• Tentang Kami
Thursday, October 22, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Memaknai Syedara

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
March 20, 2025
in Artikel
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Grak ngon Gidham
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sulaiman Tripa.
Dosen Universitas Syiah Kuala, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Meusyedara, secara sederhana bisa diartikan sebagai usaha (untuk) bersaudara. Di Aceh, tali persaudaraan semacam ini disambung dengan berbagai penyambung. Ada yang secara geneologis, pun tidak kurang secara teritorial. Orang-orang yang meusyedara, biasanya semakin dekat dengan meuseuraya. Meuseuraya ini dekat dengan meuripee.

Dalam Kamus Bahasa Indonesia-Aceh yang disusun Hasan Basry, maksud meuripee dan meuseuraya hakikatnya hampir sama. Keduanya ingin mengurangi beban kebutuhan orang-orang dalam suatu lingkungan. Ketika ada keinginan untuk melaksanakan hajat dalam satu keluarga, semua anggota urun (urunan). Bukan sesuatu yang berat menyediakan seekor sapi untuk kebutuhan demikian, ketika semua anggota di dalamnya turut serta. Proses inilah yang bergeser dari satu anggota ke anggota lain.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Dalam konteks kegiatan yang membutuhkan tenaga, mereka juga saling menyumbang satu sama lain. Pekerjaan berat orang yang satu, akan dibantu oleh sesama. Ketika ini berpindah, maka orang yang pernah dibantu, akan turut membantu. Begitulah selalu prosesnya berputar. Tidak masalah jika hal itu dilakukan dengan perasaan bahagia. Perasaan ini muncul ketika tidak ada proses hitung-hitung. Kerja di tempat kita sedikit lebih ringan dan di tempat orang agak sedikit berat, merupakan hal-hal yang tidak dihitung. Kalkulasi untung-rugi, berat-ringan, tidak tampak.

Dalam wujud yang lain, dengan tanpa proses perlu pergantian, dinamakan dengan meuseuraya. Dalam Kamus di atas disebutkan, kata meuseuraya ini diungkapkan dengan banyak sekali makna, mulai dari bahu-membahu, ikut serta, gotong royong, mengerahkan orang, cara kolektif, koperatif, serentak, rombong (an), dan sanding. Semua kata-kata itu bermakna (meu)seuraya.

Umumnya pekerjaan yang dilakukan milik umat, atau terkait dengan kepentingan orang banyak. Kepentingan ini antara lain ditentukan oleh bagaimana perasaan sesama itu masih melekat. Cara paling mudah untuk membuktikan adalah seberapa orang merasa harus ikut serta ketika ada masalah muncul dalam kehidupan mereka. pekerjaan bersama yang dilakukan juga bermaksud memudahkan kehidupan mereka sendiri.

Membersihkan kampung semacam saluran air, membangun bangunan publik, dan sebagainya. Bahkan untuk melunasi utang orang yang sudah meninggalkan pun, akan dilakukan dengan pola ini. Di kampung-kampung biasanya ada orang yang secara geneologis tinggal sebatang kara. Orang yang demikian meninggalkan dari orang lain. Ketika ia meninggal, maka orang-orang kampung akan melunasi utangnya –kecuali jika tempat orang berutang itu memaafkan.

Zaman yang semakin miskin nilai bersama, akan mempertanyakan saling bersanding semacam ini. Dengan semakin mengentalnya sikap individual, orang sudah merasa bisa memenuhi berbagai kebutuhan dirinya tanpa perlu bantuan orang lain. Bahkan ketika ada orang yang musibah di samping rumah pun, sudah tidak merasa ada kebutuhan untuk mengunjunginya.

Padahal dalam nilai bersama, ketika pada kondisi ini, orang tidak melakukan aktivitas apapun sebelum di rumah musibah diselesaikan secara bersama.

Begitulah, lalu dalam dunia yang miskin nilai ini, orang-orang sudah tidak bisa mengenal satu sama lain secara mendalam. Antar orang kampung bahkan sudah tidak mampu mengenali sesama mereka. Malah ada kesan selama ini, orang baru saling mengenal tetangganya ketika ada masalah. Waktu semuanya diselesaikan, para orang tua menjelaskan posisi mereka yang bermasalah itu. Bukan hanya dengan saudara dekat teritorial, bahkan dengan saudara dekat geneologis pun, orang-orang sudah banyak berhijab.

 

Tags: Acehbersaudaramemaknaisyedara
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Arsip tabloid asAsi

asAsi: Nyawöung dalam Wujud Lain

October 16, 2026
KPK Anugerahkan Penghargaan kepada 15 Desa Antikorupsi di Aceh, Ini Daftarnya

KPK Anugerahkan Penghargaan kepada 15 Desa Antikorupsi di Aceh, Ini Daftarnya

October 21, 2026
Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

Luna Maya Kunjungi MIN 4 Aceh Besar, Beri Pesan untuk Siswa dan Guru

October 16, 2026
Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

Nama Punggung Ilham Udin Tak Sesuai Registrasi, Persiraja Didenda Rp20 Juta

October 15, 2026
Muhammad Riza Nurdin Direktur Komersial PT PEMA

Muhammad Riza Nurdin Ditunjuk Jadi Direktur Komersial PT PEMA

October 20, 2026
Risnawati Ridwan

Kabut Asap Sampai ke Aceh, Apa yang Sudah Kita Ajarkan kepada Anak-anak?

October 18, 2026
Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

Dek Fadh Sambut Pangdam Iskandar Muda yang Baru, Brigjen TNI Mahesa Fitriadi

October 18, 2026
Baun Thoib Soaloon Kepala Kantor Bahasa Kepri

Mendikdasmen Lantik 162 Pejabat, Baun Thoib Soaloon Jabat Kepala Kantor Bahasa Kepri

October 18, 2026
Wisuda 227 Lulusan, UIA Beri Hadiah Umrah untuk Prodi S1 Ekonomi Syariah Berpredikat Unggul

Wisuda 227 Lulusan, UIA Beri Hadiah Umrah untuk Prodi S1 Ekonomi Syariah Berpredikat Unggul

October 21, 2026

EDITOR'S PICK

Menteri AHY Apresiasi Generasi Muda dalam Kompetisi Film KIP Kuliah/Bidikmisi Awards

Menteri AHY Apresiasi Generasi Muda dalam Kompetisi Film KIP Kuliah/Bidikmisi Awards

August 29, 2024
Cek Kesehatan Gratis Andalan Menjaga Raga

Cek Kesehatan Gratis Andalan Menjaga Raga

August 17, 2026
AJI Banda Aceh dan MJC Jalin Kerja Sama dengan S2 KPI UIN Ar-Raniry

AJI Banda Aceh dan MJC Jalin Kerja Sama dengan S2 KPI UIN Ar-Raniry

January 22, 2025
Siem Reap Kota Para Turis dan Pengetahuan

Siem Reap Kota Para Turis dan Pengetahuan

November 28, 2022
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.