• Tentang Kami
Tuesday, April 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pentingnya Kemampuan Menulis bagi Seorang ASN

Risnawati binti Ridwan by Risnawati binti Ridwan
March 24, 2025
in Artikel
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Risnawati binti Ridwan
Penulis adalah Alumnus STKS Bandung dan ASN Pemko Banda Aceh.

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) selain memiliki kewajiban menjalankan tugas dan fungsi. Harus memiliki kemampuan mengembangkan diri melalui berpikir kritis dan objektif. Tentu dapat menampilkan dalam bentuk tulisan yang mudah dipahami oleh banyak orang.

Dalam beberapa peristiwa yang berkaitan dengan pelaksanaan program pemerintah, banyak muncul berita yang menimbulkan kesalahpahaman masyarakat dan berakibat semakin tingginya tingkat ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Beberapa waktu yang lalu, muncul berita yang menimbulkan keresahan masyarakat sehingga berbondong-bondong mendatangi instansi terkait untuk menanyakan berita tersebut. Dimana di berita online diberitakan bahwa untuk mendapatkan bantuan sosial hanya membawa KK dan KTP dan akan segera mendapatkan bantuan sosial sebesar 500 ribu rupiah. Tetapi tidak adanya berita sanggahan secara tertulis menyimpulkan bahwa pemmerintah abai dengan infromasi yang tidak benar dan membiarkan masyarakat mencari informasi secara mandiri.

Selain itu ada juga kejadian, adanya program pemerintah yang telah diluncurkan tetapi tidak adanya sosialisasi dan kemudian saat program telah kadaluarsa masyarakat baru ngeh  dan menanyakan ke instansi tentang program tersebut.

Kejadian ini pernah terjadi di Tahun 2020, dimana ada program pemerintah memberi bantuan tunai kepada keluarga korban covid19 yang meninggal. Namun akibat tidak adanya sosialisasi sampai ke jenjang di tingkat kabupaten/kota maka instansi terkait tidak mengetahui program tersebut. Dan pada saat masyarakat menanyakan tentang program tersebut, instansi tingkat kabupaten/kota menjadi kelimpungan.

Pada kejadian inilah dituntutnya kebutuhan seorang ASN yang bergerak di bidang tersebut yang dapat menjelaskan tentang program sehingga masyarakat paham karena disampaikan dengan bahasa yang mudah.

Baca Juga:  Wali Kota Banda Aceh Larang ASN Merokok di Lokasi KTR

Sepatutnyalah seorang ASN untuk mampu untuk menulis secara ilmiah dan atau populer sebuah permasalahan dan solusi yang ada dalam ruang lingkupnya sehingga masyarakat paham tentang program pemerintah dan tentunya sebagai dukungan masyarakat terhadap pemerintah.

Kemampuan dalam mengolah bahasa tulisan juga menuntut kemampuan lainnya seperti komunikasi, kolaborasi, kreatifitas dan berfikir kritis. Begitu banyak peluang bagi ASN untuk menulis tentang ruang lingkupnya karena mereka paham seluk beluk dari permasalahan yang terjadi tersebut.

Berdasarkan pengalaman saya sendiri selama berada dalam sistem birokrasi pemerintahan, selama ini secara umum masyarakat  memandang bahwa ASN adalah orang yang hanya bisa kerja datang pagi pulang sore tanpa melakukan hal-hal kreatifitas apapun yang bermanfaat.

Orang mau sepintar apapun saat telah menjadi  ASN akan menjadi bego. Ungkapan itu juga saya terima dari beberapa teman. Sebenarnya bukan mau dia jadi bego. Tapi mungkin sistem yang membuat mereka menjadi begitu. Mereka hanya di tuntut untuk melakukan pekerjaan itu-itu saja tanpa diberi kesempatan untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan kemampuan terbaiknya.

Saatnya untuk para ASN untuk menunjukkan kemampuan terbaik dari diri ASN . Termasuk kemampuan menulis ini juga. Banyak juga saya jumpai ASN yang mampu menulis, bahkan mungkin dengan sedikit polesan maka akan menghasilkan tulisan yang renyah dan kriuk sehingga pembaca mudah memahami program pemerintah.

ASN adalah salah satu agen perubah (agen of change)  yang merupakan kunci dalam mendorong tumbuhnya literasi yang memadai di masyarakat. Bukan tanpa sebab, karena di sanalah sejumlah data, informasi hingga kebijakan dirumuskan dan dilaksanakan. Tentu akan sangat baik jika seluruh ‘embarkasi pesan’ tersebut ditulis para ASN sebagai bagian dari cara mengisi ruang publik dengan tulisan yang positif dan terpercaya. Mengingat kita selama ini sangat kepayahan dalam meng-counter sejumlah disinformasi, misinformasi, dan kabar sesat (hoaks).

Baca Juga:  Pembangunan Rumah Susun Kejati Aceh Dimulai

Harapan ini bukanlah harapan yang muluk, karena pada kenyataannya ASN sudah dituntut menulis laporan kegiatan sehingga sudah dapat dipastikan dalam merangkai bahasa tulisan sudah ada pattern  yang tercipta. Walaupun tulisan ASN bersifat segmented  dimana sasaran tulisan lebih kepada orang-orang yang berkaitan dengan bidang tugasnya saja.

Hal ini tentunya disebabkan oleh terlalu mendalamnya seorang ASN memahami istilah-istilah yang berkaitan dengan pekerjaannya saja, sehingga saat menulis dalam konteks yang lebih populer, bahasa yang muncul adalah bahasa birokrasi sehingga sulit dipahami masyarakat kebanyakan.

Kemampuan menulis juga menjadi jawaban atas kelemahan birokrasi saat ini, yaitu lamanya alih pengetahuan dari satu senior ke bawahannya. Hal ini dikarenakan budaya menulis yang kurang ditumbuh kembangkan di kalangan ASN. Sehingga menjadi penting bagi ASN semua untuk belajar menulis, sehingga pengetahuan-pengetahuan yang dimiliki bisa dituliskan dalam bentuk yang tampak untuk nantinya bisa dipelajari oleh ASN muda yang masih dalam proses peningkatan kapasitas.

Dengan  menghasilkan tulisan yang baik dan bagus maka otomatis akan meningkatkan kemampuan ASN dalam berfikir kritis. Tentunya hal ini akan menghasilkan juga pemikiran-pemikiran kritis yang digunakan dalam membuat perencanaan yang akan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam menulis juga seorang ASN akan dapat melatih dirinya untuk melihat suatu permasalahan dari sudut pandang berbeda. Misalnya, seorang ASN yang bekerja dalam bidang komunikasi dan informasi, dan dia harus menulis tentang gelandangan dan pengemis atau gepeng sebagai tugas dari atasannya.

Tentunya ASN tersebut akan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang masalah tersebut. Jika selama ini melihat gelandangan pengemis ini merupakan “sampah masyarakat”, tetapi pada saat menulis ASN ini akan memperkirakan apa yang dicari oleh si gelandangan saat dia berada di jalanan dan kepuasan yang bagaimana yang diinginkan oleh si gelandangan tersebut.

Baca Juga:  Refleksi Satu Tahun Pandemi Covid-19; Survivor, Keluarga, dan Korban Bencana

Melihat penyebab dikarenakan keterbatasan ekonomi dan kesehatan mental pribadi dari orang tersebut merupakan sudut pandang yang banyak dilihat orang. Tetapi  beranggapan bahwa seseorang menjadi gelandangan merupakan salah satu profesi  yang cepat menjadi kaya tanpa membutuhkan modal banyak, bahkan dengan bangganya menunjukkan pada sekelilingnya bahwa dia mampu membeli rumah dan mobil hanya dengan “bekerja” sebagai gelandangan.

Maka sebagai  hasil pemantauan linkungan, membaca referensi yang ada dan pengalaman pribadi tentunya dapat menghasilkan tulisan yang menggunakan bahasa yang lugas, mudah dipahami dan sangat merakyat. Artinya bahasa yang digunakan adalah yang mudah dipahami oleh orang awam yang tidak pernah mengerti permasalahan sosial.

Contoh lainnya, seorang ASN harus membuat narasi yang menggambarkan hasil program kegiatan yang telah dilaksanakan. Dengan mempunyai kemampuan menulis, maka lebih mudah menulis dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar sehingga orang akan menjadi mengerti dan menghindari kesalahpahaman yang akan timbul.

Dapat disimpulkan bahwa  pentingnya seorang ASN mempunyai kemampuan menulis sehingga masyarakat dapat melihat bahwa ASN sebagai atribut dari pemerintah mempunyai langkah-langkah nyata dalam membangun negeri ini. Dalam menyusun perencanaan program,  melaksanakan kegiatan dan dalam mengevaluasi program akan dapat dilihat secara nyata, bukan hanya berbentuk wacana. []

Tags: ASNASN HebatASN MenulisMenulisTugas dan Fungsi
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Risnawati binti Ridwan

Risnawati binti Ridwan

Penulis adalah Alumnus STKS Bandung dan Penyuluh Sosial Ahli Muda di Dinas Sosial Kota Banda Aceh

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

April 20, 2026
MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

April 19, 2026
Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

April 20, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

April 17, 2026
Pemain Persiraja Banda Aceh

Persiraja vs Garudayaksa FC Malam Ini: Dek Gam Tekankan Harga Diri, Pemain Wajib Fight

April 19, 2026
6 Universitas Sepakat Kembangkan Riset Konservasi Gajah Sumatra di Lansekap Peusangan

6 Universitas Sepakat Kembangkan Riset Konservasi Gajah Sumatra di Lansekap Peusangan

April 17, 2026

EDITOR'S PICK

Kabar Baik Lulusan Baru Program Magang Nasional 2026 Diperluas ke Semua Provinsi

Kabar Baik Lulusan Baru: Program Magang Nasional 2026 Diperluas ke Semua Provinsi

February 26, 2026
Menag Lantik Prof Danial Jadi Rektor IAIN Lhokseumawe

Menag Lantik Prof Danial Jadi Rektor IAIN Lhokseumawe

March 25, 2025
Tugu Kohler di Masjid Raya: Simbol Keperkasaan Islam di Aceh

Tugu Kohler di Masjid Raya: Simbol Keperkasaan Islam di Aceh

April 16, 2026
Persiraja Berharap 2 Pemain Asing Baru Bisa Cepat Beradaptasi

Persiraja Berharap 2 Pemain Asing Baru Bisa Cepat Beradaptasi

January 2, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.