BANDA ACEH | SAGOE TV – Pemerintah Aceh melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mencatat realisasi subsidi yang cukup fantastis pada hari kedua pelaksanaan pasar murah serentak di seluruh wilayah Aceh. Hingga hari ini, total subsidi yang telah dikucurkan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat mencapai Rp2.322.000.000.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Aceh, T. Adi Darma, menyampaikan bahwa angka miliaran rupiah tersebut merupakan akumulasi dari penyaluran empat komoditas utama yang paling dibutuhkan warga di 23 kabupaten/kota.
Menurutnya, besarnya serapan subsidi ini menunjukkan antusiasme sekaligus kebutuhan tinggi masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau di tengah fluktuasi harga pasar.
“Angka realisasi sebesar Rp2,3 miliar lebih dalam dua hari ini membuktikan bahwa kehadiran negara lewat pasar murah sangat dinantikan oleh masyarakat. Kita melihat masyarakat sangat terbantu dengan adanya selisih harga yang cukup signifikan ini,” ujar Adi Darma dalam keterangannya, Ahad (15/2/2026).
Berdasarkan data laporan realisasi, jelasnya, komoditas beras menjadi produk yang paling banyak diburu oleh warga. Tercatat sebanyak 276.000 kg beras telah tersalurkan kepada masyarakat dengan total nilai subsidi mencapai Rp1,38 miliar, di mana pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp5.000 untuk setiap kilogramnya.
Selain beras, komoditas lain juga mencatatkan angka penjualan yang signifikan. Gula pasir dan minyak goreng masing-masing telah terealisasi sebanyak 46.000 kg dan 46.000 liter, dengan total subsidi masing-masing sebesar Rp276 juta.
Sementara itu, untuk komoditas telur ayam, pemerintah telah menyalurkan sebanyak 26.000 papan dengan total subsidi Rp390 juta, hasil dari subsidi besar senilai Rp15.000 per papannya.
Adi Darma menegaskan bahwa program ini merupakan intervensi nyata Pemerintah Aceh dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan laju inflasi daerah.
Ia menyebutkan kehadiran pasar murah sangat membantu masyarakat dalam menghemat pengeluaran dapur secara signifikan karena selisih harga yang cukup besar dibandingkan harga pasar umum.
Pasar Murah Berakhir Besok
Lebih lanjut, Kadisperindag Aceh mengingatkan masyarakat bahwa pelaksanaan pasar murah serentak ini akan berakhir pada Senin, 16 Februari 2026.
Mengingat hari penutupan tersebut bertepatan dengan libur cuti bersama, ia mengajak seluruh warga Aceh untuk memanfaatkan momentum hari terakhir tersebut guna mendapatkan kebutuhan pokok bersubsidi sebelum program resmi ditutup.
“Besok adalah hari terakhir. Kami mengimbau warga untuk memanfaatkan momen libur cuti bersama ini dengan mendatangi titik-titik pasar murah di daerah masing-masing. Stok masih tersedia dan petugas kami siap melayani warga untuk memastikan distribusi bantuan subsidi ini merata dan tepat sasaran,” ujarnya. []




















