.648 Peserta UTBK SNBT 2026 Ikuti Ujian di USK, Rektor Ingatkan Jangan Salah Lokasi

3.886 Peserta Lulus SNBT 2026 di USK, Ini Daftar Prodi Paling Diminati

May 26, 2026
Muna Madrah_Menulis Cepat Berpikir Dangkal

Menulis Cepat, Berpikir Dangkal?

May 14, 2026
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
Saat Aceh Bernyanyi: Musik, Luka, dan Harapan yang Menggema

Saat Aceh Bernyanyi: Musik, Luka, dan Harapan yang Menggema

June 26, 2025
Persiraja Banda Aceh Daftarkan Dua Stadion sebagai Kandang di Liga 2 Musim 2025/26

Persiraja Banda Aceh Daftarkan Dua Stadion sebagai Kandang di Liga 2 Musim 2025/26

June 5, 2025

EDITOR'S PICK

gempa

Gempa 4,3 M Getarkan Aceh Jaya, Terasa hingga Banda Aceh

March 8, 2025
Rp2,6 Triliun Dana Bank Aceh Syariah: Simpanan Aman atau Peluang Terlewatkan?

Rp2,6 Triliun Dana Bank Aceh Syariah: Simpanan Aman atau Peluang Terlewatkan?

September 15, 2025
Iqbal Alfajri; Jejak Pemain Aceh di Paraguay dan Kiprah Baru di Dunia Bahasa

Iqbal Alfajri; Jejak Pemain Aceh di Paraguay dan Kiprah Baru di Dunia Bahasa

March 26, 2025
TPQ Plus Baiturrahman Gelar Tarhib Ramadhan, Bagikan Kurma untuk Jamaah

TPQ Plus Baiturrahman Gelar Tarhib Ramadhan, Bagikan Kurma untuk Jamaah

February 26, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.