• Tentang Kami
Monday, April 20, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Mengurai Benang Kusut Masalah Kebangsaan

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad by Kamaruzzaman Bustamam Ahmad
March 24, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Mengurai Benang Kusut Masalah Kebangsaan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad.
Antropolog dan Dosen UIN Ar-Raniry, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Era abad ke-21 adalah kebangkitan agama dalam ranah publik yang dipengaruhi oleh Techno-Religion dan Big Data. Konflik, lebih banyak dipicu oleh konflik kesadaran, ketimbang konflik pemikiran, sebagaimana lazimnya dalam Proxy War atau Hybrid War.

Big Data menyebarkan informasi untuk membangkitkan rasa emosional, ketimbang rasional. Dewasa ini, negara, terutama lembaga-lembaga pemerintah telah terjebak pada konflik kesadaran beragama, yang dipicu oleh Techno-Religion.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Negara sejatinya tidak memberikan energinya pada kestabilan pada persoalan pemahaman agama, melainkan menjadikan memerlukan rekayasa baru tentang imajinasi kebangsaan abad ke-21 M, dimana spirit kebangsaan mampu menyerap semua energi yang terpancar dari semua keyakinan anak bangsa di negeri ini. Imajinasi kebangsaan ini adalah memantulkan pilar-pilar kebangsaan sebagai bagian dari pertahanan negara dari Perang Kosmik (Cosmic War).

Semakin negara mempersempit ruang berpikir anak bangsa, semakin besar pula peluang kesadaran beragama itu muncul dan dapat mengancam stabilitas politik dan keamanan negara. Sejauh ini, kericuhan (chaos) lebih banyak disebabkan negara mengunci ruang berpikir, tanpa pernah berpikir akan memunculkan ruang kesadaran, yang dapat berakibat fatal pada imajinasi kebangsaan.

Reproduksi pengetahuan anak bangsa tidak lagi bergantung pada suplai informasi dan pengetahuan dari negara, melainkan pada habit of mind masyarakat itu sendiri yang dipengaruhi oleh Artificial Intelligence. Karena itu, pemerintah sangat penting dalam menangani kemajuan Artificial Intelligence yang saat ini, lebih banyak dikuasai oleh negara-negara maju.

Inilah kekuatan baru di dalam menundukkan sebuah negara setelah Perang Kosmik dijalankan. Perang Kosmik adalah Perang Metafisika yang jauh lebih berbahaya dan mengancam keamanan negara  daripada Proxy War  dan Hybrid War.

Untuk itu, langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan adalah merumuskan kembali imajinasi kebangsaan yang sesuai dengan keadaan umat manusia abad ke-21. Imajinasi kebangsaan yang baru ini, sebenarnya untuk keluar dari jebakan-jebakan teori modernisasi yang dihasilkan pada tahun 1950-an.

Jika awal tahun 1900-an, agama berusaha disingkirkan dari arus kolonialisasi, pada tahun 1950-an, rasionalisasi dan modernisasi, berusaha untuk menghantam komunis dan Islamis. Namun, sejak tahun 2000-an, semua kekuatan spirit yang disingkirkan selama 1 abad lebih, sudah bangkit menjadi kekuatan baru. Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi negara yang dapat menuju great transformative state.

Imajinasi kebangsaan yang baru bukanlah menghidupkan sesuatu yang disukai oleh rezim dan mematikan sesuatu yang tidak diminati oleh rezim. Beberapa negara yang melakukan hal ini, walaupun memiliki kekuatan yang sangat kuat, untuk mengontrol pikiran, jiwa, dan tingkah laku masyarakatnya.

Baca Juga:  Awal Perkenalan Isaiah Berlin dengan Giambattista Vico

Ketika imajinasi kebangsaan disumbat, maka mau tidak mau, rakyat akan menolak untuk bersatu. Dewasa ini, anak-anak milenial mulai memplesetkan atau menyindir situasi kebangsaan dalam aplikasi Tik Tok. Mereka mungkin tidak tahu apa yang terjadi dalam kemelut bangsa. Bahkan situasi demo pun dapat dijadikan sebagai content untuk Youtube. Mereka juga membuat berbagai meme, untuk menyikapi masalah kebangsaan saat ini.

Kondisi di atas tentu saja akan memberikan pengaruh pada imajinasi kebangsaan mereka di masa yang akan datang. Anak-anak muda ini tidak begitu tertarik dengan pemikiran dan jawaban yang jelimet. Mereka hanya berpikir bahwa kestabilan diperlukan untuk memudahkan kehidupan mereka di masa yang akan datang.

Pola kemunculan hyper connected society dan persoalan imajinasi kebangsaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dengan situasi kebangsaan saat ini di Republik Indonesia. Pola melihat masalah kebangsaan, tentu saja berbeda antara satu generasi dengan generasi berikutnya. Ada generasi yang hanya memikirkan kepentingan diri dan kelompoknya masing-masing. Mereka berselimut nasionalisme yang seakan-akan berwajah santun dan rupawan.

Dewasa ini, apapun yang dikeluarkan dari pintu parlemen dicurigai. Demikian pula, terkadang apapun yang keluar dari pintu istana dilihat dari sisi konspirasi. Rakyat dalam situasi kebuntuan siapa yang harus mereka percayai. Keadaan ini juga diperparah dengan persoalan subversi ideologi.

Hemat saya, siapapun yang akan menjadi presiden dan orang kuat di sekitar presiden, harus memikir ulang, bahwa kekerasan dan ancaman terhadap rakyat tidak akan menyelesaikan masalah. Hal ini disebabkan persoalan yang muncul adalah persoalan kejiwaan dan ketatapikiran di dalam benak rakyat.

Esai ini hanya sebagai pembuka diskusi tentang masalah kebangsaan yang semakin ruwet. Setiap usaha untuk memberikan pokok-pokok pikiran untuk mempersatukan, semakin kuat pula energi dirasakan untuk memisahkan dan menghancurkan imajinasi kebangsaan.

Baca Juga:  Urgensi Optimalisasi Tata Kelola Wakaf Aceh

Imajinasi kebangsaan merupakan modal awal ketika melihat konteks kenegaraan. Sebab imajinasi kebangsaan selalu diisi oleh mereka yang kadang tidak terlibat dalam kehidupan bernegara. Mereka ada yang di penjara, digantung, difitnah, dibunuh, dan sangat mungkin tidak dikenali. Karena itu, dalam abad ke-21 ini, tentu saja persoalan semakin rumit untuk dipecahkan di dalam membangun tradisi bernegara dan berbangsa.

Untuk itu, persoalan yang disampaikan dalam esai ini tentu akan dilimpahkan kepada generasi berikutnya, untuk melihat apa bentuk imajinasi kebangsaan yang akan mereka toreh, di kemudian hari. Saya hanya menyajikan DIM (Daftar Isian Masalah) yang sangat boleh jadi masih banyak hal yang belum tersentuh.

Dengan begitu, besar harapan saya, strategi kebangsaan untuk masa depan Indonesia perlu dirumuskan secara mendalam dan kontekstual. Jika ada basis pemikiran yang tidak lagi cocok untuk konteks kekinian, maka perlu dicari dasar-dasar baru yang memungkinkan imajinasi kebangsaan terwujud sesuai dengan perkembangan zaman. Akhirnya, kita berharap kemelut bangsa ini bukan diselesaikan dengan membanjirkan darah di daerah.

Tags: acehBig DataIndonesiaKamaruzzaman Bustamam-AhmadTechno-Religion
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Kamaruzzaman Bustamam Ahmad

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad adalah Antropolog. Berdomisili di Aceh.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

April 13, 2026
UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

April 20, 2026
MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

April 19, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

April 17, 2026
Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

April 20, 2026
Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 2: Ketika Ruang Diuji, Bukan Hanya Diisi

April 11, 2026

EDITOR'S PICK

Mahasiswa STIS Al-Aziziyah Sabang Kunjungi Mahkamah Syariah, Perkuat Pemahaman Praktik Hukum Islam

Mahasiswa STIS Al-Aziziyah Sabang Kunjungi Mahkamah Syariah, Perkuat Pemahaman Praktik Hukum Islam

June 18, 2025
Operasi Ketupat Seulawah 2025, Polda Aceh Kerahkan 3 Ribu Personel Gabungan

Operasi Ketupat Seulawah 2025, Polda Aceh Kerahkan 3 Ribu Personel Gabungan

March 21, 2025
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan salat Idulfitri di Aceh Tamiang

Prabowo Dijadwalkan Shalat Idulfitri di Aceh Tamiang, Malam Takbiran di Medan

March 20, 2026
Aceh Paska Era Jusuf Kalla

Aceh Paska Era Jusuf Kalla

May 17, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.