• Tentang Kami
Tuesday, July 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Anna Rizatil by Anna Rizatil
February 20, 2026
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Prof. Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc. (Foto: Dokumen)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Prof. Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc,
Profesor bidang teknologi pascapanen, Dosen Prodi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Email: rkhathir79@gmail.com

Bulan Ramadhan 1447 H telah datang membawa kegembiraan kepada kita semua. Keistimewaan bulan Ramadhan sangat jelas, pertama bahwa pada bulan ini kita melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh. Allah memerintahkan kita melaksanakan ibadah puasa agar kita dapat meningkatkan ketaqwaan kepada-Nya (QS. Al-Baqarah: 183). Di samping itu, ibadah puasa merupakan Rukun Islam yang ketiga.

BACA JUGA

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

Dalam terminologi Islam, puasa adalah menahan diri dari lapar, dahaga, dan segala hal yang dapat membatalkan puasa di mulai saat terbitnya fajar dan berakhir saat terbenamnya matahari. Menahan (mengendalikan) diri adalah elemen utama dalam ibadah puasa, dengan durasi yang relatif sangat panjang yaitu hampir 12 jam. Dalam ibadah lain seperti shalat, kita hanya dilatih menahan diri selama 5-10 menit saja. Pengontrolan diri yang lebih lama ini diharapkan dapat membawa efek ketaqwaan yang mendalam pada diri kita.

Secara umum, menahan lapar dan dahaga itu tidak terlalu sulit, bahkan anak-anak belia dapat kita latih untuk berpuasa sehari penuh. Masalahnya adalah pada menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Perbuatan yang membatalkan puasa dikelompokkan dalam perbuatan yang halal (boleh) dan perbuatan yang memang haram (maksiat).

Perbuatan halal yang membatalkan puasa meliputi memasukkan sesuatu ke dalam tubuh seperti obat-obatan, melakukan hubungan suami istri, keluar mani, haidh, dan nifas, muntah dengan sengaja, dan sakit gila.

Adapun perbuatan haram (maksiat) yang membatalkan puasa seperti murtad, dan segala perbuatan tidak terpuji lainnya yang pada akhirnya membawa kita bermaksiat kepada Allah SWT. Dengan ini, kita harus berhati-hati selama berpuasa, agar tidak melakukan dusta, ghibah, mencuri, dan lain sebagainya. Rasulullah SAW pernah bersabda: “Dan jika seseorang memaki atau mengajaknya bertengkar. Katakanlah, saya sedang berpuasa (dua kali)”.

Beberapa ulama seperti Imam Ahmad dan Qardhawi mengatakan bahwa kemaksiatan tidak membatalkan puasa, namun semua setuju bahwa kemaksiatan akan mengurangi pahala puasa. Dalam konteks ini kita dapat memilih kondisi paling aman yaitu mengendalikan diri agar tidak melakukan kemaksiatan apapun dengan keimanan yang kuat dan pengharapan yang besar kepada pahala yang Allah janjikan. Ibadah puasa adalah ibadah tersembunyi yang tidak bisa dipamerkan, sehingga sah atau tidaknya memang tidak bisa dinilai oleh orang lain.

Keistimewaan Ramadhan kedua adalah bahwa bulan ini penuh dengan ampunan (maghfirah). Rasulullah Saw bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan (iimaanan) dan pengharapan akan pahala (ihtisaaban), maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.

Selanjutnya, keistimewaan Ramadhan yang ketiga adalah bahwa bulan ini merupakan bulan diturunkannya Al-Quran (QS. Al-Baqarah: 185), tepatnya di malam Lailatul qadr, yang lebih baik dari pada seribu bulan (QS. Al-Qadr: 3). Seribu bulan ini hampir setara dengan masa 83 tahun lamanya. Kita sangat berharap agar setidaknya sekali seumur hidup bertemu dengan malam lailatul qadr ini, dalam kondisi kita sedang beribadah maksimal. Jadi bulan Ramadhan dapat dikatakan sebagai bulan dengan pahala berlipat ganda.

Dalam sabdanya yang lain, Rasulullah Saw menyampaikan bahwa satu kebaikan di dalam bulan Ramadhan akan diberikan pahala minimal 10 dan maksimal 700. Hal ini menunjukkan kemurahan Allah yang maha Pengampun lagi Penyayang kepada kita. Pahala 10x lipat ini sama dengan atau 900%. Sedangkan pahala 700x lipat itu setara dengan atau 69.900% (QS. Al Baqarah: 261). Marilah kita rasakan kemurahan Allah dalam memberikan balasan atas amalan baik yang kita lakukan, maka kenapa kita masih ragu berbuat baik? Tidak ada satu manusia pun atau perbankan yang mau memberikan keuntungan sedemikian besar kepada kita.

Selanjutnya di bulan Ramadhan pula kita melaksanakan ibadah zakat fitrah sejumlah 3kg beras per jiwa. Zakat ini merupakan rukun Islam ke-empat. Sehingga selama bulan Ramadhan kita dapat melaksanakan 4 dari 5 rukun Islam sekaligus, manifestasi bahwa posisi keislaman kita paling tinggi. Intinya, Ramadhan adalah bulan bertuah, bulan ibadah, bulan mujahadah, bulan Rahmat, bulan maghfirah, bulan al-Quran dan bulan lailatul qadr.

Peningkatan etos kerja
Para pembaca yang budiman, dengan memahami konsep bulan Ramadhan di atas, apakah kita masih mau menurunkan etos kerja kita di bulan puasa? Bukankah seharusnya kita lebih bersemangat bekerja dan berkarya di bulan ini?

Memang terdapat sebuah hadits berbunyi: “Tidurnya (diamnya) orang berpuasa adalah ibadah”. Namun kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa hadits tadi menunjukkan posisi minimal, dan bermakna bahwa kegiatan (geraknya) orang yang sedang berpuasa akan menjadi ibadah dengan pahala berganda. Dalam hadits yang lain Rasulullah juga menyerukan agar kita mengurangi tidur di siang hari dan mengurangi makan di malam hari. Oleh karena itu, puasa tidak seharusnya menjadi hambatan dalam melaksanakan pekerjaan dan kegiatan kita, apalagi kalau menjalani puasa dengan tidur seharian.

Ibadah puasa seharusnya dapat meningkatkan etos kerja bahkan efisiensi pekerjaan kita. Kondisi berpuasa dapat menjadi tameng bagi kita agar tidak melakukan kegiatan yang sia-sia seperti gosip atau ghibah yang berpotensi dilakukan pada jam istirahat dan makan siang. Kondisi berpuasa juga bermanfaat untuk meningkatkan integritas, keikhlasan, dan kedisiplinan. Kita berharap agar pada Ramadhan tahun ini, etos kerja kita dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan. Jam perkantoran atau perkuliahan tidak perlu diperpendek. Pelayanan publik dilaksanakan seperti hari-hari biasanya dan bahkan seharusnya dilaksanakan secara lebih baik. Semua pekerjaan kita, terutama yang menyangkut kepentingan publik, insya Allah merupakan ladang ibadah yang perlu dimaksimalkan selama bulan Ramadhan.

Ramadhan juga merupakan bulan penghematan dari 3x makan menjadi 2x makan. Puasa bahkan dapat menjadi momen untuk meningkatkan kesehatan jasmani kita. Lalu apa penyebab biaya rumah tangga selama Ramadhan meningkat? Apa penyebab sampah makanan dan kemasan di Kota Banda Aceh meningkat sampai 13 ton per hari? (Serambi, 05/03/2025).

Di sini lah kita perlu suatu pemahaman. Salah tafsir dan salah metode menyebabkan ibadah puasa kita tidak bermakna (sia-sia). Pertumbuhan pedagang-pedagang musiman yang menjajakan berbagai menu takjil perlu disikapi dengan pembinaan agar ada sistem pengelolaan sampah yang benar. Di sisi masyarakatnya, perlu ada perencanaan jumlah dan menu makanan untuk berbuka dan sahur yang wajar dengan nilai gizi yang memenuhi. Jangan membeli apa yang kita inginkan, namun belilah apa yang kita butuhkan. Semoga Ramadhan kali ini menjadi bulan latihan bagi kita semua. Amin ya rabbal ‘alamin.[]

Tags: Makin Tahu IndonesiaopiniProduktivitasPuasaRamadhanTingkatkan Taqwa
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas
Opini

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

by SAGOE TV
July 18, 2026
Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang
Opini

Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

by SAGOE TV
July 17, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh
Opini

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

by SAGOE TV
July 16, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi
Opini

Tentang Media dan Perhatian Publik

by SAGOE TV
July 14, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti
Opini

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

by SAGOE TV
July 13, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

July 21, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

July 20, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026

EDITOR'S PICK

Safrizal ZA Paparkan Progres Pemulihan Aceh: Layanan Publik Normal, Huntara-Huntap Dikebut

Safrizal ZA Paparkan Progres Pemulihan Aceh: Layanan Publik Normal, Huntara-Huntap Dikebut

April 14, 2026
Pascabanjir Pidie Jaya, GEN-A dan Natural Aceh Perkuat Literasi Warga lewat TBM Wareh

Pascabanjir Pidie Jaya, GEN-A dan Natural Aceh Perkuat Literasi Warga lewat TBM Wareh

February 4, 2026
Camat Ujung Tombak Suksesnya PON XXI dan Pilkada Aceh

Camat Ujung Tombak Suksesnya PON XXI dan Pilkada Aceh

August 19, 2024
Rektor UIN Ar-Raniry Temui Wamen Komdigi Nezar Patria Bahas Kolaborasi Menuju World Class University

Rektor UIN Ar-Raniry Temui Wamen Komdigi Bahas Kolaborasi Menuju World Class University

May 21, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.