• Tentang Kami
Tuesday, July 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Menjadi Guru di Finlandia

Satia Zen by Satia Zen
March 24, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Satia, sagoe.id
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Satia Zen.
Guru Sekolah Sukma Bangsa Bireuen-Aceh, dan Mahasiswi Program Doktoral Fakultas Pendidikan dan Budaya, Universitas Tampere, Finlandia.

Ada sebuah sekolah unik yang sering saya kunjungi di Kota Tampere yang disebut dengan Tampere University Teacher Training School. Orang Finlandia menyingkatnya Norssi. Keberadaan sekolah praktek (practice school) biasanya menjadi satu paket dengan Fakultas Pendidikan yang ada di universitas tertentu.

Kenapa disebut Practice School? Karena sekolah ini selain menjadi tempat sekolah untuk anak-anak tingkat dasar dan menengah pertama, juga menjadi tempat untuk calon guru belajar praktek menjadi guru.  Hal ini didasarkan kepada falsafah bahwa menjadi guru tidak hanya melulu menguasai pengetahuan mengenai ilmu bidang studi yang akan diajarkan ditambah dengan teori-teori terkait ilmu pendidikan, psikologi dan ilmu sosial lainnya.  Namun calon guru juga harus magang sebelum menjadi guru.

BACA JUGA

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Kegiatan magang berlangsung cukup lama kurang lebih 1 -2 semester. Ibarat calon penyanyi, mereka harus latihan menyanyi selama kurang lebih satu tahun sebelum bisa menyanyi di panggung sesungguhnya yaitu ruang kelas.

Berkunjung ke Practice School menjadi pengalaman unik tersendiri, karena di dalam kelas terdapat siswa, calon guru dan guru pamong sekaligus.  Kadang-kadang, calon guru terlihat mengajar atau melakukan observasi.  Demikian juga dengan guru pamong, terkadang mereka terlihat mengajar di depan atau melakukan observasi di belakang.  Sedangkan para siswa, mereka tentunya belajar namun kadang dengan calon guru atau dengan guru pamong.

Tapi apa sebenarnya yang terjadi dan kenapa calon guru dan guru pamong saling bergantian mengajar?  Berapa lama calon guru harus magang di Practice School? Apa saja yang mereka lakukan selama magang?

Saya pun menanyakan tentang hal itu kepada salah satu guru pamong di Norssi, Ibu Mina van Nunen namanya.  Ibu Mina adalah seorang guru pamong di bidang Biologi, Geografi dan Ilmu Kesehatan.  Beliau telah menjadi guru pamong selama kurang lebih 10 tahun di Norssi.

Setiap tahun biasanya ada sekitar 10 sampai 12 pasang calon guru yang pandu oleh Ibu Mina.  Sedangkan Norssi sendiri biasanya menerima sekitar 100 calon guru untuk magang menjadi guru di tingkat sekolah dasar maupun menengah pertama.  Jadi Ibu Mina, selain melakukan persiapan mengajar untuk bidang studinya sendiri, juga melakukan persiapan sebagai guru pamong untuk calon guru.

Sebagai guru pamong, Ibu Mina juga mengajar mata kuliah Didaktik terkait bidang studinya yaitu Biologi dan Geografi.  Selain itu beliau juga mengajar mata kuliah Didaktik untuk guru SD di bidang sains.  Wah saya saja sampai bingung bagaimana beliau mengatur jadwal setiap harinya?

Menurut Ibu Mina, setiap calon guru di Finlandia harus mengambil dulu mata kuliah terkait dengan bidang studi yang ingin diajarkan.  Misalnya Ibu Mina dulu belajar di Jurusan Biologi sebagai jurusan utama dan Jurusan Geografi sebagai jurusan minornya.  Setelah 3 tahun, beliau memutuskan untuk menjadi guru, dan mendaftar ke Fakultas Pendidikan.  Ketika mendaftar, Ibu Mina menjalani lagi proses seleksi seperti seleksi berkas, ujian dan wawancara.  Dalam proses ini, banyak juga yang tidak lulus.  Menurut statistik, hanyak sekitar 10% pendaftar yang bisa diterima di Fakultas Pendidikan.  Karena menjadi guru memang menjadi idaman banyak mahasiswa di Finlandia.

Bagi mereka yang lulus menjadi calon guru, aturannya harus belajar lagi selama 2 tahun untuk mendalami ilmu-ilmu kependidikan ditambah dengan magang di sekolah.  Namun hal ini berbeda dengan calon guru SD, mereka harus mendaftar sejak awal di Fakultas Pendidikan jurusan Guru SD dan menjalani proses magang yang lebih lama selama 5 tahun.

Proses magang dilakukan berjenjang.  Pada tahap awal calon guru akan melakukan diskusi dengan guru pamong dan melakukan observasi selama 1 hingga 2 kali.  Tahap observasi pun berbeda-beda fokusnya, ada yang melihat desain pembelajaran, reaksi siswa, interaksi sosial di kelas, dan sebagainya.

Pada tahap berikutnya, calon guru mulai merencanakan satu sesi belajar dimana mereka akan masuk ke kelas secara berpasangan dan mengajar.  Sebelum masuk kelas, rencana pembelajaran akan didiskusikan dulu dengan guru pamong.  Setelah itu, calon guru pun akan ’show’ di kelas.  Kemudian dilanjutkan dengan diskusi lagi. Demikian seterusnya hingga calon guru akan merencanakan pembelajaran selama satu semester di akhir masa magang dan mengajar di depan kelas sendirian.  Sepanjang proses ini, guru pamong akan senantiasa ada di dalam kelas.

Ibu Mina menekankan bahwa calon guru tidak pernah dilepas mengajar sendirian di kelas.  Beliau juga tidak pernah melakukan intervensi ketika calon guru sedang mengajar di depan.  Ketika berdiskusi, Ibu Mina menekankan pentingnya memberikan pandangan alternatif dan tidak mencari kesalahan calon guru.

Diskusi merupakan ajang refleksi bersama antara guru pamong dan calon guru agar mereka bisa melihat kesesuaian antara tujuan dengan kondisi siswa dan metode yang digunakan termasuk ketertarikan dan partisipasi siswa di kelas.  Selain juga calon guru diminta menilai sendiri respon siswa di kelas dan sebab kenapa siswa bertingkah laku demikian.

Bu Mina juga menceritakan bahwa calon guru akan diperkenalkan dengan lingkungan sekolah dan orang-orang yang akan bekerja bersama dengan mereka sebagai guru.  Calon guru juga mulai terlibat dengan kegiatan-kegiatan sekolah diluar kelas sehingga mereka juga menjadi bagian dari komunitas Norssi.  Menurut beliau, hal ini membantu calon guru untuk mulai melihat peran guru tidak hanya di kelas namun juga di sekolah dengan lebih utuh.

Ibaratnya menjadi dokter, calon guru tidak akan melakukan diagnosa atau memberikan tindakan tertentu tanpa ada basis yang jelas serta diskusi dengan guru pamong.  Selain itu, guru pamong pun tidak memberikan instruksi bahwa calon guru harus mengajar sesuai dengan keinginan sang guru pamong.

Namun guru pamong bertindak sebagai pemandu and memberikan beragam pilihan tindakan bagi calon guru berdasarkan teori dan pengalaman mereka.  Dan seiring waktu, calon guru akan mulai yakin dengan proses pembuatan keputusan mereka di kelas, sehingga mulai menemukan identitas mereka sebagai guru. []

Tags: acehFinlandiaguruSiswa
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Satia Zen

Satia Zen

Guru Sekolah Sukma Bangsa Bireuen. Saat ini sedang menyelesaikan program doktoral di Tampere University, Finlandia.

Related Posts

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

July 21, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

July 20, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026

EDITOR'S PICK

Kacabdin Sosialisasikan Instruksi Gubernur Aceh tentang Shalat Berjamaah dan Mengaji di Sekolah

Kacabdin Sosialisasikan Instruksi Gubernur Aceh tentang Shalat Berjamaah dan Mengaji di Sekolah

March 26, 2025
Daurah Tahfizh Nasional (DTN) ke-9 di bulan Ramadhan tahun 2025

Ramadhan Bersama Al-Qur’an, Daurah Tahfizh Nasional Elmasudy Digelar di Empat Provinsi

February 14, 2025
Universitas Almuslim Resmi Kantongi Izin Buka Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter

Universitas Almuslim Resmi Kantongi Izin Buka Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter

May 19, 2025
Restorasi Aceh; Menuju Kejayaan dan Kemakmuran

Restorasi Aceh; Menuju Kejayaan dan Kemakmuran

March 8, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.