• Tentang Kami
Wednesday, January 14, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
KIRIM TULISAN
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat

SAGOE TV by SAGOE TV
January 11, 2026
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat

Buku Kemelut Demokrasi Liberal: Surat-surat Rahasia Boyd R. Compton karya Boyd R Compton. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Usman Kansong.
Penulis Buku Bara Kata di Toko Buku Terakhir.

Boyd R. Compton berbincang panjang lebar dengan Daud Beureueh pada Juli 1952. Compton tinggal dan meneliti di Indonesia pada 1952-1956 untuk penulisan disertasinya tentang sejarah kontemporer Indonesia. Daud Beureueh ulama tokoh pemberontak Aceh.

Compton menulis surat-surat berisi berbagai hal yang diamatinya selama tinggal di Indonesia. Surat-surat itu dikompilasi menjadi buku berjudul “Kemelut Demokrasi Liberal: Surat-surat Rahasia Boyd R. Compton” yang diterbitkan LP3ES pada 1992. Saya membeli buku ini di Medan pada 12 Oktober 1994. Saya dulu selalu menerakan kota dan tanggal pembelian setiap buku. Buku ini masih saya koleksi dengan kondisi banyak halamannya yang lepas dari penjilidan.

BACA JUGA

Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

H-1: Kampus, Keputusan, dan Percakapan yang Perlu Dijaga

Daud Beureueh bercerita tentang kemerosotan ekonomi di Aceh sejak 1951. Dia membandingkan surplus beras di Aceh sebelum perang dengan defisit-defisit dewasa itu. Dia juga mengaitkan kemerosotan produksi beras yang mencolok dengan sistem irigasi yang rusak di lembah-lembah sungai Aceh yang subur, khususnya di Sigli dan Bireun.

Daud Beureueh mempersalahkan pemerintah pusat yang lalai memperbaiki dan memelihara saluran-saluran irigasi yang vital itu. Ketika Compton mengatakan kondisi buruk keuangan negara yang menyebabkan kelalaian itu, Daud menanggapi bahwa daerah lain, terutama Jawa Timur, menerima jumlah yang jauh lebih besar daripada sumbangan mereka bagi pembangunan. Dia mengusulkan Aceh diberi otonomi administratif penuh dan sebuah undang-undang tentang otonomi keuangan. Dia yakin ulama Aceh mampu mengatasi masalah irigasi itu sebagaimana mereka mengatasi masalah serupa di masa lampau.

Daud Beureueh bercerita pada zaman Iskandar Muda, dibuat saluran dari sungai yang jauhnya 11 kilometer menuju laut. Daerah Pidie menjadi sangat makmur. Dibuat pula saluran tak jauh dari yang pertama. Ulama yang mengerjakan pembangunan irigasi itu. Ulama dan pemimpin saat itu tak takut sarung mereka kena lumpur. Akan tetapi, saluran-saluran itu rusak dan hasil panen merosot. Sebelum revolusi, Aceh biasa mengekspor beras untuk kebutuhan seluruh Sumatra Timur. Aceh kemudian terpaksa mengimpor beras dari Burma.

Baca Juga:  Strategi Pengentasan Kemiskinan, Pemajuan Desa dan Pertanian Aceh

Kemerosotan ekonomi Aceh yang dipersepsi terjadi akibat pusat cuek pada Aceh kiranya menjadi salah satu pemicu pemberontakan yang dipimpin Daud Beureauh.

Saya mengutip bagian buku Compton ini ketika menulis artikel untuk Koran Tempo pada 2003. Ceritanya, editor Koran Tempo menghubungi saya meminta saya menulis artikel untuk harian tersebut. Saya yang sedang mengikuti progran singkat “Transition to Democracy” di Inggris dan Skotlandia merencanakan tulisan bertema ‘bagaimana menyelesaikan konflik Aceh dengan model Inggris.’

Di Skotlandia salah satu pemberi materi ialah Sekretaris Jenderal Scotish National Party (SNP). Dia bercerita upaya memisahkan diri dari Inggris Raya ditempuh melalui perjuangan politik sebagai ganti perjuangan bersenjata. Perjuangan politik itu diupayakan melalui partai politik, termasuj SNP sebagai partai terbesar. Jika dalam pemilu SNP menang, dia berhak mengajukan referendum untuk menentukan apakah rakyat ingin berpisah atau tetap bersatu dengan Inggris. Model seperti ini ditempuh juga di Quebec, Kanada.

Saya memulai tulisan dengan cerita Daud Beureueh tentang rusaknya irigasi yang dipersepsi terjadi akibat pusat abai dan menjadi salah satu pemantik pemberontakan. Lalu saya mengusulkan perjuangan politik melalui partai politik lokal Aceh sebagai pengganti perjuangan bersenjata yang dimotori GAM. Intinya saya mengusulkan GAM berubah menjadi partai politik lokal.

Pada 2006 tercapai perdamaian di Aceh lewat perjanjian Helsinski, yang didorong peristiwa tsunami 2004. Sejumlah partai lokal Aceh terbentuk.[]

Tags: acehBoyd R. ComptonDamaiDaud Beureu'ehIndonesiakonflikPemerintah Pusat
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan
Opini

Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

by Anna Rizatil
January 13, 2026
H-1: Kampus, Keputusan, dan Percakapan yang Perlu Dijaga
Opini

H-1: Kampus, Keputusan, dan Percakapan yang Perlu Dijaga

by SAGOE TV
January 11, 2026
Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan
Opini

Mencari Putroe Phang dan Laksamana: Demi Tegaknya Qanun Syariat Islam di Aceh

by Anna Rizatil
January 7, 2026
Aceh dan Ujian Kepercayaan Negara: Di Awal Era Prabowo
Opini

Aceh dan Ujian Kepercayaan Negara: Di Awal Era Prabowo

by SAGOE TV
January 5, 2026
Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan
Opini

Pengalaman Harus Menjadi Syarat Kepemimpinan?

by Anna Rizatil
January 5, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

January 9, 2026
MWA USK Tetapkan Tiga Calon Rektor Terpilih

MWA USK Tetapkan Tiga Calon Rektor Terpilih, Ini Daftar Namanya

January 12, 2026
Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

January 13, 2026
Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

Mencari Putroe Phang dan Laksamana: Demi Tegaknya Qanun Syariat Islam di Aceh

January 7, 2026
H-1: Kampus, Keputusan, dan Percakapan yang Perlu Dijaga

H-1: Kampus, Keputusan, dan Percakapan yang Perlu Dijaga

January 11, 2026
Harga Tiket Persiraja vs Garudayaksa FC Resmi Dirilis, Mulai Rp30 Ribu

Persiraja Lepas 13 Pemain Sekaligus, Termasuk Miftahul Hamdi dan Zac Tyson

January 8, 2026
Rindu Jam Dinding: Kisah Pilu Korban Banjir Aceh Tamiang

Rindu Jam Dinding: Kisah Pilu Korban Banjir Aceh Tamiang

January 9, 2026
Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat

Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat

January 11, 2026
Rumah Ayah Melawan Banjir, Kini Menyerah pada Lumpur

Rumah Ayah Melawan Banjir, Kini Menyerah pada Lumpur

January 5, 2026

EDITOR'S PICK

Sutradara Daniel Rudi Haryanto Dampingi Peserta Balee Komunitas di Aceh Film Festival 2025

Sutradara Daniel Rudi Haryanto Dampingi Peserta Balee Komunitas di Aceh Film Festival 2025

September 5, 2025
Super League 2025/26 Siap Digelar: 18 Klub, 306 Laga, dan Semangat Baru Sepak Bola Indonesia

Super League 2025/26 Siap Digelar: 18 Klub, 306 Laga, dan Semangat Baru Sepak Bola Indonesia

August 3, 2025
Sidang Isbat Awal Ramadhan 1446 H Digelar Kemenag pada 28 Februari 2025

Kemenag Aceh Siapkan Enam Lokasi Pengamatan Hilal Awal Ramadhan 1446 H

February 14, 2025
Bantuan Kemanusiaan Lintas Negara Diserahkan kepada Gubernur Aceh

Bantuan Kemanusiaan Lintas Negara Diserahkan kepada Gubernur Aceh

December 16, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.