Oleh: Andri Safrizal, S.AB
Alumnus STIAPEN
Aceh 2025 merupakan sebuah buku kolaboratif yang ditulis oleh berbagai kalangan dengan latar belakang beragam, mulai dari akademisi, peneliti, penulis, organisasi masyarakat sipil (OMS), politisi, hingga sukarelawan. Keberagaman penulis ini menghadirkan sudut pandang yang kaya dan saling melengkapi dalam membaca dinamika Aceh kontemporer, khususnya relasi antara negara, masyarakat, dan ruang-ruang partisipasi warga.
Buku ini memperlihatkan bagaimana masyarakat sipil Aceh menghadapi beragam tantangan struktural dan kultural di tengah perubahan sosial, politik dan kebijakan publik. Gagasan-gagasan yang disajikan tidak hanya bersifat reflektif dan analitis, tetapi juga berangkat dari pengalaman praksis para penulisnya. Buku ini menyajikan pembahasan yang komprehensif mengenai dinamika organisasi masyarakat sipil (OMS) di Aceh dengan mengangkat berbagai tema penting, mulai dari sejarah kemunculan dan perkembangannya hingga variasi aktivitas dan peran OMS dalam advokasi kebijakan.
Perjalanan dan perkembangan Aceh pada awal abad ke-21 tidak dapat dipisahkan dari peran organisasi masyarakat sipil (OMS). Demikian pula sebaliknya, keberadaan dan dinamika OMS di Aceh sangat dipengaruhi oleh konteks sosial, politik, dan sejarah wilayah ini. Dalam dua dekade terakhir, OMS menjalankan beragam aktivitas di tengah masyarakat yang pernah mengalami konflik berkepanjangan serta bencana besar.
Sejak masa awal kemerdekaan hingga tercapainya perjanjian damai, Aceh tidak pernah benar-benar lepas dari konflik. Karena itu, Perjanjian Perdamaian yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 di Helsinki menjadi tonggak yang sangat penting dan strategis bagi Aceh dalam menata dan membangun masa depannya. Proses menuju perdamaian tersebut diyakini tidak terlepas dari dampak bencana tsunami pada 26 Desember 2004 yang merenggut sekitar 200 ribu jiwa, sekaligus membuka ruang kemanusiaan dan dialog yang lebih luas.
Dalam lintasan panjang konflik dan pascatsunami, keterlibatan berbagai pihak menjadi krusial, salah satunya OMS. Buku ini menguraikan bagaimana relasi antara Aceh dan OMS memiliki peran penting dalam proses pembangunan, pemulihan, dan penguatan masyarakat. Lebih dari itu, buku ini menegaskan pentingnya memahami peran serta langkah-langkah strategis OMS dalam membangun masa depan peradaban Aceh yang pernah masyhur dan kini terus berupaya bangkit secara bermartabat.
Judul Buku : Aceh 2025: Tantangan Masyarakat Sipil
Penulis : Afrizal Tjoetra, Alfian, Arizul Suwar, Cut Asmaul Husna, Fazil Rinaldi, Halik, Juanda Djamal, Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, Mahmudi Hanafiah, Miswari, Muhammad Heikal Daudy, Muhammad Yunus Ahmad, Reza Idria, Rizkika Lhena Darwin, Sahlan Hanafiah, Saiful Akmal, Sulaiman Tripa, Tasmiati Emsa, Taufiq A. Rahim
Editor : Sulaiman Tripa, Mukhlisuddin Ilyas & M. Adli Abdullah
Penerbit : Bandar Publishing
ISBN : 978-623-449-524-9
Cetakan : 2024
Jumlah Halaman : x + 310 Halaman
Pemesanan Buku : +62811-688-801



















