• Tentang Kami
Monday, July 20, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Malam Puasa 24, Eksekusi Tanggung Jawab Sosial Ibadah Kita

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
March 23, 2025
in Ramadhan
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Dr Sulaiman Tripa

Dr. Sulaiman Tripa. Foto: Dokpri

Share on FacebookShare on Twitter

Subuh tadi di masjid, saya diminta menyampaikan sedikit materi seputar Puasa. Hal utama yang saya sampaikan bahwa kita perlu masuk bersama-sama ke dalam surganya Allah, yang telah dijamin bagi orang-orang yang beribadah di bulan ini. Orang-orang yang belum bergerak dan ada di sekitar kita, sudah seharusnya diingatkan. Orang-orang yang masih berleha-leha, juga diajak untuk menjemput kompensasi ibadah yang tak terhitung jumlahnya. Dalam satu Hadits Qudsi, Allah menyatakan akan memberi sendiri pahala orang-orang yang berpuasa.

Dengan demikian, orang-orang yang santai di warung kopi, juga diingatkan agar bergerak. Tanggung jawab sosial ini, saya kira bagian dari kewajiban kita yang beribadah pada bulan penuh rahmah ini. Pasalnya, dalam ceramah sebelumnya, penceramah membandingkan orang yang duduk di warung kopi dengan mereka yang beribadah di dalam masjid. Barangkali tidak ada orang yang secara terang-terangan mengajak jamaah warung kopi ini menjadi jamaah masjid.

Orang yang di warung kopi bisa betah duduk dan ngobrol berjam-jam. Apa yang menyebabkan mereka mampu melakukannya? Karena untuk duduk di sana mereka begitu yakin dengan apa yang dilakukan. Duduk di warung kopi dilakukan dengan penuh kesadaran. Karena ada sesuatu yang ingin dirasakan di sana, maka semangat untuk mendapatkan sesuatu itu yang membantu merealisasikannya.

BACA JUGA

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh

Apakah di dalam ibadah tidak bisa demikian? Tentu bisa saja. Sejumlah masjid yang dipersiapkan dalam sepuluh akhir bulan Puasa, menandakan semuanya bisa dicapai. Mereka yang beribadah malam tidak sedikit jumlahnya, terutama sejumlah masjid yang kepanitiaannya menyiapkan segala sesuatu secara maksimal. Jamaah shalat malam bisa melebihi daya tampung.

Sejumlah masjid yang secara kreatif memanfaatkan peluang itu, kenyataannya bisa mewujudkan kemakmuran masjid. Berbeda dengan yang tidak dipersiapkan, orang yang hadir biasa saja. Persiapan yang dilakukan menyangkut dua hal. Panitia berusaha memfasilitasi sejumlah kebutuhan jamaah, seperti kebersihan dan makanan. Termasuk untuk fasilitas sahur bagi mereka yang rumahnya jauh dari lokasi. Persiapan lain menyangkut dengan isi-isi ceramah yang bisa menyemangati mereka yang ingin merealisasikan ibadah malam.

Persiapan yang akan melahirkan semangat untuk melakukannya. Dengan semangat yang menyala demikian, tidak soal jam berapapun, akan mampu direalisasikan. Dalam ibadah, persiapan ini yang umumnya dimiliki mereka yang konsisten. Setidaknya saya merasakan ada dua pengalaman. Di masjid kampung, ada jamaah tetap. Umumnya sudah berusia lanjut. Ada sebagian kecil yang masih muda. Setiap saya shalat jamaah di sini, orang-orang tersebut selalu ada. Termasuk tarawih, orang ini selalu ikut.

Berbeda dengan anak-anak muda yang berpindah-pindah tempat. Dari ujung saf depan, berpindah ke saf tiga, lalu maju ke saf dua. Hingga bisa kembali lagi ke saf pertama. Alasannya karena ingin mendapatkan penyegaran, agar tarawih setiap malam mampu diselesaikan.

Mereka yang bertahan, berbeda dengan orang-orang yang justru tidak datang sama sekali. Atau malah tidak menyelesaikan secara penuh. Orang yang penglihatannya tidak jelas di atas, seolah menjadi potret bagaimana kita harus banyak belajar untuk mempersiapkan banyak hal dalam hidup ini.

Pengalaman satu lagi, ketika menyaksikan di suatu tempat, dalam hal alat komunikasi, semisal telepon pintar, yang digunakan tidak pada tempatnya. Orang-orang yang shalat tarawih dan memilih saf depan, namun menyalakan alat komunikasinya setiap selesai dua rakaat tarawih.

Hal ini menandakan bahwa alat komunikasi selalu dipakai berdasarkan orientasi masing-masing pemiliknya. Di dalam atau di luar masjid, Anda bisa melihat seseorang yang memegang alat komunikasi untuk membuka dan membaca ayat-ayat suci. Di pihak lain, tak jarang, ketika berada di tempat-tempat yang suci sekalipun, kita tidak bisa menahan diri untuk tidak memakai alat komunikasi barang sejenak.

Begitu kuatnya posisi alat ini, sampai-sampai ada sebagian orang, sekiranya bisa menjawab selagi shalat pesan-pesan yang masuk, maka akan dijawab pada waktu itu. Namun hal demikian, tentu tak dibenarkan. Makanya kenyataan lain yang tampak, bahwa seseorang yang tidak bisa menahan diri barang sebentar dari menjawab atau melihat berbagai pesan yang masuk, menyebabkan ianya tidak bisa memisahkan tangannya dari alat komunikasi.

Begitulah. Alat komunikasi, secara tidak tersirat, bagi sebagian seperti menjadi pujaan baru. Buktinya, ia selalu ada di sisi kita ketika dalam posisi apapun. Bahkan posisi ini, terkesan jauh lebih penting, misalnya maaf, ketika ada panggilan-panggilan untuk ibadah. Seberapa banyak orang langsung bergerak ketika kita dipanggil atau diberitahukan untuk beribadah? Berbeda dengan persiapan kita dalam menyambut pesan-pesan yang masuk melalui alat komunikasi. Apakah ini tandanya? Ada berbagai macam jawaban. Sebagian mengatakan kita sudah mementingkan hal itu jauh lebih penting dari yang lain. Dan untuk hal ini, patut menjadi peringatan. Orang-orang yang tidak bisa menempatkan diri, dalam menggunakan alat-alat semacam itu, sudah pada tempatnya kita untuk melakukan evaluasi diri.

Bisa dibayangkan bila ada orang yang sengaja menempatkan diri di saf depan dalam sebuah ibadah, namun ia sibuk mengurusi alat komunikasinya ketimbang untuk serius merenungi sedang terjadi apa dalam rumah ibadah tersebut. Ada orang yang menduga bahwa orang bisa mengaji melalui alat ini. Ketahuilah apabila kita berdiri di samping orang yang memakai hal tersebut, kita bisa gamblang menyaksikan apa yang sedang mereka mainkan. Tidak perlu mengintip, karena banyak kita yang juga tidak malu menjawab dan mengirim pesan pada saat-saat yang demikian.

Sudah beberapa kali saya lihat anak muda asyik sekali dengan alat komunikasi. Mengirim pesan melalui WhatsApp dan Facebook. Tidak ada yang salah, hanya mungkin ia melakukan pada waktu yang kurang tepat. Orang yang duduk pada saf depan, lalu kusyuk sekali dengan mengirim dan menjawab pesan, itu akan terpengaruh sekali kepada yang lain. Orang yang bisa menempatkan diri, tidak mungkin menggunakan waktu dan tempat yang demikian untuk sesuatu yang kurang penting –setidaknya dibandingkan dengan kepentingan yang bersangkutan ketika berdiri di saf depan tersebut.

Siapa peduli mengenai hal ini? Bagi sebagian, ibadah itu ditempatkan pada ruang yang sangat individual. Tapi bagi saya, orang yang sibuk demikian harus diusik karena tidak pada tempat dan waktu yang tepat. Mentalitas yang sakit ini harus diperbaiki oleh kita semua.

Konteks yang saya sebut terakhir ini juga butuh persiapan. Tidak mudah meninggalkan alat komunikasi yang selama ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sebagian orang. Bahkan ketika alat semacam itu tidak ada di sampingnya, ia bisa berada dalam kondisi yang sakit jiwa. Tentu kondisi semacam ini butuh persiapan untuk mengelola penggunaannya. Dipakai pada waktu yang tepat, dengan tempat yang tepat.

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

[es-te, Ahad, 23 Puasa 1446, 23 Maret 2025]

Tags: ArtikelDr Sulaiman TripaIbadahMalamPuasaRamadhanSosial
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari
Ramadhan

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari

by Husaini
February 24, 2026
Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh
Ramadhan

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh

by SAGOE TV
February 19, 2026
sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 30, Selesaikanlah Urusan dengan Manusia

by Sulaiman Tripa
March 29, 2025
Dr Sulaiman Tripa
Ramadhan

Malam Puasa 29, Apa yang Membekas dari Puasa Kita?

by Sulaiman Tripa
March 28, 2025
sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 28, Belajar Mengelola Nafsu

by Sulaiman Tripa
March 27, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
UIN Ar-Raniry Tambah 6 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini Capai 66 Orang

UIN Ar-Raniry Tambah 6 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini Capai 66 Orang

July 14, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak Analisis Postur Anggaran Terhadap Janji Visi & Program Muzakir Manaf-Fadhlullah

Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak

July 11, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026

EDITOR'S PICK

sulaiman tripa

Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidupnya

April 4, 2025
Australia-Indonesia Dukung Wirausaha Perempuan di Bidang Ekonomi Hijau

Australia-Indonesia Dukung Wirausaha Perempuan di Bidang Ekonomi Hijau

March 18, 2025
UIN Ar-Raniry Kukuhkan 1.488 Guru Profesional, Rektor AI Tak Akan Pernah Gantikan Sentuhan Guru

UIN Ar-Raniry Kukuhkan 1.488 Guru Profesional, Rektor: AI Tak Akan Pernah Gantikan Sentuhan Guru

July 11, 2026
KLHK Bentuk Timdu Hutan Adat

KLHK Bentuk Timdu Hutan Adat

February 8, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.