• Tentang Kami
Tuesday, May 12, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Menakar “Rugi” Teheran: Mengapa Menepikan Indonesia adalah Blunder Geopolitik

SAGOE TV by SAGOE TV
March 31, 2026
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Risman Rachman.

Risman Rachman. Foto: dokumen pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Risman Rachman
CEO aceHBaru Consulting

Di tengah desing rudal dan blokade jalur energi di Selat Hormuz, Teheran baru saja merilis daftar “enam sahabat” yang mendapat karpet merah melintasi urat nadi dunia tersebut.

Nama Indonesia, negara Muslim terbesar dengan sejarah perlawanan yang panjang, absen dari daftar itu.

BACA JUGA

Doa dan Kebersamaan dalam Kepemimpinan Baru USK 2026-2031

Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

Jika alasannya adalah kekakuan protokoler—mungkin karena jeda waktu ucapan belasungkawa atau formalitas suksesi—maka Teheran sedang melakukan perjudian sosiokultural yang berisiko tinggi.

Warisan Soekarno dan Jangkar Ideologis
Teheran seolah lupa bahwa Ayatullah Ali Khamenei sendiri adalah pengagum berat Bung Karno. Semangat “Nasakom” dan “Ganyang Imperialisme” milik Soekarno adalah napas yang sama dengan retorika kemandirian Republik Islam Iran pasca-1979.

Menghapus Indonesia dari daftar sahabat sama saja dengan memutus jembatan historis “Semangat Bandung 1955” yang selalu mereka agungkan sebagai simbol perlawanan Dunia Ketiga.

Bagi Iran, Indonesia bukan sekadar titik koordinat di peta Asia Tenggara. Indonesia adalah benteng ideologis.

Keberadaan ormas raksasa seperti NU dan Muhammadiyah adalah alasan mengapa narasi sektarian Wahabi yang anti-Iran tidak pernah bisa mendominasi panggung utama di Nusantara.

Tanpa dukungan moral dari ormas-ormas moderat ini, Iran akan kehilangan legitimasi di mata umat Islam dunia dan hanya akan terlihat sebagai pemain tunggal yang terisolasi secara mazhab.

Senjata Digital: 250 Juta Pasukan Tanpa Seragam
Namun, ada satu variabel yang lebih mematikan dari sekadar diplomasi meja makan: Kekuatan Netizen Indonesia.

Teheran mungkin merasa cukup aman dengan dukungan militer Rusia atau ekonomi Tiongkok. Namun, di era hybrid warfare, perang tidak hanya dimenangkan oleh hulu ledak, melainkan oleh persepsi.

Jika 250 juta rakyat Indonesia merasa “dikesampingkan” atau kapal-kapal mereka dipersulit di Hormuz, Iran sedang menciptakan musuh digital yang paling militan di planet ini.

Pasukan digital Indonesia telah membuktikan taringnya dalam membela Palestina. Mereka mampu mengguncang narasi global hanya dengan jempol dan layar ponsel.

Baca Juga:  Gas ORDAL di Tengah Bencana: Ketika Hak Publik Dikalahkan Akses Orang Dalam

Jika energi besar ini berbalik arah karena merasa dikhianati oleh Teheran, maka Iran akan kehilangan “perisai opini” di dunia internasional. Dukungan organik dari rakyat Indonesia adalah aset soft power yang tidak bisa dibeli dengan minyak atau barter teknologi militer.

Kesimpulan: Diplomasi yang Melampaui Protokol
Iran tidak boleh terjebak pada ego diplomatik yang kaku. Hubungan antara Teheran dan Jakarta seharusnya melampaui urusan “siapa yang lebih dulu mengucap selamat.”

Menepikan Indonesia adalah kerugian strategis. Teheran membutuhkan Indonesia bukan hanya untuk urusan PTA (Preferential Trade Agreement), tetapi untuk menjaga agar napas perlawanan terhadap ketidakadilan global tetap memiliki suara di Asia.

Jangan sampai karena urusan protokoler yang dingin, Teheran justru memadamkan api persaudaraan yang telah dinyalakan sejak zaman Soekarno.

Sebab, sekali netizen Indonesia “bergerak”, gemuruhnya akan jauh lebih bising daripada ledakan di Teluk Persia. []

Tags: GeopolitikIndonesiaIranperang Iran-IsraelRisman RachmansagoetvSoekarnoTaheran
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Doa dan Kebersamaan dalam Kepemimpinan Baru USK 2026-2031
Opini

Doa dan Kebersamaan dalam Kepemimpinan Baru USK 2026-2031

by SAGOE TV
May 10, 2026
Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam
Opini

Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

by SAGOE TV
May 7, 2026
Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?
Opini

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

by Anna Rizatil
April 29, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh
Opini

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

by SAGOE TV
April 26, 2026
Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan
Opini

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

by Anna Rizatil
April 25, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Inkubasi Seni sebagai Praktik Publik: Membangun Ekosistem Hidup Seni, Pengetahuan, dan Ruang Kampus

Inkubasi Seni sebagai Praktik Publik: Membangun Ekosistem Hidup Seni, Pengetahuan, dan Ruang Kampus

May 6, 2026
Doa dan Kebersamaan dalam Kepemimpinan Baru USK 2026-2031

Doa dan Kebersamaan dalam Kepemimpinan Baru USK 2026-2031

May 10, 2026
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
Mualem Gelar Silaturahmi dengan Ulama

Mualem Gelar Silaturahmi dengan Ulama

May 9, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Dari Banda Aceh, Pendidikan Seni Dibaca Ulang sebagai Infrastruktur Kemanusiaan

Dari Banda Aceh, Pendidikan Seni Dibaca Ulang sebagai Infrastruktur Kemanusiaan

May 3, 2026
Pewarta Foto Aceh Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026 lewat Foto Cerita “The Last Hope”

Pewarta Foto Aceh Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026 lewat Foto Cerita “The Last Hope”

May 9, 2026
Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

May 7, 2026
Bantuan Pascabencana Mengalir Bertahap, Satgas PRR Minta Pemda Update Data Penerima

Bantuan Pascabencana Mengalir Bertahap, Satgas PRR Minta Pemda Update Data Penerima

May 8, 2026

EDITOR'S PICK

Rumah Rusak Akibat Bencana, Warga Aceh Tamiang Terima Bantuan hingga Rp30 Juta

Rumah Rusak Akibat Bencana, Warga Aceh Tamiang Terima Bantuan hingga Rp30 Juta dari Pemerintah

February 13, 2026
Dipanggil Pj Gubernur Aceh, WIKA-Nindya Pulangkan Pawang Hujan

Dipanggil Pj Gubernur Aceh, WIKA-Nindya Pulangkan Pawang Hujan

February 8, 2026
Mudik Gratis Lebaran 2026: Kemnaker Berangkatkan 12.690 Pekerja dan Ojol dengan 230 Bus

Mudik Gratis Lebaran 2026: Kemnaker Berangkatkan 12.690 Pekerja dan Ojol dengan 230 Bus

March 18, 2026
Pesawat Hercules TNI AU Mendarat di Aceh Bawa Material Tower Usai Banjir, Pemulihan Jaringan Dipacu

Pesawat Hercules TNI AU Mendarat di Aceh Bawa Material Tower Usai Banjir, Pemulihan Jaringan Dipacu

November 29, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.