• Tentang Kami
Friday, May 1, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Negara dan Dinamikanya di Indonesia

SAGOE TV by SAGOE TV
March 20, 2025
in Literasi
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Aksi Mahasiswa dan Omnibus Law
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Risky Almustana Imanullah.
Mahasiswa Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Pemerintahan, UIN Ar-Raniry, Kopelma Darussalam Banda Aceh.

Paska Prabowo menjadi Menteri kabinet Indonesia Maju dan kemudian disusul oleh Sandiaga Uno. Sebelumnya pasangan Prabowo-Sandi merupakan opisisi. Bahkan diawal kemenangan Presiden Jokowi untuk periode yang kedua, Sandiaga Uno sempat dikabarkan akan menolak untuk tawaran Menteri. Tepatnya hari Rabu tanggal 23 Desember 2020 Sandiaga Uno resmi dilantik menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Disini masyarakat menyadari, bahwa tidak ada teman sejati, tidak ada musuh abadi, yang ada hanyalah kepentingan.

BACA JUGA

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

Akademisi UIN Ar-Raniry Luncurkan Buku “Teladan Sang Menteri”, Angkat Sosok Nasaruddin Umar

Banyak orang yang mengatakan “ternyata kita tidak akan pernah mampu melawan kekuasaan, apapun yang terjadi ikuti alur saja. Oposisi pun pada akhirnya masuk ke barisan petahana”. Tetapi yang perlu di garis bawahi adalah kebenaran akan selalu hidup. Kita tidak bermaksud melakukan kesalahan untuk melawan kekuasaan, tetapi mencoba berfikir lebih kritis dan realistis untuk melawan kekuasaan agar melahirkan kebenaran. Disinilah pentingnya pengetahuan untuk berfikir agar lebih cerdas. Jangan apatis.

Dewasa ini, penulis melihat tujuan bangsa Indonesia mulai buram, hukum tumpul keatas tajam kebawah. Kata mencerdaskan kehidupan bangsa berubah menjadi kata mendiktekan kehidupan bangsa. Critical thinking mulai redup, idealisme terukur dengan doku, kebebasan berpendapat di persempit, mengkritik dianggap makar, dan keculasan negara semakin terpampang. Artinya kemerdekaan absolut adalah hak pemerintah semata. Ruang gerak rakyat terbatas oleh wangsa dan kekuasaan. Untuk mendapatkan jabatan dan kekuasaan harus di awali modal besar, baik itu eksekutif, legislatif, ataupun kedudukan lainnya.

Roger H. Soltau mendefinisikan negara adalah agen atau kewewenangan yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama atas nama masyarakat. Roger juga mengatakan bahwa tujuan negara ialah memungkinkan rakyat berkembang serta menyelenggarakan daya ciptanya sebebas mungkin.

Baca Juga:  Hidupkan Al-Qur'an dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Sebagaimana tujuan negara Indonesia yang tercantum di dalam Undang-Undang Dasar 1945 adalah untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial dengan berdasarkan kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (Miriam: 55, 2015).

Kala ini banyak masyarakat yang mulai terdiam untuk mengkritik dan mandek dalam mencegah perihal yang tidak sesuai dengan tujuan Negara karena mendapat ancaman dari para stakeholder. Negara seharusnya tidak anti kritik dan bisa menjelaskan setiap fenomena yang terjadi secara eksplisit kepada masyarakat. Misalnya seperti keberadaan covid-19 di Indonesia, kualitas vaksin dan dampak terhadap masyarakat, penembakan 6 laskar FPI, penangkapan HRS, pembubaran FPI, dan kasus lainnya yang membuat masyarakat ambigu. Pada akhirnya melahirkan negatif thinking dikalangan masyarakat terhadap negara, misalnya banyak yang menerka bahwa suntikan vaksin terhadap presiden Jokowi bukan sesungguhnya vaksin yang di impor, melainkan vitamin Kesehatan. Hal ihwal ini muncul akibat dari ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Aneh bin ajaib dinamika yang terjadi dewasa ini. Masyarakat terombang-ambing bagaikan buih dilautan, sedangkan pemerintah adalah aktor dibalik hembusan angin dalam menciptakan ombak. Tidak ada isu yang selesai hingga mencapai klimaks penyelesaian. Setiap isu yang sedang hangat dibicarakan, maka akan ada isu terbaru sebagai pengalih perhatian. Dan itu terus terjadi. Misalnya, permintaan transparansi anggaran covid-19, kemudian disusul dengan isu RUU cilaka. Tidak lama berselang setelah kepulangan HRS ke Indonesia terjadi penangkapan dengan isu kerumunan dan alasan lainnya, kemudian isu penembakan di KM 50 tol Cikampek, setelah itu ada beberapa oknum yang melaksanakan aksi demontsrasi dengan dalih menolak HRS datang ke Aceh. Tokoh masyarakat dan pemuda yang diminta oleh badan pemerintah yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban umum untuk membaca teks yang sudah disediakan dan kemudian di videokan dengan motif dukungan terhadap kelompok yang membuat video tersebut dengan bahasa mendukung dalam penegakan hukum dan penindakan tegas terukur terhadap pelaku-pelaku pengganggu stabilitas nasional. Setelah penulis analisis, kalimat ini cendrung ditujukan kepada kelompok FPI karena beredar beberapa video tersebut dengan motif yang sama setelah terjadi penembakan 6 orang laskar FPI.

Baca Juga:  Rehabilitasi Sawah Pascabencana Dimulai, Mentan Amran: Ini Tanggung Jawab Negara

Dari sisi lain, pengayom masyarakat yang hari ini menakut-nakuti masyarakat, bukan menjelaskan realita yang sebenarnya. Seperti yang terjadi beberapa hari lalu di sebuah kecamatan di wilayah Aceh. Panitia pelaksana kegiatan Perayaan Hari Besar Islam yang tergabung dari kalangan remaja masjid dan pemuda-pemudi sempat di minta untuk membatalkan acara peringatan maulid karena bersifat mengundang keramaian. Setelah diskusi panjang lebar, akhirnya kegiatan tersebut dibolehkan dengan syarat tidak ada iklan spanduk, media sosial dan harus melaksanakan kegiatan di tempat yang sedikit tertutup dengan mengikuti protokol kesehatan. Jika kita bisa berpikir secara rasional, dimana saja bisa dilaksanakan acara kerumunan selama mematuhi protokol kesehatan. Dan anehnya lagi, pada 30 September 2020 lalu kunjungan menteri Pertanian Indonesia ke Aceh tidak ada yang berani melakukan pembubaran massa saat itu tepatnya di persawahan.

Disini penulis melihat adanya nepotisme dalam jabatan. Masyarakat yang lemah terus tertekan, sedangkan para ber-uang diberikan ruang kebebasan. Pemangku jabatan bersaing untuk menjadi yang terbaik, bukan untuk menjadi bermanfaat. Sehingga tidak ada kata mencerdaskan oleh negara. Mereka yang cerdas dan terlalu kritis diupayakan untuk di bungkam karena di anggap dapat menggangu kestabilan negara.

Dinamika yang terjadi dewasa ini sudah pernah di bahasa ribuan tahun yang lalu dengan istilah “homo homini lupus” yang pertama sekali di cetus dalam karya Plautus berjudul Asinaria yang diterjemahkan sebagai manusia adalah serigala bagi manusia lainnya. Artinya setiap manusia akan melakukan apa saja untuk mempertahankan eksistensinya. Rasanya, altruisme hanya terlintas dikepala mereka yang kelaparan dan hidup serba berkecukupan. Sedang mereka yang mempunyai pangkat dan jabatan diselimuti oleh egoisme. Seperti kutipan yang di ucapkan Mahfud Md “Malaikat masuk ke dalam sistem Indonesia pun bisa menjadi iblis…”.

Rene Descartes, seorang filsuf Prancis pernah berkata “aku berpikir maka aku ada”. Artinya, manusia sebagai makhluk sosial harus selalu berpikir terhadap apa yang terjadi, kapanpun dan dimana pun. Berpikir realitas merupakan salah satu cara manusia mensyukuri nikmat Tuhan atas anugerah akal budi yang diberikan. Dalam berpikir truth (kebenaran) dan knowledge (pengetahuan) merupakan hal yang paling di utamakan.

Baca Juga:  Mahasiswi UIA Lolos Lomba Cerpen Nasional, Karyanya Terbit di Buku 'Tentang Kita dan Jumpa Pertama'

Sangat disayangakan jika hari ini banyak yang apatis terhadap dinamika negara yang terjadi dari hari ke hari, kesadaran membaca buku untuk meningkatkan pengetahuan dikalangan masyarakat semakin menurun, kegiatan keseharian disibukkan dengan media sosial yang memantik keributan, perpecahan dan penyebaran berita hoax. Dan yang sangat disayangkan lagi adalah jika sistem belajar di Indonesia pada tahun 2021 masih dilanjutnya dengan metode daring dengan keberadaan corona virus disease yang tidak visible, karena secara global Indonesia belum siap menjalani Pendidikan secara online dan dikhawatirkan peserta didik akan mengarah kepada hal-hal negatif yang tidak diingingkan.[]

Tags: dinamika indonesialiterasi mahasiswaNegara
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya
Literasi

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

by SAGOE TV
April 13, 2026
Akademisi UIN Ar-Raniry Luncurkan Buku Teladan Sang Menteri di Istiqlal, Angkat Sosok Nasaruddin Umar
Literasi

Akademisi UIN Ar-Raniry Luncurkan Buku “Teladan Sang Menteri”, Angkat Sosok Nasaruddin Umar

by SAGOE TV
April 6, 2026
Milad ke-50, Sulaiman Tripa Rilis Dua Buku Baru di Fakultas Hukum USK
Literasi

Milad ke-50, Sulaiman Tripa Rilis Dua Buku Baru di Fakultas Hukum USK

by Anna Rizatil
April 2, 2026
Seruan Provokatif untuk Gen Z Aceh
Literasi

Seruan Provokatif untuk Gen Z Aceh

by Anna Rizatil
January 5, 2026
Puisi Tentang Harga Diri Bangsa, Dengarkan Ini
Literasi

Puisi Tentang Harga Diri Bangsa, Dengarkan Ini

by Anna Rizatil
January 5, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

April 25, 2026
Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

April 29, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

April 26, 2026
Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah di Enam Kabupaten Mulai 27 April

Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah di Enam Kabupaten Mulai 27 April

April 24, 2026
Bunyi Sederhana, Kerja yang Tidak Sederhana

Bunyi Sederhana, Kerja yang Tidak Sederhana

April 25, 2026
Festival Sinema Australia Indonesia 2026 Tayang di 11 Kota Mulai 8 Mei

Festival Sinema Australia Indonesia 2026 Tayang di 11 Kota Mulai 8 Mei

April 25, 2026
94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

April 29, 2026
Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

April 28, 2026
Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Rektor UIN Ar-Raniry Harus Jadi Kekuatan Strategis

Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Rektor UIN Ar-Raniry: Harus Jadi Kekuatan Strategis

April 26, 2026

EDITOR'S PICK

Kemenag Aceh Targetkan Tanam 20 Ribu Pohon Produktif di Lahan Wakaf

Kemenag Aceh Targetkan Tanam 20 Ribu Pohon Produktif di Lahan Wakaf

December 14, 2024
17 Penulis Rekam Refleksi 20 Tahun Damai Aceh Dalam Buku, Diluncurkan Malam Ini

17 Penulis Rekam Refleksi 20 Tahun Damai Aceh Dalam Buku, Diluncurkan Malam Ini

August 15, 2025
Huntara Korban Banjir Aceh Timur Mulai Dibangun, 24 Unit Pertama di Idi Rayeuk

Huntara Korban Banjir Aceh Timur Mulai Dibangun, 24 Unit Pertama di Idi Rayeuk

January 9, 2026
Siklus atau Karma?

Siklus atau Karma?

March 24, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.