• Tentang Kami
Tuesday, July 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Hotel, Kapitalisme dan Spiritualitas

SAGOE TV by SAGOE TV
September 22, 2025
in Analisis
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Hotel, Kapitalisme dan Spiritualitas

Dr. M Rizwan Haji M Ali. Foto: for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: M. Rizwan Haji Ali
Penulis Dosen Program Studi Ilmu Politik, Fisipol, Universitas Malikussaleh.

Pada saat awal munculnya kelas menengah muslim di Indonesia era tahun 1990-an, hotel sudah lama menjadi tempat mereka belajar agama dalam kemasan modern. Dominannya kajian keagamaan itu diikuti oleh para eksekutif muda, terdidik, mapan dan tentu saja rasional.

Mereka memandang agama sebagai kamar pribadi dalam rumah kebangsaan yang majemuk. Tetapi, mereka membutuhkan agama karena adanya kehampaan ruang publik untuk membicarakan agama.

BACA JUGA

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

Apa Pentingnya Cara Pandang Bencana?

Kehampaan spiritualitas di ruang kerja dan kantor mereka, mendorong kebutuhan untuk mengenal agama, tetapi dengan cara yang modern. Diantaranya adalah membuka kajian agama di hotel.

Bagi orang-orang desa, hotel adalah simbol dari kekotaan. Penanda utama untuk memisahkan kota dan desa adalah hotel. Walaupun ada kota kecamatan dan disebut “kota” itu tetap saja bukan kota selama tidak ada hotelnya.

Masyarakat Ganda
Hotel adalah simbol persinggahan kapitalisme di tengah masyarakat agraris yang sedang berproses menuju masyarakat baru. Masyarakat modern adalah masyarakat nomaden baru. Tetapi mereka tidak berburu satwa, tetapi dolar, klien, aset, investasi dan segenap atribut ekonomi lainnya.

Kapitalisme ditandai oleh akumulasi modal, pembangunan dan modernisasi. Penetrasi kekuatan ekonomi memerlukan mandala untuk difasilitasi kelas kapitalis yang hadir untuk membangun kultur bagi bagi masyarakat agraris yang tradisional.

Ini kemudian melahirkan masyarakat ganda. Dalam bahasa ahli ekonomi Belanda, Boeke disebutnya sebagai dual societies. Namun dalam arti ekonomi yaitu sistem impor dalam bentuk kapitalisme memang telah menusuk dalam masyarakat tradisional, tetapi tidak mampu mengubah sistem sosial asli dalam masyarakat seperti yang dipersyaratkan oleh modernisasi.

Modernisasi yang membawa kapitalisme tetap tidak mampu mengubah masyarakat Indonesia-dalam kasus kajian Boeke- untuk meninggalkan nilai lama. Termasuk agama.

Tentu ini akan membuat mereka ilmuan seperti Boeke merasa terpukau. Bagaimana agama sebagai sistem sosial lama bisa berdampingan dengan kapitalisme yang lahir dari positivisme yang memandang agama sebagai sebuah gejala yang tidak relevan bagi modernisasi.

Faktanya memang seperti itu. Ada dua sistem saling berkoeksistensi. Sistem kapitalisme bersama sistem sosial lama di mana di situ agama memiliki posisi yang sangat kuat. Masyarakat ganda ini pun dapat dilihat di seperti di China, tetapi dalam konteks relasi ekonomi pasar dan sosialisme. Pasarnya kapitalistik tetapi dikontrol oleh politik sentralistik.

Hotel dan Kajian Agama
Mereka yang belajar tentang kapitalisme tentu akan heran mengapa hotel yang merupakan produk dari kapitalisme bisa mewadahi peran-peran agama di dalamnya. Mengapa bisa perangkat ini bisa dipakai untuk memperkuat dan memapankan sistem sosial lama yang dari awal ingin digusur oleh modernisasi.

Tentu ada penyebabnya asal muasal pembelokan ini dapat berlangsung. Maka mari kita telaah kembali hal ini.

Pertama, membesarnya kelas menengah muslim di berbagai posisi ekonomi politik di negara-negara muslim. Mereka bisa jadi pejabat, pengusaha, akademisi, profesional, atau profesi modern lainnya yang pada satu titik dalam perjalanan hidupnya tetap akan membutuhkan agama sebagai penuntun dalam hidupnya.

Mereka bisa jadi punya hotel, pabrik, atau konsultan profesional yang kemudian merasakan pentingnya menjadikan profesi atau usaha mereka tidak melepaskan diri dari agama. Itu dapat terjadi dan tidak akan menggangu usaha mereka.

Dengan didukung oleh struktur regulasi publik yang melarang hotel menjadi tempat maksiat -sebagaimana citra publik umumnya- maka membuka ruang bagi kajian agama di hotel merupakan sebuah pilihan strategis secara ekonomis dan mengandung nilai amal secara agamis.

Kedua, kondisi ini kemudian didukung oleh respon kreatif para tokoh agama dan ormas Islam untuk menyiarkan agama di ruang modern di mana manusia berkumpul. Sehingga lahir relasi simbiotik antara hotel dengan agama dengan kebutuhannya masing-masing.

Pada titik ini ternyata kapitalisme dan modernisasi yang pada dasarnya sekuler dan bahkan anti agama, telah berhasil dibelokkan dan ditundukkan di bawah pengaruh agama. Atau sebaliknya, mereka menyesuaikan diri untuk hidup dalam struktur yang menjadikan agama sebagai regulasi publik. Untuk saling berkoeksistensi dalam relasi simbiotik. Maka bagi ummat, tentu ini gejala yang menguntungkan. []

Tags: acehAnalisisHotelIslamKapitalismeKolom M. Rizwan Haji AliMasyarakat GandaSpiritualitas
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa
Analisis

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

by SAGOE TV
March 8, 2026
Sulaiman Tripa
Analisis

Apa Pentingnya Cara Pandang Bencana?

by Anna Rizatil
February 2, 2026
Nada Terakhir Negara di Ruang Ilmu: Membaca 35 Persen Suara Menteri di Universitas Syiah Kuala
Analisis

Nada Terakhir Negara di Ruang Ilmu: Membaca 35 Persen Suara Menteri di Universitas Syiah Kuala

by Anna Rizatil
January 2, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas
Analisis

Sabar Bukan Diam: Refleksi Etika dan Kebijakan dalam Penanggulangan Bencana Aceh

by Anna Rizatil
January 2, 2026
Ketika Kepemimpinan Diuji oleh Krisis dan Keterbukaan
Analisis

Ketika Kepemimpinan Diuji oleh Krisis dan Keterbukaan

by Anna Rizatil
December 30, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

July 21, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

July 20, 2026

EDITOR'S PICK

Pemerintah Aceh Dorong Revisi UUPA Masuk Prioritas Prolegnas 2025 demi Kepastian Dana Otsus

Pemerintah Aceh Dorong Revisi UUPA Masuk Prioritas Prolegnas 2025 demi Kepastian Dana Otsus

May 24, 2025
Pemulihan Pascabencana Aceh Diusulkan Rp153 Triliun ke Pemerintah Pusat

Pemulihan Pascabencana Aceh Diusulkan Rp153 Triliun ke Pemerintah Pusat

February 8, 2026
Kemenag Salurkan Bantuan untuk Warga dan Masjid Terdampak Banjir di Aceh Utara

Kemenag Salurkan Bantuan untuk Warga dan Masjid Terdampak Banjir di Aceh Utara

January 18, 2026
Presiden Jokowi Resmikan 24 Ruas Jalan di Aceh Tingkatkan Konektivitas dan Mobilitas

Presiden Jokowi Resmikan 24 Ruas Jalan di Aceh: Tingkatkan Konektivitas dan Mobilitas

February 8, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.