BANDA ACEH | SAGOE TV – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) kembali mengukir prestasi gemilang di panggung internasional. Tim delegasi FK USK berhasil meraih Juara I (1st Winner) Scientific Poster Competition dalam ajang bergengsi East Asian Medical Students’ Conference (EAMSC) 2026 yang berlangsung di Nepal pada Januari 2026.
Prestasi membanggakan ini diraih melalui riset bertajuk “Innovative Esketamine Nasal Spray as Adjunctive Therapy for Treatment-Resistant Depression: A Systematic Review and Meta-Analysis on Its Potential Use in Healthcare Workers.” Penelitian tersebut mengangkat isu krusial terkait kesehatan mental tenaga kesehatan, yang menjadi perhatian global dalam dunia medis.
Tim peneliti terdiri dari lima mahasiswa FK USK, yakni Salwa Keisha, Nazira Evanda, Naja Nurilhaqqi Araz Albani, Putri Suhaila, dan Najwa Alifa. Melalui pendekatan systematic review dan meta-analysis, mereka mengkaji efektivitas penggunaan esketamin semprot hidung sebagai terapi tambahan bagi pasien depresi yang resisten terhadap pengobatan konvensional.
Penelitian ini secara khusus menyoroti tenaga kesehatan sebagai kelompok yang sangat rentan mengalami tekanan psikologis, burnout, hingga depresi akibat beban kerja yang ekstrem. Inovasi yang diangkat selaras dengan tema besar EAMSC 2026, yakni “Mental Health and Wellbeing: Addressing the Silent Crisis.”
“Penelitian ini kami susun sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental rekan sejawat dan tenaga kesehatan yang kerap terabaikan, padahal mereka merupakan garda terdepan dalam sistem pelayanan kesehatan,” ujar Salwa Keisha.
Persaingan dalam ajang ini berlangsung ketat. Tim FK USK harus berhadapan dengan delegasi dari berbagai universitas ternama di kawasan Asia Timur, termasuk dari Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Hongkong, Singapura, dan Thailand.
Dewan juri internasional menilai karya mahasiswa FK USK unggul dari segi relevansi topik, ketajaman metodologi penelitian, serta kontribusi nyata terhadap pengembangan diskursus kesehatan mental berbasis evidence-based medicine.
Keikutsertaan tim FK USK dalam EAMSC 2026 merupakan bagian dari delegasi Asian Medical Students’ Association (AMSA) Universitas Syiah Kuala di bawah naungan AMSA Indonesia, sekaligus menegaskan peran aktif mahasiswa kedokteran Aceh dalam jejaring akademik global.
Capaian ini mendapat apresiasi tinggi dari pimpinan universitas. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Mustanir, menyatakan bahwa prestasi tersebut mencerminkan kualitas pembinaan mahasiswa USK yang mampu bersaing di level internasional.
“Prestasi di Nepal ini membuktikan bahwa mahasiswa USK mampu menghadirkan kontribusi ilmiah yang relevan terhadap isu global. Kami berkomitmen penuh untuk terus mendukung pengembangan potensi mahasiswa agar berani membawa nama USK ke panggung dunia,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan FK USK, Dr. Rina Suryani Oktari. Menurutnya, capaian ini menunjukkan perpaduan antara keunggulan akademik dan kepekaan sosial mahasiswa.
“Karya ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FK USK tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap isu kesehatan global. Ini merupakan inspirasi bagi seluruh civitas akademika,” ujarnya. []



















