• Tentang Kami
Sunday, August 23, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Karantina Ramadhan, Pretest Sebelum Mondok

Anna Rizatil by Anna Rizatil
March 9, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Risnawati Ridwan ASN Pada Dinas Sosial Kota Banda Aceh

Risnawati Ridwan. Foto: for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Risnawati Ridwan
ASN pada Dinas Sosial Kota Banda Aceh

Namanya Faris, usianya 11 tahun. Masih bersekolah di madrasah ibtidaiyah kelas 5. Ramadhan tahun ini menjadi ramadhan yang spesial. Pertama kalinya Faris mengikuti kegiatan Daurah Ramadhan dalam program karantina selama 20 hari. Daurah ramadhan yang diikuti merupakan program tahunan yang dilaksanakan dan berpusat di Mesjid Jamik Darussalam.

Program karantina itu sendiri merupakan salah satu program tahfidz dalam kegiatan Daurah Al-Quran RDK 1447 H/2026 dan bagi peserta diharuskan untuk menetap tinggal dalam lingkungan masjid. Sedangkan program lainnya adalah non karantina yang mengikuti kegiatan pembelajaran tahfidz hanya datang sebelum sesinya dan kemudian bisa pulang. Adapun bagi peserta program karantina, peserta melakukan aktivitas di lingkungan masjid selama 24 jam selama 20 hari.

BACA JUGA

Menyoroti Site Plan PSN yang Mengabaikan Aspel Sosial Masyarakat di Kawasan Kopelma Darussalam Banda Aceh

Remaja Aceh di Persimpangan: NKRI, “Merdeka”, dan Ruang Kosong Tokoh Idola

Bagi Faris, keikutsertaannya dalam program karantina berawal dari ajakan sepupunya. Kebetulan sepupunya telah berpengalaman ikut program karantina di tempat yang sama pada tahun yang lalu. Dengan arahan dan segala pertimbangan akhirnya Faris mengikuti kegiatan tersebut walaupun dengan perasaan khawatir dan deg degan.

Salah satu pertimbangan yang diungkapkan anak-anak ini adalah bahwa karantina sebagai latihan mereka sebelum mereka melanjutkan pendidikan di pondok pesantrean saat tamat dari sekolah dasar. Keinginan melatih diri ini merupakan kunci awal bagi orang tua bahwa si anak telah mulai belajar menguatkan mental dalam menghadapi masa depannya.

Belajar di pondok pesantren merupakan ujian bagi anak dan orang tua. Persiapan mental ini lah yang patut ditiru. Mengikuti kegiatan daurah program karantina dapat menjadi latihan sebelum masuk ke pondok secara definitif. Dengan kata lain, karantina selama dua puluh hari akan mengajarkan si anak dan orang tua sebelum memasuki masa sekolah berasrama seperti pesantren.

Beberapa hal yang dapat dipelajari oleh anak-anak dan orang tuanya selama masa karantina:

Pertama, kesiapan mental berpisah sementara waktu dengan tujuan menuntut ilmu. Berpisah dengan keluarga itu sangat menyulitkan. Apalagi bagi anak-anak yang terbiasa dengan keluarga lengkap. Bagi orang tua masalah berpisah ini biasanya menjadi tantangan tersendiri bagi ibunya. Mempersiapkan mental untuk berpisah dalam kegiatan sehari-hari mungkin tidak menjadi masalah karena pada malam harinya akan kembali bersama bernaung dalam atap yang sama. Dengan mengikuti kegiatan karantina, otomatis anak dan orang tua akan berpisah dalam jangka waktu tertentu.

Berpisah tidur selama proses karantina juga melatih mindset bagi orang tua dan anaknya bahwa perpisahan ini hanya bersifat sementara. Seperti pepatah orang tua mengatakan, “Selalu ada yang pertama untuk smeua hal” dapat menjadi acuan bahwa momen pertama berpisah pertama kali akan menjadi sulit. Namun perpisahan berikutnya tidaklah lebih sulit daripada yang pertama.

Kedua, momen karantina yang dapat menjadi momen pembelajaran bagi si anak tentang bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan menjaga barang-barang pribadi. Tidak jarang kita dengar bahwa anak-anak di pondok pesantren selalu kehilangan barang-barang pribadinya. Tentu saja penyebabnya banyak, ada yang memang di ghasab atau dicuri, ada juga disebabkan keteledoran si anak sehingga barang-barang pribadinya tidak ditemukan.

Selama karantina, anak-anak harus menjaga barang pribadinya sendiri. Namun berbeda dengan kondisi di pondok, barang-barang selama karantina lebih sedikit daripada saat masuk ke pondok. Menjaga barang ini tentu saja lebih mudah dilakukan. Namun melatih untuk menjaga barang-barang ini, orang tua harus berperan penuh memberikan arahan dan petunjuk agar anak mengerti apa yang harus dilakukannya. Bahkan dalam momen ini juga, anak akan belajar tentang menggunakan barang pribadi secara elok, seperti memakai pakaian, mengerti pakaian yang bagaimana digunakan untuk mengaji dan pakaian bagaimana digunakan untuk istirahat. Sedangkan saat dirumah ada orang tua yang memberikan arahan langsung.

Ketiga, merupakan pembelajaran yang terakhir, belajar ikhlas dengan kesusahan selama berjauhan dengan rumah dan orang tua. Kedua belah pihak belajar hal ini dan karantina merupakan waktu yang tepat untuk melatih keihklasan ini. Dengan menelusuri niat dan keinginan masuk pondok maka jalan berlatih menuju ikhlas tentu saja lebih mudah. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa mengikuti karantina hanyalah 1% dari waktu jika ananda masuk ke pondok. Tetapi membutuhkan effort yang sama menuju keihklasan. Atas nama menuntut ilmu, ikhlas adalah kunci agar keberkahan ilmu dapat diperoleh.

Program karantina dan belajar di pondok pesnatren adalah sama-sama dalam rangka menuntut ilmu. Sedangkan niat menuntut ilmu adalah niat yang tinggi. Seperti hadist nabi, “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju surga” (HR. Muslim). Selain itu, orang berilmu diangkat derajatnya oleh Allah dan keutamaannya seperti bulan purnama dibandingkan bintang-bintang.[]

Tags: KarantinaMakin Tahu IndonesiaopiniPesantrenRamadhan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Dek Din Syamsuddin
Opini

Menyoroti Site Plan PSN yang Mengabaikan Aspel Sosial Masyarakat di Kawasan Kopelma Darussalam Banda Aceh

by SAGOE TV
August 23, 2026
Remaja Aceh di Persimpangan NKRI, Merdeka, dan Ruang Kosong Tokoh Idola_Irwandi
Opini

Remaja Aceh di Persimpangan: NKRI, “Merdeka”, dan Ruang Kosong Tokoh Idola

by SAGOE TV
August 21, 2026
Dek Din Syamsuddin
Opini

Menjaga Jiwa Kota: Dilema Tata Ruang Banda Aceh, Gampong Kopelma Darussalam, dan Bayang-Bayang Proyek Strategis Nasional

by SAGOE TV
August 20, 2026
Sesudah Damai, Apa Lagi Pelajaran Ibnu Khaldun untuk Aceh_Muhammad Akmal
Opini

Sesudah Damai, Apa Lagi? Pelajaran Ibnu Khaldun untuk Aceh

by SAGOE TV
August 18, 2026
21 Tahun Damai Refleksi dan Koreksi untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Opini

Glorifikasi Munafik Ini Dibangun dengan Sengaja: Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan

by SAGOE TV
August 17, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Remaja Aceh di Persimpangan NKRI, Merdeka, dan Ruang Kosong Tokoh Idola_Irwandi

Remaja Aceh di Persimpangan: NKRI, “Merdeka”, dan Ruang Kosong Tokoh Idola

August 21, 2026
Rita Khathir

Arti Kemerdekaan

August 18, 2026
Sesudah Damai, Apa Lagi Pelajaran Ibnu Khaldun untuk Aceh_Muhammad Akmal

Sesudah Damai, Apa Lagi? Pelajaran Ibnu Khaldun untuk Aceh

August 18, 2026
21 Tahun Damai Refleksi dan Koreksi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Glorifikasi Munafik Ini Dibangun dengan Sengaja: Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan

August 17, 2026
Ranup Lam Puan Tradisi yang Terus Bertumbuh

Ranup Lam Puan: Tradisi yang Terus Bertumbuh

August 21, 2026
Dek Din Syamsuddin

Menjaga Jiwa Kota: Dilema Tata Ruang Banda Aceh, Gampong Kopelma Darussalam, dan Bayang-Bayang Proyek Strategis Nasional

August 20, 2026
SPS Revival: Ketika Praktik Kreatif Mulai Menemukan Bentuknya

SPS Revival: Ketika Praktik Kreatif Mulai Menemukan Bentuknya

August 18, 2026
Ari J. Palawi Praktisi dan Akademisi Seni, Aneuk Mukim Kayee Adang, Banda Aceh

Setelah Damai, Siapa yang Membentuk Kita?

August 17, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026

EDITOR'S PICK

Pemerintah Aceh Siapkan Penghargaan bagi Hafidz 30 Juz

Pemerintah Aceh Siapkan Penghargaan bagi Hafidz 30 Juz

March 8, 2025
Wagub Aceh Pimpin Upacara Hardiknas, Ajak Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Wagub Aceh Pimpin Upacara Hardiknas, Ajak Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

May 2, 2025
Ingin Kuliah di Aceh? USK Buka Penerimaan Mahasiswa Internasional 2026/2027

Ingin Kuliah di Aceh? USK Buka Penerimaan Mahasiswa Internasional 2026/2027

February 6, 2026
Doa dan Kenduri Akbar Warnai Kembalinya 4 Pulau ke Wilayah Aceh, Gubernur Mualem: Ini Pulau Kita!

Doa dan Kenduri Akbar Warnai Kembalinya 4 Pulau ke Wilayah Aceh, Gubernur Mualem: Ini Pulau Kita!

June 30, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.