• Tentang Kami
Friday, June 5, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Marahet

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
March 24, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Marahet
Share on FacebookShare on Twitter

Terlalu rumit untuk menjelaskan kepada anak sekarang mengenai sejumlah istilah yang dipakai para orang tua dulu. Marahet. Maop. Mareungge. Geunteut.

Masih ada yang percaya hal semacam itu? Tetapi makhluk tidak terlihat itu bukannya tidak ada. Ketika para orang tua mempersonifikasikan sesuatu yang diinginkan agar mudah tercapai tujuan mereka, maka posisi saat itu kreatif. Dengan zaman mereka, mungkin tidak ada sesuatu yang lain yang bisa diistilahkan dalam rangka membuat anak mereka percaya atas apa yang diinginkan mereka. Cara itulah, salah satunya.

Di luar konteks benar atau salah, percaya atau tidak, keliru atau tidak, masuk akal atau tidak, bahwa ada sesuatu yang ingin dirasiokan oleh para orang tua. Tidak ada bahasa lain untuk memudahkan mereka dalam menjaga anak-anaknya. Maka istilah yang direproduksi itu sekaligus diharapkan jadi pembatas dari arena jelajah anak. Ketika jelajah mereka sudah keluar dari jalur yang diijinkan, jurus pamungkas ini yang akan dipakai.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Dalam kehidupan sosial, jurus ini terkait internalisasi pola perilaku. Ketika saya masih kecil, saya mendapatkan istilah maop dan hantu dalam masyarakat. Istilah ini, boleh dibilang sebagai terminologi yang ragam makna. Di satu sisi, istilah itu kadang-kadang dimunculkan orang tua untuk menjaga batas jelajah anaknya, agar mudah dikontrol.

Bersama teman-temannya, seorang anak bisa bermain jauh ke hutan sekitar kampung untuk mencari buah-buahan. Jelajah demikian, bagi anak adalah permainan. Sedangkan bagi orang tua, perilaku demikian dianggap berisiko. Jusrus pamungkas yang dimunculkan, berangkat dari sisi ini, justru bisa menakutkan anak-anak. Dan jalan ini sepertinya sangat efektif.

Akan tetapi dalam kenyataan, jangan lupa, hantu itu juga bukan sesuatu yang sepenuhnya imaji. Ia bisa dirasakan nyata. Ada berbagai bentuk yang bisa ditangkap dalam masyarakat, seperti geunteuet, burong, atau jen. Anda yang tidak pernah melihat makhluk halus semacam itu, akan mengatakan itu sebagai reproduksi pengontrol. Akan tetapi tidak sedikit dari mereka yang pernah berhadapan –bahkan menghadapi dalam suasana yang sulit kita bayangkan.

Begitulah ketika isu semacam itu berhadapan dengan kehidupan kita. Antara ada dan tiada. Paling tidak, kita diuji sejauhmana kita peduli dengan anak-anak geneologis dan teoritorial kita. Sejauhmana kita kenal anak-anak tetangga, sehingga saat jumpa di tempat yang tidak seharusnya, apa yang akan kita lakukan? Konon lagi dalam suasana penculikan, sangat disayangkan bila ada orang yang dalam kampung tersebut tidak tahu menahu.

Konteks yang lain, adalah isu yang meresahkan. Sudah sejumlah gelombang munculnya isu yang begitu meresahkan. Tidak semua orang percaya. Berangkali dari pengalaman dan apa yang dilihat.

Sejumlah berita juga memperlihatkan hal yang sama. Ada berita yang memberitakan bahwa isu penculikan anak itu, tidak terjadi. Sementara sejumlah masyarakat mendapatkan pengalaman yang berbeda. Ada yang menjadi korban dari isu ini. Artinya ada yang tidak sekedar isu.

Ketika berbagai isu beredar, saya mendapatkan sejumlah foto yang menurut saya tidak seharusnya beredar. Namun apa boleh buat, media semacam ini menjadi lalu lintas yang terkesan tiada batas. Semua tersebar sedemikian rupa. Mereka yang mendapatkan sesuatu informasi pun, tidak semua mencoba menyelidiki dulu apa benar sungguh-sungguh atau hanya reproduksi kepalsuan yang tujuannya ingin membuat ketakutan dan keresahan massal.

Saya kira Anda juga mungkin memiliki pengalaman yang sama. Mengirim sesuatu yang membuat orang tertarik, tidak berapa lama, Anda yang mengirim akan menerima kiriman itu kembali. Untuk kiriman yang mungkin sudah diperdebatkan dan terbukti tidak benar, bahkan kita terima ketika debat itu masih belum terlupa.

Artinya ada sebagian orang, ketika menerima sesuatu, tidak membaca seutuhnya apa sebenarnya yang dimaksudkan. Dengan modal copy and paste, atau forward, tinggal menggeser jari di layar. Tidak terkecuali, hal semacam ini kadang-kadang dilakukan oleh orang yang kita kagumi.

Begitulah, tabayun, seharusnya ada dalam benak masing-masing orang. Sehingga begitu mendapatkan sesuatu, terutama yang berakibat serius bagi banyak orang, seharusnya dibaca dulu berulang kali untuk memastikan bahwa informasinya itu benar dan tidak keliru. Namun entah siapa yang peduli?

 

Tags: acehaceh 2021aceh hebathoaxkearifanmarahetNasional
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 3, 2026
IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

June 4, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

June 3, 2026
Dari Meja yang Sama

Dari Meja yang Sama

June 3, 2026
Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

September 12, 2025
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
Skate Park Stage Volume 1-8 Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

Skate Park Stage Volume 1-8: Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

May 25, 2026
12.648 Peserta UTBK SNBT 2026 Ikuti Ujian di USK, Rektor Ingatkan Jangan Salah Lokasi

3.886 Peserta Lulus SNBT 2026 di USK, Ini Daftar Prodi Paling Diminati

May 26, 2026

EDITOR'S PICK

Maraknya Pengemis dan Eksploitasi Anak di Banda Aceh, DPRK Desak Langkah Tegas

Maraknya Pengemis dan Eksploitasi Anak di Banda Aceh, DPRK Desak Langkah Tegas

March 26, 2025
Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Musriadi

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh: Kasus HIV/AIDS di Aceh Meningkat, Tindakan Bersama Dibutuhkan

April 28, 2025
USK Aceh Jajaki Kerja Sama Bisnis Produk Inovasi Nilam dengan Indonesia Airlines

USK Aceh Jajaki Kerja Sama Bisnis Produk Inovasi Nilam dengan Indonesia Airlines

April 10, 2025
Upacara HUT ke-79 RI di Aceh Dimeriahkan Drama Kolosal Laksamana Malahayati

Upacara HUT ke-79 RI di Aceh Dimeriahkan Drama Kolosal Laksamana Malahayati

August 17, 2024
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.