• Tentang Kami
Tuesday, June 16, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Monolog ‘Tubuh yang Tak Pernah Takluk’ Hidupkan Semangat Cut Nyak Dhien di Rumah Sejarahnya

SAGOE TV by SAGOE TV
September 7, 2025
in Entertainment
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Monolog ‘Tubuh yang Tak Pernah Takluk’ Hidupkan Semangat Cut Nyak Dhien di Rumah Sejarahnya

Pemenangnya monolog bertajuk ‘Tubuh yang Tak Pernah Takluk’ di Museum Rumah Cut Nyak Dhien. Foto: dok. Panitia

Share on FacebookShare on Twitter

SAGOE TV | ACEH BESAR – Semangat kepahlawanan Cut Nyak Dhien dihidupkan kembali melalui sebuah pertunjukan monolog bertajuk “Tubuh yang Tak Pernah Takluk” yang digelar di Museum Rumoh Cut Nyak Dhien, Lampisang, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (6/9/2025) malam.

Disutradarai oleh Nazar Syah Alam, pementasan yang didukung oleh sejumlah seniman muda Aceh ini berhasil menarik antusiasme publik di luar ekspektasi, mengubah rumah bersejarah pahlawan nasional itu menjadi ruang refleksi kebudayaan dan perjuangan.

BACA JUGA

Sutradara Daniel Rudi Haryanto Dampingi Peserta Balee Komunitas di Aceh Film Festival 2025

Aceh Film Festival 2025 Usung Tema Stratagem, Putar Film Dokumenter Pemenang Oscar

Pertunjukan ini memusatkan narasi pada kekuatan tubuh sebagai medium untuk menyampaikan trauma, keteguhan, dan perlawanan tanpa kata. Aktor utama, Zikrayanti, dengan ekspresif menghidupkan kembali ruh perjuangan Cut Nyak Dhien melalui gerak tubuh. Baginya, pementasan ini adalah cara menyuarakan narasi perempuan dalam sejarah dari perspektif yang berbeda.

“Dengan monolog tubuh, pesan bisa hadir melalui gerakan yang ekspresif, menghadirkan intensitas emosional, dan membuka ruang interpretasi yang lebih luas bagi penonton,” jelas Zikrayanti pada Ahad (7/9). Ia juga mengungkapkan bahwa tampil di rumah Cut Nyak Dhien merupakan mimpinya sejak tiga tahun lalu yang akhirnya terwujud.

Sutradara Nazar Syah Alam menyatakan karya ini memiliki posisi penting sebagai representasi perempuan Aceh. Ia terkesan dengan apresiasi penonton yang memadati ruang pertunjukan sederhana tersebut.

“Ini di atas ekspektasi kita. Keren sekali. Kita merasa bahwa Cut Nyak hari ini masih milik orang Aceh,” kata Nazar.

Ia menambahkan, monolog ini bukan sekadar karya seni, tetapi juga ruang refleksi bahwa ruh perjuangan—keberanian dan keteguhan—tetap sama meskipun bentuknya berubah.

“Setiap perempuan di Aceh adalah Cut Nyak yang berjuang dalam ruang dan cara masing-masing,” ujarnya.

Cut Nyak Dhien dikenal sebagai salah satu tokoh perempuan paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Keberaniannya memimpin rakyat Aceh dalam perang gerilya melawan penjajah Belanda serta keteguhannya menolak menyerah hingga akhir hayat menjadi inspirasi utama pementasan ini.

Pertunjukan monolog “Tubuh yang Tak Pernah Takluk” ini terselenggara berkat dukungan dari Kementerian Kebudayaan RI melalui Direktorat Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah 1, serta kolaborasi berbagai komunitas seni dan literasi Aceh, seperti Studiosa, Sisi Buku, dan Teater Rongsokan.

Perwakilan BPK Wilayah 1, Zahrina, mengapresiasi pertunjukan ini sebagai wujud nyata pelestarian dan pemajuan kebudayaan Aceh. “Kita patut bangga sebagai orang Aceh yang memiliki peradaban besar. Melalui monolog ini, semangat Cut Nyak Dhien dihidupkan kembali sebagai simbol perjuangan perempuan Aceh masa kini,” katanya.

Pementasan meninggalkan kesan mendalam bagi penonton. Sarah, seorang seniman muda yang hadir, merasakan pengalaman spiritual yang unik, terutama dengan adanya ritual membakar kemenyan di awal pertunjukan.
“Ekspresinya bukan hanya dirasakan oleh aktor, tetapi juga saya sebagai penonton,” ujarnya.

Monolog “Tubuh yang Tak Pernah Takluk” menjadi pernyataan sikap bahwa kebudayaan adalah milik bersama. Ia membuktikan bahwa dari ruang sederhana sekalipun, dapat lahir karya besar yang menyulam kembali benang tradisi, peradaban, dan perjuangan. Seperti yang disimpulkan Zikrayanti, pertunjukan ini menjadi bukti bahwa masyarakat Aceh masih peduli pada kesenian, sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat itu tak pernah padam dan tubuh itu tak pernah takluk. [] Maulana Ikhsan – Founder Sisi Buku

Tags: acehCut Nyak DhienMonologMuseumPahlawanperempuanRumahsejarah
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Sutradara Daniel Rudi Haryanto Dampingi Peserta Balee Komunitas di Aceh Film Festival 2025
Entertainment

Sutradara Daniel Rudi Haryanto Dampingi Peserta Balee Komunitas di Aceh Film Festival 2025

by SAGOE TV
September 5, 2025
Aceh Film Festival 2025 Usung Tema Stratagem, Putar Film Dokumenter Pemenang Oscar
Entertainment

Aceh Film Festival 2025 Usung Tema Stratagem, Putar Film Dokumenter Pemenang Oscar

by SAGOE TV
September 1, 2025
Monolog ‘Tubuh yang Tak Pernah Takluk’ akan Dipentaskan di Rumah Cut Nyak Dhien
Entertainment

Monolog ‘Tubuh yang Tak Pernah Takluk’ akan Dipentaskan di Rumah Cut Nyak Dhien

by SAGOE TV
August 28, 2025
Subur Dani Rilis Single ‘Calitra Udep’, Kidung Reflektif Tentang Liku-Liku Kehidupan
Entertainment

Subur Dani Rilis Single ‘Calitra Udep’, Kidung Reflektif Tentang Liku-Liku Kehidupan

by SAGOE TV
June 4, 2025
Film Dokumenter Take Lawe Diputar di Banda Aceh, Membawa Suara Kluet ke Tengah Kota
Entertainment

Film Dokumenter Take Lawe Diputar di Banda Aceh, Membawa Suara Kluet ke Tengah Kota

by SAGOE TV
May 18, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

Aceh Butuh Tata Kelola, Bukan Sekadar Razia: Kesenjangan Regulasi Hotel Syariah dan Jalan Keluarnya

June 10, 2026
Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 7, 2026
Asrama Haji Aceh Siap Sambut Kepulangan Jemaah, Kloter Pertama Tiba 15 Juni 2026

Asrama Haji Aceh Siap Sambut Kepulangan Jemaah, Kloter Pertama Tiba 15 Juni 2026

June 15, 2026
Banda Aceh Kota Kolaborasi Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

Banda Aceh Kota Kolaborasi: Menyatukan Nilai Syariah, Inovasi, dan Keberlanjutan untuk Masa Depan

June 13, 2026
Dari Meja yang Sama

Ketika Darussalam Kehilangan Keberanian Mencari yang Terbaik

June 13, 2026
Mungkin yang kurang bukan acara Catatan tentang Banda Aceh, ruang perjumpaan, dan hal-hal yang terus dimulai dari awal

Mungkin Yang Kurang Bukan Acara

June 10, 2026
Pelantikan PWNU Aceh 2026-2031 Akan Dihadiri Rais 'Aam dan Ketua Umum PBNU

Pelantikan PWNU Aceh 2026-2031 Akan Dihadiri Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU

June 9, 2026
Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

Menyelamatkan Masa Depan LKMS: Membangun Kepercayaan dan Menguatkan Ekonomi Umat

June 8, 2026
Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Meninggal Dunia, Dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman

Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Meninggal Dunia, Dishalatkan di Masjid Raya Baiturrahman

June 15, 2026

EDITOR'S PICK

Didanai SBSN, Gedung Ruang Kuliah Terpadu UIN Ar-Raniry Segera Dioperasikan

Didanai SBSN, Gedung Ruang Kuliah Terpadu UIN Ar-Raniry Segera Dioperasikan

October 27, 2024
UIN Ar-Raniry Luncurkan Kampung Inggris di Sabang, Gandeng Dua PTKIN Dukung Sektor Pariwisata

UIN Ar-Raniry Luncurkan Kampung Inggris di Sabang, Gandeng Dua PTKIN Dukung Sektor Pariwisata

July 7, 2025
Masjid Haji Keuchik Leumiek dan Oman Al-Makmur Masuk Nominasi AMPERA 2024

Masjid Haji Keuchik Leumiek dan Oman Al-Makmur Masuk Nominasi AMPERA 2024

September 14, 2024
Inkubasi Seni sebagai Praktik Publik: Membangun Ekosistem Hidup Seni, Pengetahuan, dan Ruang Kampus

Inkubasi Seni sebagai Praktik Publik: Membangun Ekosistem Hidup Seni, Pengetahuan, dan Ruang Kampus

May 6, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.