• Tentang Kami
Thursday, October 15, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Karantina Ramadhan, Pretest Sebelum Mondok

Anna Rizatil by Anna Rizatil
March 9, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Risnawati Ridwan ASN Pada Dinas Sosial Kota Banda Aceh

Risnawati Ridwan. Foto: for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Risnawati Ridwan
ASN pada Dinas Sosial Kota Banda Aceh

Namanya Faris, usianya 11 tahun. Masih bersekolah di madrasah ibtidaiyah kelas 5. Ramadhan tahun ini menjadi ramadhan yang spesial. Pertama kalinya Faris mengikuti kegiatan Daurah Ramadhan dalam program karantina selama 20 hari. Daurah ramadhan yang diikuti merupakan program tahunan yang dilaksanakan dan berpusat di Mesjid Jamik Darussalam.

Program karantina itu sendiri merupakan salah satu program tahfidz dalam kegiatan Daurah Al-Quran RDK 1447 H/2026 dan bagi peserta diharuskan untuk menetap tinggal dalam lingkungan masjid. Sedangkan program lainnya adalah non karantina yang mengikuti kegiatan pembelajaran tahfidz hanya datang sebelum sesinya dan kemudian bisa pulang. Adapun bagi peserta program karantina, peserta melakukan aktivitas di lingkungan masjid selama 24 jam selama 20 hari.

BACA JUGA

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

Bukan Antisains, Prabowo Justru Antisaintis

Bagi Faris, keikutsertaannya dalam program karantina berawal dari ajakan sepupunya. Kebetulan sepupunya telah berpengalaman ikut program karantina di tempat yang sama pada tahun yang lalu. Dengan arahan dan segala pertimbangan akhirnya Faris mengikuti kegiatan tersebut walaupun dengan perasaan khawatir dan deg degan.

Salah satu pertimbangan yang diungkapkan anak-anak ini adalah bahwa karantina sebagai latihan mereka sebelum mereka melanjutkan pendidikan di pondok pesantrean saat tamat dari sekolah dasar. Keinginan melatih diri ini merupakan kunci awal bagi orang tua bahwa si anak telah mulai belajar menguatkan mental dalam menghadapi masa depannya.

Belajar di pondok pesantren merupakan ujian bagi anak dan orang tua. Persiapan mental ini lah yang patut ditiru. Mengikuti kegiatan daurah program karantina dapat menjadi latihan sebelum masuk ke pondok secara definitif. Dengan kata lain, karantina selama dua puluh hari akan mengajarkan si anak dan orang tua sebelum memasuki masa sekolah berasrama seperti pesantren.

Beberapa hal yang dapat dipelajari oleh anak-anak dan orang tuanya selama masa karantina:

Pertama, kesiapan mental berpisah sementara waktu dengan tujuan menuntut ilmu. Berpisah dengan keluarga itu sangat menyulitkan. Apalagi bagi anak-anak yang terbiasa dengan keluarga lengkap. Bagi orang tua masalah berpisah ini biasanya menjadi tantangan tersendiri bagi ibunya. Mempersiapkan mental untuk berpisah dalam kegiatan sehari-hari mungkin tidak menjadi masalah karena pada malam harinya akan kembali bersama bernaung dalam atap yang sama. Dengan mengikuti kegiatan karantina, otomatis anak dan orang tua akan berpisah dalam jangka waktu tertentu.

Berpisah tidur selama proses karantina juga melatih mindset bagi orang tua dan anaknya bahwa perpisahan ini hanya bersifat sementara. Seperti pepatah orang tua mengatakan, “Selalu ada yang pertama untuk smeua hal” dapat menjadi acuan bahwa momen pertama berpisah pertama kali akan menjadi sulit. Namun perpisahan berikutnya tidaklah lebih sulit daripada yang pertama.

Kedua, momen karantina yang dapat menjadi momen pembelajaran bagi si anak tentang bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan menjaga barang-barang pribadi. Tidak jarang kita dengar bahwa anak-anak di pondok pesantren selalu kehilangan barang-barang pribadinya. Tentu saja penyebabnya banyak, ada yang memang di ghasab atau dicuri, ada juga disebabkan keteledoran si anak sehingga barang-barang pribadinya tidak ditemukan.

Selama karantina, anak-anak harus menjaga barang pribadinya sendiri. Namun berbeda dengan kondisi di pondok, barang-barang selama karantina lebih sedikit daripada saat masuk ke pondok. Menjaga barang ini tentu saja lebih mudah dilakukan. Namun melatih untuk menjaga barang-barang ini, orang tua harus berperan penuh memberikan arahan dan petunjuk agar anak mengerti apa yang harus dilakukannya. Bahkan dalam momen ini juga, anak akan belajar tentang menggunakan barang pribadi secara elok, seperti memakai pakaian, mengerti pakaian yang bagaimana digunakan untuk mengaji dan pakaian bagaimana digunakan untuk istirahat. Sedangkan saat dirumah ada orang tua yang memberikan arahan langsung.

Ketiga, merupakan pembelajaran yang terakhir, belajar ikhlas dengan kesusahan selama berjauhan dengan rumah dan orang tua. Kedua belah pihak belajar hal ini dan karantina merupakan waktu yang tepat untuk melatih keihklasan ini. Dengan menelusuri niat dan keinginan masuk pondok maka jalan berlatih menuju ikhlas tentu saja lebih mudah. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa mengikuti karantina hanyalah 1% dari waktu jika ananda masuk ke pondok. Tetapi membutuhkan effort yang sama menuju keihklasan. Atas nama menuntut ilmu, ikhlas adalah kunci agar keberkahan ilmu dapat diperoleh.

Program karantina dan belajar di pondok pesnatren adalah sama-sama dalam rangka menuntut ilmu. Sedangkan niat menuntut ilmu adalah niat yang tinggi. Seperti hadist nabi, “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju surga” (HR. Muslim). Selain itu, orang berilmu diangkat derajatnya oleh Allah dan keutamaannya seperti bulan purnama dibandingkan bintang-bintang.[]

Tags: KarantinaMakin Tahu IndonesiaopiniPesantrenRamadhan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

MACS Membuka Pintu, Membangun Jalan
Opini

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

by SAGOE TV
October 14, 2026
Publik dalam Bayang Militerisme Urban
Opini

Bukan Antisains, Prabowo Justru Antisaintis

by SAGOE TV
October 5, 2026
Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit
Opini

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

by SAGOE TV
October 4, 2026
Hari Pancasila dan Harapan Rakyat
Opini

Hari Pancasila dan Harapan Rakyat

by SAGOE TV
October 1, 2026
Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan Langkah Berikutnya bagi MACS di USK
Opini

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan: Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

by SAGOE TV
September 30, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

Sagoetv.com Diduga Diretas Usai Terbitkan Berita Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran

October 13, 2026
Nasir Djamil: Warung Kopi di Aceh Bisa Jadi Ruang Diskusi Buku

Nasir Djamil: Warung Kopi di Aceh Bisa Jadi Ruang Diskusi Buku

October 10, 2026
Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

Dari Simbiosis Fotografi ke Ekosistem Seni: Membaca Kembali Cultural Nuances

October 11, 2026
MACS Membuka Pintu, Membangun Jalan

MACS: Membuka Pintu, Membangun Jalan

October 14, 2026
Dek Fadh Hadiri Peusijuek 3 Putra Aceh yang Mengemban Amanah di Tingkat Nasional

Dek Fadh Hadiri Peusijuek 3 Putra Aceh yang Mengemban Amanah di Tingkat Nasional

October 11, 2026
Persiraja vs Semen Padang Nama Besar Kabau Sirah Tak Bikin Laskar Rencong Gentar

Total Denda Rp100 Juta, Persiraja dan Faris Adit Disanksi Usai Laga Kontra Sumsel United

October 14, 2026
Pameran Seni Internasional di USK Hadirkan Karya Seniman dari Belasan Negara

Pameran Seni Internasional di USK Hadirkan Karya Seniman dari Belasan Negara

October 10, 2026
LPS bayar klaim nasabah BPRS Aceh

LPS Bayar Rp46,80 Miliar Klaim Nasabah 4 BPRS di Aceh

October 8, 2026
Brigjen Latif Usman Jadi Wakapolda Aceh, Gantikan Ari Wahyu Widodo

Brigjen Latif Usman Jadi Wakapolda Aceh, Gantikan Ari Wahyu Widodo

October 11, 2026

EDITOR'S PICK

Pendaftaran UM-PTKIN 2025 Diperpanjang hingga 2 Juni, Simak Jadwal Lengkapnya

Pendaftaran UM-PTKIN 2025 Diperpanjang hingga 2 Juni, Simak Jadwal Lengkapnya

May 31, 2025
Meneladani Salafus Shalih dalam Menghidupkan Ramadhan dengan Al-Qur’an

Meneladani Salafus Shalih dalam Menghidupkan Ramadhan dengan Al-Qur’an

March 26, 2025
Dampak Banjir-Longsor, Ratusan Destinasi Wisata dan Cagar Budaya Aceh Rusak

Dampak Banjir-Longsor, Ratusan Destinasi Wisata dan Cagar Budaya Aceh Rusak

January 14, 2026
Persiraja Sewa Stadion H Dimurthala sampai 2030, Biaya Lebih dari Rp1 Miliar

Persiraja Sewa Stadion H Dimurthala sampai 2030, Biaya Lebih dari Rp1 Miliar

June 12, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.