• Tentang Kami
Wednesday, February 25, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
KIRIM TULISAN
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pendidikan Aceh Setelah Banjir Bandang: Antara Lumpur dan Harapan

Husaini by Husaini
February 24, 2026
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pendidikan Aceh Setelah Banjir Bandang: Antara Lumpur dan Harapan

Bangunan sekolah tertimbun lumpur sisa banjir bandang akhir November 2025, siswa SMAN 2 Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, belajar lesehan di atas terpal pada Rabu, 28 Januari 2026. Foto: Husaini/Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Dua bulan lebih setelah banjir bandang menerjang Aceh, sejumlah sekolah belum benar-benar pulih. Kelas berpindah ke tenda darurat, ruang belajar masih berlumpur, sementara guru dan siswa berusaha menjaga satu hal yang belum ikut hanyut: semangat untuk terus belajar.

AKHIR Januari lalu, tim liputan Sagoe TV kembali turun ke lapangan. Pilihannya jatuh ke Kabupaten Pidie Jaya, salah satu wilayah yang pukulannya terasa paling keras setelah bencana yang melanda Aceh-Sumatra pada akhir November 2025 lalu. Dua bulan berlalu, tapi bekasnya masih terlihat jelas: di jalan, di rumah warga, juga di sekolah-sekolah.

Fokus liputan kami kali ini sederhana tapi penting: bagaimana nasib pendidikan anak-anak di Aceh setelah banjir bandang dan longsor itu.

BACA JUGA

Mental Pengemis, Sogok Menyogok dan Empati Sosial

Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Di SMA Negeri 2 Meureudu, sekolah yang dulu riuh oleh suara bel istirahat, kini masih dipenuhi lumpur. Ruang belajar belum bisa dipakai. Para siswa akhirnya belajar seadanya; lesehan, beralas terpal, di tenda darurat yang didirikan Kemendikdasmen.

Gambaran serupa terlihat di SMP Negeri 1 Meurah Dua. Ruang kelas belum benar-benar kembali, jadi pelajaran dipindahkan ke bawah tenda darurat. Anak-anak duduk di lantai, harus membungkuk saat mencatat, seolah berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan yang belum juga selesai.

Yang lebih menyayat justru terjadi di MIN Seunong. Banjir datang menyapu habis madrasah itu. Bangunan nyaris tak tersisa. Kini yang tampak hanya sisa pondasi pagar, seakan menjadi penanda bahwa di tempat itu pernah berdiri sebuah sekolah.

Namun di tengah semua keterbatasan itu, para guru memilih tidak ikut tenggelam bersama keadaan. Di SMA Negeri 2 Meureudu, salah satunya Cut Salmina, terus menjaga ritme belajar anak-anaknya. Mereka bahkan melahirkan semacam moto baru, kalimat sederhana yang terus diulang, juga untuk menguatkan diri sendiri.

“Walaupun sekolah penuh lumpur, semangat tidak boleh kendur. Walaupun sekolah penuh tanah, semangat tidak boleh punah.”

Kalimat itu kini seperti mantra kecil yang beredar di antara para siswa.

Baca Juga:  Update Bencana Sumatera: 914 Meninggal, Aceh Jadi Daerah dengan Korban Terbanyak

“Kita akan terus belajar, kita akan terus menyemangati siswa walaupun kondisi seperti ini. Moto itu akan terus kami gaungkan kepada siswa. Itu sebagai bentuk semangat untuk mereka,” kata Cut Salmina, sambil menyeka peluh di wajahnya siang itu.

Jika ingin melihat lebih dekat bagaimana anak-anak itu tetap belajar di tengah lumpur dan ruang kelas yang belum pulih, Anda dapat membaca laporan mendalam Sagoe TV dalam artikel “Pendidikan Aceh Pascabanjir: Siswa Belajar di Atas Lumpur.”

Kisah lain yang tak kalah menyentuh, tentang perjuangan Cut Salmina menjaga asa murid-murid korban banjir, juga bisa Anda temukan di Teras.id. Sebuah potret kecil tentang bagaimana harapan tetap dijaga, bahkan ketika ruang kelas masih dipenuhi lumpur. Selamat membaca. []

Tags: acehAnak AcehBanjirbencanaEditorialpendidikanPendidikan AcehSagoe TVTeaser
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Husaini

Husaini

Bergabung dengan Sagoe TV sejak awal 2025. Menulis soal isu-isu olahraga, sosial, budaya, kebijakan publik, ekonomi, serta politik.

Related Posts

Mental Pengemis, Sogok Menyogok dan Empati Sosial
Opini

Mental Pengemis, Sogok Menyogok dan Empati Sosial

by Anna Rizatil
February 23, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas
Opini

Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

by Anna Rizatil
February 20, 2026
Publik dalam Bayang Militerisme Urban
Opini

Publik dalam Bayang Militerisme Urban

by Anna Rizatil
February 11, 2026
Sultan Muhammad Daud Syah
Opini

Sultan Muhammad Daud Syah

by SAGOE TV
February 9, 2026
Artificial Intelligence dan Krisis Akal Manusia: Antara Alat Bantu dan Ancaman Peradaban
Opini

Artificial Intelligence dan Krisis Akal Manusia: Antara Alat Bantu dan Ancaman Peradaban

by Anna Rizatil
February 6, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

February 20, 2026
Bandar Publishing Terbitkan Buku Wakil Ketua DPRK Banda Aceh

Bandar Publishing Terbitkan Buku Wakil Ketua DPRK Banda Aceh

February 19, 2026
Di Antara Ramadhan dan Riuh Zaman: Catatan Kecil tentang Seni yang Sedang Kita Rawat

Di Antara Ramadhan dan Riuh Zaman: Catatan Kecil tentang Seni yang Sedang Kita Rawat

February 23, 2026
Pesantren Jurnalistik AJI Banda Aceh Kembali Dibuka Selama Ramadhan, Siswa dan Komunitas Bisa Daftar

Pesantren Jurnalistik AJI Banda Aceh Kembali Dibuka Selama Ramadhan, Siswa dan Komunitas Bisa Daftar

February 20, 2026
Mental Pengemis, Sogok Menyogok dan Empati Sosial

Mental Pengemis, Sogok Menyogok dan Empati Sosial

February 23, 2026
Membaca Ulang Seni di Jantung Darussalam Banda Aceh: Dari Pendidikan Keterampilan Menuju Ekosistem Pengetahuan

Membaca Ulang Seni di Jantung Darussalam Banda Aceh: Dari Pendidikan Keterampilan Menuju Ekosistem Pengetahuan

February 18, 2026
Donasi 500 Ton Warga Aceh di Malaysia Siap Dipulangkan, KBRI Tekankan Skema NGO to NGO

Donasi 500 Ton Warga Aceh di Malaysia Siap Dipulangkan, KBRI Tekankan Skema NGO to NGO

February 6, 2026
Pendidikan Aceh Setelah Banjir Bandang: Antara Lumpur dan Harapan

Pendidikan Aceh Setelah Banjir Bandang: Antara Lumpur dan Harapan

February 24, 2026
Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari

February 24, 2026

EDITOR'S PICK

Gubernur Aceh Pantau Bongkar Muat Bantuan dari KRI Teluk Gilimanuk di Krueng Geukueh

Bantuan Dana Sapi Meugang untuk Aceh, Gubernur Mualem Sampaikan Terima Kasih ke Presiden Prabowo

February 11, 2026
Elit Politik Aceh Gagal Yakinkan Prabowo?

Elit Politik Aceh Gagal Yakinkan Prabowo?

December 27, 2025
Pesan Pelatih Persiraja untuk Andik Vermansah dkk Usai Bungkam PSKC Cimahi

Pesan Pelatih Persiraja untuk Andik Vermansah dkk Usai Bungkam PSKC Cimahi

October 3, 2024
Kerancuan Pikiran Jarang Disadari Pengajar Ilmu Logika

Kerancuan Pikiran Jarang Disadari Pengajar Ilmu Logika

March 20, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.