• Tentang Kami
Tuesday, October 20, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Strategi Pengentasan Kemiskinan, Pemajuan Desa dan Pertanian Aceh

SAGOE TV by SAGOE TV
March 8, 2025
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Jabal Ali Husin Sab

Jabal Ali Husin Sab

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Jabal Ali Husin Sab
Penulis adalah analis kebijakan publik Saman Strategis Indonesia (SSI).

Jumlah persentase penduduk miskin di Aceh berada pada angka 14,23 persen di tahun 2024. Sementara jumlah persentase kemiskinan di desa di Aceh berada pada angka 16,75 persen. Ini berarti bahwa kantong-kantokg kemiskinan di Aceh lebih besar jumlahnya di pedesaan. Dalam upaya pengentasan kemiskinan Aceh, kita perlu melihat masyarakat di pedesaan sebagai prioritas utama dalam upaya pengentasan kemiskinan, penyediaan lapangan kerja dan pengembangan potensi ekonomi di pedesaan.

Jika kita coba memperhatikan struktur ekonomi Aceh, Aceh masih termasuk sebagai provinsi agraris dengan lebih setengah penduduknya bekerja di sektor pertanian, peternakan dan perkebunan. Untuk itu, upaya pengentasan kemiskinan yang menjadi prioritas adalah dengan lebih mengutamakan pengembangan sektor pertanian, peternakan dan perkebunan di pedesaan, mengingat desa sebagai kantong kemiskinan dan corak masyarakat kita di pedesaan yang berkultur agraris. Dalam tulisan singkat ini saya coba menawarkan solusi dalam upaya pengentasan kemiskinan di desa, penciptaan lapangan kerja dan pegembangan potensi pertanian di Aceh.

BACA JUGA

Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa?

Kabut Asap Sampai ke Aceh, Apa yang Sudah Kita Ajarkan kepada Anak-anak?

Mengembangkan Desa dan Menciptakan Lapangan Kerja
 Salah satu tantangan dalam pengentasan kemiskinan di desa yang bercorak agraris, khususnya pada wilayah berpenduduk padat (seperti Kabupaten Aceh Utara dan Pidie yang juga tingkat persentase kemiskinannya tinggi) salah satunya adalah soal ketersediaan lahan produksi berupa kepemilikan tanah. Tidak semua petani memiliki areal luas lahan garapan yang cukup. Hal ini dapat dicarikan solusi dengan memilih komoditas tanaman budidaya bernilai jual tinggi yang hanya perlu areal luas tanam yang minimal, namun punya nilai yang tinggi di pasaran, semisal tanaman lada dan jenis rempah-rempah lain atau seperti tanaman nilam dan vanili yang bernilai jual tinggi

Fakta yang bisa kita temui di lapangan adalah bahwa banyak dari keluarga miskin yang berada di pedesaan sama sekali tidak memiliki lahan untuk garapan pertanian, atau hanya memiliki lahan terbatas, solusinya adalah dengan penggarapan lahan pertanian bersama secara berkelompok.

Tanah pertanian yang digarap adalah tanah yang status kepemilikannya adalah milik gampong. Untuk itu, perlu diatur mekanisme reformasi agraria (pertanahan) dengan mekanisme penyediaan lahan pertanian gampong, yaitu bukan dengan menyerahkan tanah kepada individu petani, melainkan sejumlah tanah diserahkan kepemilikannya kepada gampong, lalu dibuat sebuah badan usaha di tingkat gampong (BUMG) yang pekerja dan pengelolanya melibatkan kelompok yang terdiri dari penduduk miskin di desa tersebut.

Pengusahaan pengolahan lahan gampong oleh badan usaha milik gampong perlu dilaksanakan dengan bersifat padat karya, artinya menyerap banyak jumlah pekerja, sehingga bisa dipastikan bahwa tiap desa sudah memastikan tersedianya sejumlah lapangan kerja bagi warganya dalam taraf ekonomi tertentu (warga miskin), serta memastikan adanya penghasilan tetap bagi warga miskin yang ada di desa tersebut.

Untuk pengolahan lahan garapan bersama di bawah BUMG, perlu ada semacam fasilitasi pembinaan dan pendampingan agar dapat dikelola secara profesional. Juga perlu memastikan terserapnya tenaga kerja dari kelompok penduduk miskin dan pengangguran yang telah dibina dan dipersiapkan agar dapat bekerja secara profesional.

Menghasilkan dan Mengembangkan Komoditas Unggulan di Desa
Selain itu, dengan mengupayakan lahan gampong yang dikelola secara kolektif dengan melibatkan pekerja dari penduduk berkategori miskin, tiap desa punya target dan capaian tersendiri untuk menghasilkan komoditas pertanian unggulan yang berasal dari desa tersebut. Jika di satu kabupaten ditargetkan 10 hingga 20 gampong menghasilkan satu jenis komoditas pertanian yang sejenis, maka bisa dipastikan, per satu kabupaten, sesuai dengan jumlah gampong yang ada, dapat memenuhi target menghasilkan lima hingga tujuh komoditas pertanian unggulan di kabupaten tersebut.

Perencanaan dan pemilihan komoditas pertanian unggulan yang dibagi dalam cluster per 10 hingga 20 desa ini dapat berkontribusi bagi upaya diversifikasi produksi hasil pertanian daerah. Apabila direncanakan dengan matang dan dengan perhitungan yang cermat, maka tiap-tiap komoditas pertanian yang dicoba kembangkan, dapat memenuhi kebutuhan pasar provinsi, regional, nasional, bahkan bisa disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasar ekspor dengan perencanaan hasil produksi yang memenuhi kuota yang cukup untuk kebutuhan ekspor komoditas pertanian.

Selama ini, pengembangan komoditas pertanian terkesan tidak dilaksanakan secara terencana dan masif. Sehingga yang terjadi adalah target untuk mencapai jumlah produksi tertentu dalam upaya diversifikasi komoditas pertanian tidak terwujud. Akhirnya komoditas yang ditanam secara acak dan terbatas oleh sejumlah petani tidak menjadi salah satu komoditas unggulan dengan jumlah produksi yang memadai.

Untuk itu, menjadi sangat penting dan krusial, upaya pengembangan pertanian dan penciptaan komoditas unggulan pertanian dilaksanakan sejalan dengan rencana strategis pengentasan kemiskinan dan pemajuan desa yang dilaksanakan dalam perencanaan yang terangkum dalam sebuah blueprint perencanaan dan pelaksanaan.

Pembentukan Satuan Tugas Pengentasan Kemiskinan
 Dalam mengatasi kemiskinan di pedesaan, sekaligus menciptakan lapangan kerja di desa, serta upaya mengembangkan pertanian daerah, harus dikelola secara berbarengan dalam sebuah tata kelola dan tata laksana yang melibatkan berbagai pihak dan stakeholder terkait, lintas instansi dan lintas lembaga serta melibatkan jenjang pemerintahan mulai di tingkat gampong hingga ke tingkat provinsi.

Hal tersebut tidak akan terlaksana apabila dalam tata kelola dan tata laksana kerja, dilaksanakan secara terpisah antara satu instansi dengan instansi lainnya. Dalam upaya mensinergikan rencana tersebut, berbagai instansi, pihak dan stakeholder yang ada perlu disatukan dalam sebuah satuan tugas. Untuk itu saya menyarankan sebuah gagasan agar dibentuknya “Satuan Tugas Pengentasan Kemiskinan dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat” untuk dapat menyelesaikan permasalahan kemiskinan, masalah lapangan kerja, dan masalah pertumbuhan ekonomi yang salah satu masalahnya terkait dengan desa dan pertanian.

Melalui Satgas yang dibentuk, satgas tersebut akan menyusun rencana kerja dan mengontrol pelaksanaan kerja dengan kewenangan mengarahkan instansi-instansi terkait untuk melaksanakan kebijakan yang diturunkan dalam program-program yang direkomendasikan oleh Satgas tersebut.

Dengan itikad baik pucuk pimpinan pemerintahan provinsi, serta didorong oleh tekad, semangat serta sebuah tim kerja yang paham permasalahan dan punya solusi kongkrit, saya optimis bahwa masalah tingkat kemiskinan di Aceh bisa ditangani dan ditekan secara signifikan dalam rentang waktu paling tidak satu periode masa tugas gubernur.***

Tags: BUMGKemiskinanKomoditasPemajuan Desa dan Pertanian AcehStrategi Pengentasan Kemiskinan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa
Opini

Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa?

by SAGOE TV
October 19, 2026
Risnawati Ridwan
Opini

Kabut Asap Sampai ke Aceh, Apa yang Sudah Kita Ajarkan kepada Anak-anak?

by Risnawati binti Ridwan
October 18, 2026
MACS Membuka Pintu, Membangun Jalan
Opini

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

by SAGOE TV
October 14, 2026
Publik dalam Bayang Militerisme Urban
Opini

Bukan Antisains, Prabowo Justru Antisaintis

by SAGOE TV
October 5, 2026
Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit
Opini

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

by SAGOE TV
October 4, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Arsip tabloid asAsi

asAsi: Nyawöung dalam Wujud Lain

October 16, 2026
Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

October 16, 2026
MACS Membuka Pintu, Membangun Jalan

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

October 14, 2026
Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

October 15, 2026
Persiraja vs Semen Padang Nama Besar Kabau Sirah Tak Bikin Laskar Rencong Gentar

Total Denda Rp100 Juta, Persiraja dan Faris Adit Disanksi Usai Laga Kontra Sumsel United

October 14, 2026
Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

October 13, 2026
Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

October 18, 2026
Baun Thoib Soaloon Kepala Kantor Bahasa Kepri

Mendikdasmen Lantik 162 Pejabat, Baun Thoib Soaloon Jabat Kepala Kantor Bahasa Kepri

October 18, 2026
Ismail Rasyid Jadi Orang Tua Asuh, Bantu Mahasiswa Kurang Mampu di USK Lanjut Kuliah

Ismail Rasyid Jadi Orang Tua Asuh, Bantu Mahasiswa Kurang Mampu di USK Lanjut Kuliah

October 16, 2026

EDITOR'S PICK

Pj Gubernur Pimpin Persiapan Kunjungan Presiden Pembukaan PON XXI Aceh-Sumut 2024

Pj Gubernur Pimpin Persiapan Kunjungan Presiden Pembukaan PON XXI Aceh-Sumut 2024

September 3, 2024
Mualem Terima Sekjen dan Bendahara Umum Baru Partai Aceh

Mualem Terima Sekjen dan Bendahara Umum Baru Partai Aceh

April 16, 2025
Menata Ekosistem Pengetahuan Seni di Aceh

Menata Ekosistem Pengetahuan Seni di Aceh: Dari Momentum ke Kerja Nyata

March 14, 2026
Mengapa Amerika Sebenarnya Membidik China Melalui Iran dan Venezuela

Mengapa Amerika Sebenarnya Membidik China Melalui Iran dan Venezuela?

March 31, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.