• Tentang Kami
Friday, September 4, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Memaknai Syedara

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
March 20, 2025
in Artikel
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Grak ngon Gidham
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sulaiman Tripa.
Dosen Universitas Syiah Kuala, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Meusyedara, secara sederhana bisa diartikan sebagai usaha (untuk) bersaudara. Di Aceh, tali persaudaraan semacam ini disambung dengan berbagai penyambung. Ada yang secara geneologis, pun tidak kurang secara teritorial. Orang-orang yang meusyedara, biasanya semakin dekat dengan meuseuraya. Meuseuraya ini dekat dengan meuripee.

Dalam Kamus Bahasa Indonesia-Aceh yang disusun Hasan Basry, maksud meuripee dan meuseuraya hakikatnya hampir sama. Keduanya ingin mengurangi beban kebutuhan orang-orang dalam suatu lingkungan. Ketika ada keinginan untuk melaksanakan hajat dalam satu keluarga, semua anggota urun (urunan). Bukan sesuatu yang berat menyediakan seekor sapi untuk kebutuhan demikian, ketika semua anggota di dalamnya turut serta. Proses inilah yang bergeser dari satu anggota ke anggota lain.

BACA JUGA

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Dalam konteks kegiatan yang membutuhkan tenaga, mereka juga saling menyumbang satu sama lain. Pekerjaan berat orang yang satu, akan dibantu oleh sesama. Ketika ini berpindah, maka orang yang pernah dibantu, akan turut membantu. Begitulah selalu prosesnya berputar. Tidak masalah jika hal itu dilakukan dengan perasaan bahagia. Perasaan ini muncul ketika tidak ada proses hitung-hitung. Kerja di tempat kita sedikit lebih ringan dan di tempat orang agak sedikit berat, merupakan hal-hal yang tidak dihitung. Kalkulasi untung-rugi, berat-ringan, tidak tampak.

Dalam wujud yang lain, dengan tanpa proses perlu pergantian, dinamakan dengan meuseuraya. Dalam Kamus di atas disebutkan, kata meuseuraya ini diungkapkan dengan banyak sekali makna, mulai dari bahu-membahu, ikut serta, gotong royong, mengerahkan orang, cara kolektif, koperatif, serentak, rombong (an), dan sanding. Semua kata-kata itu bermakna (meu)seuraya.

Umumnya pekerjaan yang dilakukan milik umat, atau terkait dengan kepentingan orang banyak. Kepentingan ini antara lain ditentukan oleh bagaimana perasaan sesama itu masih melekat. Cara paling mudah untuk membuktikan adalah seberapa orang merasa harus ikut serta ketika ada masalah muncul dalam kehidupan mereka. pekerjaan bersama yang dilakukan juga bermaksud memudahkan kehidupan mereka sendiri.

Membersihkan kampung semacam saluran air, membangun bangunan publik, dan sebagainya. Bahkan untuk melunasi utang orang yang sudah meninggalkan pun, akan dilakukan dengan pola ini. Di kampung-kampung biasanya ada orang yang secara geneologis tinggal sebatang kara. Orang yang demikian meninggalkan dari orang lain. Ketika ia meninggal, maka orang-orang kampung akan melunasi utangnya –kecuali jika tempat orang berutang itu memaafkan.

Zaman yang semakin miskin nilai bersama, akan mempertanyakan saling bersanding semacam ini. Dengan semakin mengentalnya sikap individual, orang sudah merasa bisa memenuhi berbagai kebutuhan dirinya tanpa perlu bantuan orang lain. Bahkan ketika ada orang yang musibah di samping rumah pun, sudah tidak merasa ada kebutuhan untuk mengunjunginya.

Padahal dalam nilai bersama, ketika pada kondisi ini, orang tidak melakukan aktivitas apapun sebelum di rumah musibah diselesaikan secara bersama.

Begitulah, lalu dalam dunia yang miskin nilai ini, orang-orang sudah tidak bisa mengenal satu sama lain secara mendalam. Antar orang kampung bahkan sudah tidak mampu mengenali sesama mereka. Malah ada kesan selama ini, orang baru saling mengenal tetangganya ketika ada masalah. Waktu semuanya diselesaikan, para orang tua menjelaskan posisi mereka yang bermasalah itu. Bukan hanya dengan saudara dekat teritorial, bahkan dengan saudara dekat geneologis pun, orang-orang sudah banyak berhijab.

 

Tags: Acehbersaudaramemaknaisyedara
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

August 28, 2026
Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

September 2, 2026
Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

August 31, 2026
Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

September 3, 2026
Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

August 31, 2026
9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

August 31, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

SPS Revival Diversifikasi Program lewat SPS Talk #1: Membaca Seni di Ruang Publik

August 31, 2026
Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

August 12, 2026
Setelah Dislokasi Epistemik Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK

Setelah Dislokasi Epistemik: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK?

August 31, 2026

EDITOR'S PICK

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

April 28, 2026
MEUGOE Ketika Sebuah Skatepark Menjadi Sekolah Kehidupan

MEUGOE: Ketika Sebuah Skatepark Menjadi Sekolah Kehidupan

August 27, 2026
Jembatan Gantung Lubuk Sidup Kembali Hubungkan Dua Kecamatan di Aceh Tamiang

Jembatan Gantung Lubuk Sidup Kembali Hubungkan Dua Kecamatan di Aceh Tamiang

May 5, 2026
Timnas Indonesia Kini Sudah Bisa Dimainkan di Game Sepak Bola eFootball

Timnas Indonesia Kini Sudah Bisa Dimainkan di Game Sepak Bola eFootball

April 10, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.