• Tentang Kami
Sunday, April 19, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Malam Puasa 26, Menjelang Detik-detik Akhir

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
March 25, 2025
in Ramadhan
Reading Time: 4 mins read
A A
0
sulaiman tripa

Dr Sulaiman Tripa

Share on FacebookShare on Twitter

Malam ini, sudah memasuki 26 puasa. Sudah 25 hari kita tuntaskan –sekiranya puasa dimulai 1 Maret. Dengan perjalanan dan menyambut detik-detik akhir, apakah kita sudah melakukan evaluasi dengan baik atas apa yang kita laksanakan. Terutama untuk ibadah pada bulan mulia ini, apakah kita merencanakan dengan baik sejak dari sebelum masuknya bulan Puasa? Mungkin tidak semua orang memiliki rencana yang matang, terkait target-target apa yang ingin diselesaikan pada bulan ini.

Pada lapis lainnya, ada sebagian orang yang memang merencanakan dengan baik. Atas berbagai keadaan, kemudian sejumlah rencana berubah. Ada yang berubah sedikit. Pun ada juga yang berubah drastis. Orang Aceh bilang, kon bak ta ariet patah. Penyebabnya pun bisa beragam. Bisa berasal dari diri sendiri, bisa juga disebabkan pengaruh eksternal kita.

Kedua kondisi tersebut, apakah kita evaluasi dengan baik? Dengan evaluasi memungkinkan kita menentukan ketercapaian target menjelang detik-detik akhir ini. dengan sisa enam hari lagi, mudah-mudahan bisa ditunaikan apa yang sudah direncanakan. Dengan evaluasi ini pun kita bisa berefleksi atas apa yang kita alami masing-masing.

BACA JUGA

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh

Saya kira, kita juga tidak boleh lupa dengan satu hal: langkah, rezeki, pertemuan, dan maut, adalah rahasia. Semua itu harus diperhitungkan saat melakukan sesuatu. Bahkan orang-orang yang ingin mengerjakan kebaikan sekalipun, harus berpikir dengan berbagai hal yang diluar kemampuannya.

Manusia boleh saja menyiapkan program yang jitu, dengan langkah pelaksanaan yang terukur, lengkap dengan langkah alternatif, jika nanti langkah utama gagal. Semua itu masuk dalam konteks rencana. Sesuatu yang direncanakan itu, tidak selalu sesuai dengan realisasinya.

Baca Juga:  Jelang Ramadhan, Warga Kalasegi Aceh Tengah Minta Presiden Segera Bangun Huntara

Banyak hal yang kita alami sebagai manusia, muncul tiba-tiba. Terlepas apakah kemunculan sesuatu itu akan memudahkan kita, atau justru sebaliknya, menyulitkan aktivitas kita. ketika berkunjungan ke suatu tempat, dengan tujuan tertentu, kerap berubah ketika di tempat tertentu itu bertemu dengan orang yang tidak kita duga. Atau bisa jadi, ketika kita berada di tempat itu, ada suasana lain yang menyebabkan apa yang kita rencanakan di awal kemudian berubah tiba-tiba.

Hal demikian sering dialami manusia. Malah ada ungkapan yang sering kita dengar, bahwa manusia boleh saja berencana. Namun untuk bisa terlaksana atau tidak, seyogianya kita tidak melupakan berbagai faktor lainnya. Ketentuan Pencipta menjadi hal yang lain yang harus kita yakini.

Dengan demikian, ketika jalan yang sudah direncanakan, kemudian berubah, tidak lantas memunculkan sesuatu yang negatif. Bisa jadi sesuatu yang menyulitkan di awal, akan memudahkan segala urusan kita di akhir. Bisa jadi ketika terjadi sesuatu pada waktu itu, sesungguhnya untuk terselamatkan sesuatu yang lebih besar.

Selalu berpikir positif akan menyebabkan seseorang bisa menerima apapun yang dialami secara positif. Dengan berpikir positif, seseorang akan dapat berpikir berbagai masalahnya dengan tenang. Ketenangan tersebut akan memberi pengaruh positif terhadap solusi yang akan diambil. Begitulah hubung-kaitnya.

Saya punya satu pengalaman yang mungkin menarik. Suatu waktu, ketika dapat tugas selama tiga hari ke lapangan, saya membayangkan bisa melakukan banyak hal. Terbayang bahwa ketika berada di lapangan, akan tersedia banyak waktu, terutama pada malam hari. Dengan waktu yang ada, bisa melakukan banyak kegiatan lain yang juga direncanakan. Mengenai berbagai kegiatan, selain kegiatan utama, sebenarnya dalam hidup kita, disadari atau tidak, dipahami atau tidak, ada banyak yang harus dilakukan.

Baca Juga:  Malam Puasa 25, Pentingnya Kerja Bersama

Sebagian orang berhasil menyusun berbagai kegiatan itu dalam suatu penyusunan skala prioritas. Orang yang tipe begini, bisa menyelesaikan kegiatan yang super penting terlebih dahulu, baru kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penting dan yang kurang penting. Supernya lagi, orang ini lagi bisa mensortir untuk meminggirkan kegiatan-kegiatan yang tidak penting. Sedangan di luar itu, ada sebagian yang justru bukan hanya tidak mampu memilah dan memilih untuk mengurutkan super penting hingga yang penting, bahkan yang lebih parah justru tidak memahami apa yang penting dan yang tidak penting itu.

Saya sendiri masuk pada kategori memahami yang mana yang penting dan yang tidak, namun kadangkala, kegiatan yang seharusnya super penting sering dikacaukan dengan agenda-agenda yang penting dan yang kurang penting. Kegiatan yang seharusnya bisa ditunda dikerjakan, seharusnya akan dilakukan kemudian, tiba-tiba ketika di lapangan, yang terpegang justru yang kurang penting itu lebih dahulu. Sebaliknya, kegiatan yang seharusnya segera harus diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, lebih lambat dari yang direncanakan.

Sudah beberapa kali yang saya cadang untuk penyelesaikan seperti itu, tiba-tiba kacau di lapangan. Itu juga yang terulang pada kunjungan ke lapangan waktu itu. Banyak yang saya agenda sebagai sangat penting, tiba-tiba yang terpegang dan selesai, agenda-agenda yang biasa saja.

Agenda yang saya sebutkan, itu pun selesai setelah sekian banyak waktu juga tersisa untuk acara yang di luar agenda. Dalam tiga atau empat hari, melakukan tugas yang seharusnya bisa diselesaikan dalam dua hari saja. Masalahnya menjadi berbeda ketika di lapangan, kita berjumpa dengan banyak hal yang tidak terduga. Ketika mendatangi orang yang bisa memberi informasi tertentu, tinggal di dekat lokasi yang banyak diperbincangkan, lalu setelah selesai dengan yang bersangkutan, kita jadi tergoda untuk datang ke lokasi tersebut. Lalu ketika sampai di sana, kita juga berjumpa dengan teman lama, lalu agenda bisa berubah dalam sekejap.

Baca Juga:  Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari

Kita yang seharusnya menjumpai orang yang sudah teragenda, beranggapan bahwa yang baru saja berjumpa dengan penting, sehingga waktu terus bergeser. Perjumpaan itu sering tidak sederhana, karena bahkan bisa berjam-jam ngobrol dengan teman lama sambil minum kopi –atau semacamnya. Ketika di tempat tersebut, perjumpaan dengan orang-orang yang kita kenal sering bertambah –yang membuat kebutuhan waktu untuk hal tersebut menjadi bertambah.

Kondisi inilah yang saya kira penting untuk kita ubah. Kita harus konsisten pada agenda yang telah tersusun, walau bukan berarti menutup ketika ada proses menyambung silaturahim. Dua-duanya tetap penting dan bisa dilaksanakan dengan rasa bahagia apabila semua agenda berjalan sempurna. Ini harus dilakukan.

Selebihnya setelah matang berencana, siapkanlah pula jiwa kita. Saat berhadapan dengan hal-hal yang berpotensi berubah arah kita, jiwa harus dikuatkan. Konteksnya ia akan bergerak untuk memahami apa yang sesungguhnya terjadi. Di lain pihak, ada kesiapan untuk menerima berbagai hasil yang dicapai.

Orang-orang yang menganggap proses sangat penting, tidak terlalu terpikir bagaimana hasilnya. Namun orang-orang yang mempersiapkan diri dengan matang, bisa berharap akan tercapai dua-duanya.

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

[es-te, Selasa, 25 Puasa 1446, 25 Maret 2025]

Tags: ArtikelDr Sulaiman TripaMalamPuasaRamadhan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari
Ramadhan

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari

by Husaini
February 24, 2026
Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh
Ramadhan

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh

by SAGOE TV
February 19, 2026
sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 30, Selesaikanlah Urusan dengan Manusia

by Sulaiman Tripa
March 29, 2025
Dr Sulaiman Tripa
Ramadhan

Malam Puasa 29, Apa yang Membekas dari Puasa Kita?

by Sulaiman Tripa
March 28, 2025
sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 28, Belajar Mengelola Nafsu

by Sulaiman Tripa
March 27, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

April 13, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
PSAP Sigli Juara Liga 4 Aceh 2025/2026, Kalahkan Al Farlaky FC 2-0 di Final

PSAP Sigli Juara Liga 4 Aceh 2025/2026, Kalahkan Al Farlaky FC 2-0 di Final

April 12, 2026
Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 2: Ketika Ruang Diuji, Bukan Hanya Diisi

April 11, 2026
Mualem Minta Dana Otsus Aceh Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI, Ini Responsnya

Mualem Minta Dana Otsus Aceh Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI, Ini Responsnya

April 17, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

April 16, 2026
Persiraja Kalah Dramatis 3-4 dari Adhyaksa FC, Jaya Hartono Soroti Tambahan Waktu

Persiraja Kalah Dramatis 3-4 dari Adhyaksa FC, Jaya Hartono Soroti Tambahan Waktu

April 13, 2026

EDITOR'S PICK

Bupati Aceh Selatan Mirwan

Bupati Aceh Selatan Mirwan Terima Keputusan Nonaktif 3 Bulan, Sampaikan Maaf kepada Masyarakat

December 9, 2025
Aceh Perjuangkan Dana Otsus Permanen dan Pengembalian Blang Padang ke Masjid Raya Baiturrahman

Aceh Perjuangkan Dana Otsus Permanen dan Pengembalian Blang Padang ke Masjid Raya Baiturrahman

July 4, 2025
gempa

Gempa 5,8 Magnitudo Guncang Banda Aceh, Getaran Terasa hingga Pidie

October 13, 2024
Pon Yaya Dilantik Pimpin KONI Aceh 2025-2029, Target Pertahankan Peringkat Enam Besar PON

Pon Yaya Dilantik Pimpin KONI Aceh 2025-2029, Target Pertahankan Peringkat Enam Besar PON

November 27, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.