• Tentang Kami
Monday, April 20, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Jejak Keilmuan Abuya Muda Waly, Ulama Kharismatik dari Aceh Selatan

Mustafa Marwidin by Mustafa Marwidin
April 16, 2026
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Jejak Keilmuan Abuya Muda Waly, Ulama Kharismatik dari Aceh Selatan
Share on FacebookShare on Twitter

SAGOETV | BANDA ACEH – Nama Abuya Muda Waly al-Khalidi merupakan salah satu sosok sentral dalam jaringan keilmuan Islam di Aceh. Ulama kharismatik kelahiran Labuhan Haji, Aceh Selatan, ini dikenal sebagai pendakwah, pendidik, dan mursyid tarekat yang pengaruhnya melintasi generasi. Ia diyakini lahir sekitar tahun 1916, meski sejumlah sumber menyebutkan tahun 1917 atau 1919. Jejak keilmuan Abuya dibahas oleh Akademisi Aceh, Dr. Nurkhalis Mukhtar, Lc., MA, dalam tayangan podcast pada Jumat (11/4/2025).

Menurut Dr. Nurkhalis, Abuya merupakan putra dari Haji Salim bin Malim Balito, seorang ulama keturunan Padang yang menetap di Aceh mengikuti pamannya, Tuanku Abdul Karim, ulama besar di kawasan Labuhan Haji. Sejak kecil, Abuya Muda Waly tumbuh dalam lingkungan religius dan menempuh pendidikan agama di pesantren yang saat itu dipimpin oleh Abu Muhammad Ali atau dikenal sebagai Tengku Lampisang di Pasar Labuhan Haji.

BACA JUGA

Bantuan Rp260 Miliar dari Sumut untuk Aceh Diserahkan di Forum APEKSI Banda Aceh

Tenaga Medis dan Dokter Spesialis RSUD Aceh Besar Mogok Kerja, Layanan Poliklinik Terhenti

Di pesantren tersebut, Abuya belajar bersama sejumlah tokoh yang kelak menjadi ulama besar, seperti Abu Bakongan, Abu Adil Mahmud, dan Abu Bilal Yatim. Setelah menimba ilmu selama empat tahun, ia melanjutkan pendidikan ke Syekh Mahmud bin Teuku Ahmad di Lhoksukon, Aceh Utara. Di sana, Abuya mendalami sejumlah kitab besar seperti Tafsir Mahalli, Jam’ al-Jawami’, Tahrir, dan Ushul Fiqih selama kurang lebih tiga tahun.

Pada tahun 1931, Abuya sempat melanjutkan studi ke Normal Islam School di Padang. Namun, ia memutuskan kembali ke Aceh karena kurikulum di sana tidak lagi mengajarkan kitab-kitab klasik. Meskipun singkat, keberadaannya di Padang sangat berarti, karena ia sempat berguru kepada ulama besar Syekh Jamil Jaho dan kemudian menikahi putrinya. Dari pernikahan ini lahirlah sejumlah keturunan yang juga aktif dalam dakwah, seperti Abuya Amran di Pauh dan Abuya Jamal.

Pada akhir 1940-an, jelas penulis buku jejak 55 Ulama Kharismatik Aceh ini, Abuya berangkat ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji sekaligus memperdalam ilmu agama. Di sana, ia berguru kepada ulama terkemuka dunia Islam, di antaranya Syekh Ali bin Husein al-Maliki dan Syekh Yasin Padang. Ia memperoleh ijazah dan pengakuan keilmuan dari para guru tersebut, yang semakin memperkuat otoritasnya sebagai seorang ulama.

Baca Juga:  Kementerian PPPA Tingkatkan Edukasi Terkait Kekerasan Perempuan dan Anak di USK

Sekembalinya ke tanah air, kata Alumni Universitas Kairo Mesir ini, Abuya mendirikan Dayah Darussalam Labuhan Haji pada tahun 1941. Pesantren ini kemudian tumbuh menjadi pusat pendidikan Islam yang sangat berpengaruh, bukan hanya di Aceh, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia. Pesantren ini telah melahirkan banyak ulama besar yang tergolong dalam tiga generasi utama:

Angkatan Pertama, yakni 1945–1950 adalah Abu Marhaban, Abu Imam Syamsuddin, Abu Adenan Bakongan, Abu Qamaruddin, Abu Yusuf Alami, dan lainnya.Sedangkan, Angkatan Kedua, antara tahun 1951–1955, ada Abon Aziz, Abu Usman Fauzan, Abuya Muhammad Wali, Abuya Wahyudi, dan sejumlah lainnya.

Dan Angkatan Ketiga, 1955–1961 terdapat Abu Syam, Abu Fajar Dewantara, dan tokoh-tokoh lain yang kelak mendirikan pesantren serta melanjutkan perjuangan dakwah dan tarekat di berbagai wilayah.

Abuya Muda Waly dikenal memiliki keahlian mendalam dalam bidang fiqih, tasawuf, serta menjadi sosok sentral dalam dakwah tradisional yang berpijak pada nilai ilmu, adab, dan keteladanan. Sekitar 90 persen pesantren yang ada di Aceh saat ini diyakini memiliki koneksi keilmuan langsung maupun tidak langsung dengan Abuya.

Salah satu murid beliau yang dikenal luas adalah Tengku Sulaiman Nur, yang belajar selama sembilan tahun di Dayah Darussalam. Meski tidak menyelesaikan hingga tingkat akhir, ia tetap menyebarkan ilmu dari Abuya, termasuk kitab-kitab penting seperti Tuhfah, Ayatul Ushul, Jam’ al-Jawami’, dan lainnya.

Warisan Abuya Muda Waly hingga kini masih hidup dan terus berkembang melalui karya, tarekat, serta para murid dan pesantren yang tersebar di seluruh Aceh dan Nusantara. Ia bukan hanya seorang guru bangsa, tetapi juga simbol pendidikan Islam tradisional yang telah mengakar kuat di Tanah Rencong.[]

Baca Juga:  159 Lulusan PPG UIN Ar-Raniry Dikukuhkan Jadi Guru Profesional

 

Tags: Abuya Muda WalyAceh SelatanUlamaUlama Aceh
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Mustafa Marwidin

Mustafa Marwidin

Sarjana Komunikasi UIN Ar-Raniry dan Jurnalis sagoetv.com

Related Posts

Bantuan Rp260 Miliar dari Sumut untuk Aceh Diserahkan di Forum APEKSI Banda Aceh
News

Bantuan Rp260 Miliar dari Sumut untuk Aceh Diserahkan di Forum APEKSI Banda Aceh

by Anna Rizatil
April 20, 2026
Tenaga Medis dan Dokter Spesialis RSUD Aceh Besar Mogok Kerja, Layanan Poliklinik Terhenti
News

Tenaga Medis dan Dokter Spesialis RSUD Aceh Besar Mogok Kerja, Layanan Poliklinik Terhenti

by SAGOE TV
April 20, 2026
Badan Pangan Nasional Beri Penghargaan untuk Dinas Pangan Aceh Besar
News

Badan Pangan Nasional Beri Penghargaan untuk Dinas Pangan Aceh Besar

by Anna Rizatil
April 20, 2026
Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji
News

Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

by Anna Rizatil
April 20, 2026
Musriadi Aswad
News

Musriadi Aswad Terpilih sebagai Koordinator Presidium MD KAHMI Aceh Besar

by SAGOE TV
April 19, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

April 13, 2026
UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

April 20, 2026
MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

April 19, 2026
Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

April 20, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

April 17, 2026
Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 2: Ketika Ruang Diuji, Bukan Hanya Diisi

April 11, 2026

EDITOR'S PICK

Nathania Putri Asal Cot Lamkuweuh Terpilih Ikuti Seleksi Paskibraka Nasional 2025

Nathania Putri Asal Cot Lamkuweuh Terpilih Ikuti Seleksi Paskibraka Nasional 2025

May 16, 2025
Mengapa Pertanyaan 'Kapan Allah Ada' Tidak Relevan? Ini Penjelasannya

Mengapa Pertanyaan ‘Kapan Allah Ada’ Tidak Relevan? Ini Penjelasannya

March 26, 2025
Inovasi Sabun Cuci Tangan Caffresh dari Ampas Kopi Karya Mahasiswa USK Raih Pendanaan PKM-K

Inovasi Sabun Cuci Tangan Caffresh dari Ampas Kopi Karya Mahasiswa USK Raih Pendanaan PKM-K

September 22, 2025
Mualem Usulkan Pembangunan Terowongan Geurutee ke Bappenas demi Keselamatan dan Ekonomi Aceh

Mualem Usulkan Pembangunan Terowongan Geurutee ke Bappenas demi Keselamatan dan Ekonomi Aceh

September 14, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.