• Tentang Kami
Saturday, January 24, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
KIRIM TULISAN
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Malam Puasa 1, Pandai Merasa Bukan Merasa Pandai

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
March 13, 2025
in Ramadhan
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Pandai Merasa Bukan Merasa Pandai

Dr. Sulaiman Tripa. Foto: Dok Bandar Publishing

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sulaiman Tripa
Penulis Buku dan Akademisi USK

Alhamdulillah. Tahun ini, menyambut Puasa 1446 H, nyaris tidak ada perbedaan. Hari pertama Puasa, jatuh pada 1 Maret 2025. Walau simpulan resmi, agak lama diumumkan —pada saat waktu di wilayah Indonesia Timur, sudah selesai waktu isya. Ada yang berbeda. Ada daerah yang sudah berpuasa sejak hari ini. Sebelumnya, sejumlah pihak memperkirakan berbeda. Organisasi Muhammadiyah, berdasarkan hisab, sudah menetapkan lebih awal perihal 1 Puasa pada 1 Maret. Ada peneliti yang menyebut, dengan hilal, ada kemungkinan berbeda.

BACA JUGA

Malam Puasa 30, Selesaikanlah Urusan dengan Manusia

Malam Puasa 29, Apa yang Membekas dari Puasa Kita?

Hal penting bukan pada perbedaan. Tidak ada masalah dengan berbeda. Tapi pada batin umat sangat penting untuk bersama. Belajar dari beberapa tahun, perbedaan memang terjadi. Masyarakat sudah terbiasa, walau dalam tataran lain, juga pernah bermasalah. Misalnya mereka yang merayakan hari raya yang berbeda dengan hari yang ditetapkan pemerintah, kerap kesulitan dalam mendapat tempat shalat hari raya dengan layak.

Malam ini, saya menyambut Puasa di Gampong Limpok —gampong kami. Di masjid, saya lihat warga menyambutnya dengan gembira. Masjid lumayan penuh. Mudah-mudahan kondisi ini akan bertahan hingga akhir Puasa —sebagai bulan yang ditunggu-tunggu. Tamu agung yang lebih sempurna dibandingkan 11 bulan hijriah lainnya. Semua bulan penting, dan sepanjang waktu perkembangan kehidupan manusia, memiliki momentumnya masing-masing, namun Puasa menempati momentum paling penting bagi kehidupan manusia.

Bulan ini disambut dengan tangisan kebahagiaan, namun juga digelisahkan sebagian manusia. Orang-orang yang bahagia, sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Orang-orang yang bahagia akan menyambut bulan ini secara bersahaja.

Bayangkanlah seperti orang menaruh bunga yang menerbangkan semerbak di ruang tengah rumahnya. Ia berharap bulan ini mampu dia kuatkan semangat dan aktivitas sewangi bunga yang ditaruh itu.

Baca Juga:  Abua Leman dan Tidur Aja Dulu

Orang-orang seperti itu, merasa persiapannya jauh berkekurangan bila dibandingkan dengan kenikmatan yang diperoleh sesudahnya. Ketahuilah, mempersiapkan diri secara sempurna, bahkan ketika seseorang sudah merasa tidak dapat menahan rindui berhari dan berbulan sebelumnya. Menunggu tiba.

Sedangkan orang-orang yang gelisah, menunggu bulan ini dengan sia-sia. Selalu merasa takut tidak bisa berbuat apa-apa. Orang-orang yang gelisah, jangan pernah gundah, karena masih ada waktu untuk segera berbalik rasa. Jangan menunggu ketika nanti menjelang apa-apa, kita sudah masuk ke dalamnya, sementara batin kita belum merasakan apa-apa. Ketika pada posisi itu, satu pertanyaan penting yang harus teresap mendalam di benak kita, bahwa masukkah kita pada golongan orang-orang yang dipanggil itu? Tidak semua dipanggil. Berdukalah ketika kita merasa terhalang masuk ke dalamnya. Akan tetapi, sekali lagi, masih ada waktu.

Ketika dipanggil, orang-orang juga memiliki pengecualian. Kondisi khusus yang menyebabkan orang tidak mampu melakukan puasa, tetap ada rumusnya. Lalu apanya yang masih kita anggap berat?

Ada satu hal penting yang menjadi hikmah di balik puasa, yakni pada keseyogiaan orang untuk merasakan apa yang dirasakan orang yang sedang terpaksa dalam lapar. Akan tetapi dunia bukankah selalu menghadirkan pembaruan?

Ketika orang yang menahan lapar 12 hingga 16 jam, dengan dibantu pola konsumsi yang baik, mungkin jauh terasa ringan, dibandingkan dengan mereka yang jangankan untuk mengatur pola konsumsi, kebutuhan untuk konsumsi saja tidak ada. Semangatnya tetap merasakan sehati dengan orang lapar, walau dengan pola konsumsi, banyak orang yang tidak merasa apa-apa sepanjang 12 hingga 16 jam tersebut. Saya membayangkan derita yang dirasakan Palestina, yang diperangi Israel tiada habisnya. Memerangi sipil —bahkan anak-anak dan wanita— dengan membabi buta. Puasa, barangkali menjadi salah satu momentum merasakan berbagai derita.

Baca Juga:  Krisis Apresiasi di Era Klik: Ketika Akal Budi Terseret Algoritma

Terlepas bagaimana terasa sesungguhnya, tetapi ini soal keseyogiaan merasa, agar orang pandai merasa kondisi orang yang tak berpunya, bukan merasa pandai. Orang yang pandai merasa, akan memahami betapa orang miskin itu tidak sepatutnya dijadikan alat, sebagaimana dipermainkan oleh orang-orang yang merasa pandai. Orang pandai merasa, tahu bahwa lapar tak saja soal ketiadaan makanan, namun juga keberpihakan. Keberadaan mereka tak semata karena kemampuan dirinya, melainkan turut ditentukan oleh orang-orang yang disekelilingnya. Orang pandai merasa tahu, bahwa lapar itu, jika banyak orang ikhlas menyelesaikannya, maka tidak butuh waktu lama ia akan tuntas.

Kenyataannya tidak. Orang-orang yang merasa pandai, hanya menjadikan orang lapar bagi pencapaian sesuatu yang lebih besar. Mereka yang lapar tetap sebagai atas nama yang dibawa kemana-mana. Mereka ditaruh dalam amplop, dijilid rapi, lalu disorong ke sana ke mari.

Untuk masuk ke dalamnya, kita memang harus banyak berbenah untuk merasakan lahir dan batin orang lapar secara sesungguhnya. Wallahu A’lamu Bish-Shawaab. []

Tags: ArtikelDr Sulaiman TripaMalamPuasaRamadhansulaiman tripa
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 30, Selesaikanlah Urusan dengan Manusia

by Sulaiman Tripa
March 29, 2025
Dr Sulaiman Tripa
Ramadhan

Malam Puasa 29, Apa yang Membekas dari Puasa Kita?

by Sulaiman Tripa
March 28, 2025
sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 28, Belajar Mengelola Nafsu

by Sulaiman Tripa
March 27, 2025
sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 27, Connecting People dan Pentingnya Komunikasi

by Sulaiman Tripa
March 26, 2025
sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 26, Menjelang Detik-detik Akhir

by Sulaiman Tripa
March 25, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

January 23, 2026
Perkuat Literasi Inklusif, UIN Ar-Raniry Latih Penggunaan Mushaf Braille

Perkuat Literasi Inklusif, UIN Ar-Raniry Latih Penggunaan Mushaf Braille

January 21, 2026
Belajar dari Inisiatif Mandiri Seni-Budaya dalam Konteks Bencana di Sumatra

Belajar dari Inisiatif Mandiri Seni–Budaya dalam Konteks Bencana di Sumatra

January 22, 2026
Pemulihan atau Proyek? Catatan Kritis atas Program Pemulihan Kebudayaan Pascabencana di Sumatera

Pemulihan atau Proyek? Catatan Kritis atas Program Pemulihan Kebudayaan Pascabencana di Sumatera

January 19, 2026
Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

January 13, 2026
Ilmu, Ruh, dan Adab: Paradigma Baru dalam Risalah Frikatifisasi Ilmu

Ilmu, Ruh, dan Adab: Paradigma Baru dalam Risalah Frikatifisasi Ilmu

January 23, 2026
Gen Z Aceh Hadirkan Cara Merawat Perdamaian Lewat Buku Baru

Gen Z Aceh Hadirkan Cara Merawat Perdamaian Lewat Buku Baru

January 22, 2026
Akademisi Aceh Hadirkan Buku “Aceh 2026”, Menyemai Damai untuk Masa Depan

Akademisi Aceh Hadirkan Buku “Aceh 2026”, Menyemai Damai untuk Masa Depan

January 22, 2026
MTsN 2 Banda Aceh Dorong Literasi, Targetkan Siswa Terbitkan Buku

MTsN 2 Banda Aceh Dorong Literasi, Targetkan Siswa Terbitkan Buku

January 21, 2026

EDITOR'S PICK

21 Tahun Tsunami Aceh: Ribuan Jamaah Padati Masjid Raya Baiturrahman, Doakan Korban Banjir dan Longsor

21 Tahun Tsunami Aceh: Ribuan Jamaah Padati Masjid Raya Baiturrahman, Doakan Korban Banjir dan Longsor

December 27, 2025
Aceh Komitmen Jaga Perdamaian, Uni Eropa Diminta Lobi Pemerintah Pusat soal MoU Helsinki

Aceh Komitmen Jaga Perdamaian, Uni Eropa Diminta Lobi Pemerintah Pusat soal MoU Helsinki

September 10, 2025
Seorang Jemaah Haji Aceh Pulang Setelah Dirawat di Makkah, Tiga Masih di RS Madinah

Seorang Jemaah Haji Aceh Pulang Setelah Dirawat di Makkah, Tiga Masih di RS Madinah

July 20, 2025
Prof Yasir Yusuf: Bank Syariah Harus Teguh pada Prinsip Syariah

Prof Yasir Yusuf: Bank Syariah Harus Teguh pada Prinsip Syariah

January 13, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.