JAKARTA | SAGOE TV – Pemerintah mulai mempercepat pemulihan ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tahap rekonstruksi dan pemulihan ekonomi UMKM dijadwalkan mulai berjalan pada 9 Januari 2026.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, langkah awal pemulihan difokuskan pada pengaktifan kembali aktivitas pasar serta pembersihan warung dan toko milik pelaku UMKM di wilayah terdampak. Upaya tersebut dilakukan agar roda perekonomian masyarakat dapat kembali berputar.
“Mulai 9 Januari kami lakukan aktivasi pasar dan gotong royong membersihkan tempat usaha. Ini penting supaya UMKM bisa kembali beroperasi dan ekonomi masyarakat bergerak,” ujar Maman usai rapat koordinasi tingkat menteri bersama Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Berdasarkan hasil pendataan Kementerian UMKM bersama pemerintah daerah dan lembaga keuangan, tercatat sebanyak 2.304.297 UMKM terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Untuk mendukung pemulihan, pemerintah menyiapkan delapan Klinik UMKM Bangkit yang akan beroperasi di Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Tapanuli Tengah, Medan, dan Padang.
Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada UMKM yang memiliki kredit usaha. Per 9 Desember 2025, lebih dari 200 ribu UMKM tercatat sebagai debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah memastikan adanya relaksasi kredit bagi pelaku UMKM terdampak, sesuai hasil pemetaan bersama bank penyalur dan lembaga penjamin KUR.
Pemulihan ekonomi juga dilakukan melalui reaktivasi pasar rakyat serta pembersihan kawasan terdampak bencana dengan melibatkan 1.132 personel IPDN dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurut Maman, UMKM memegang peran vital dalam pemulihan ekonomi daerah.
“UMKM ibarat sirkulasi darah dalam tubuh perekonomian. Ketika UMKM kembali berproduksi dan produknya terserap pasar, maka ekonomi daerah akan pulih,” jelasnya.
Sementara itu, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa program pemulihan akan dijalankan melalui kelompok kerja lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Sosial, Kementerian UMKM, Kementerian Desa, Kementerian Koperasi, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Seluruh program pemulihan tersebut disinergikan dengan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Pemerintah juga melibatkan masyarakat terdampak melalui program padat karya.
“Keterlibatan masyarakat tidak hanya mempercepat pemulihan, tetapi juga memberi penghasilan melalui skema cash for work,” ujar Muhaimin.
Pemerintah berharap langkah terpadu ini mampu mempercepat kebangkitan UMKM sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana. []


















