• Tentang Kami
Tuesday, July 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Siklus atau Karma?

Sehat Ihsan Shadiqin by Sehat Ihsan Shadiqin
March 24, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Siklus atau Karma?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sehat Ihsan Shadiqin.
Etnografer dan Penulis Buku Tasawuf Gaul.

Bulai Mei 29 1998 jutaan rakyat Indonesia melakukan demonstrasi. Waktu itu mereka meneriakkan satu kata: “turunkan Soeharto.” Demo berjilid yang dilakukan oleh berbagai elemen di hampir seluruh Indonesia membuahkan hasil.

Orde baru yang telah berkuasa selama 32 tahun di bawah pimpinan Soeharto akhirnya tumbang. Sang Jendral lengser keprabon mengakhiri sebuah periode monarki Indonesia yang telah dijalaninya selama lebih 3 dekade. Semua bersorak riang.

BACA JUGA

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Tokoh yang paling berjasa dalam rangkaian demo yang membuat Soeharto turun adalah mahasiswa. Semua kampus di Indonesia dikuasai oleh mahasiswa yang melakukan serangkaian demo menuntut dibebaskannya negara dari praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme yang sudah sangat mengakar di negara ini.

Praktik koncoisme telah menjadi bagian yang seolah tidak terpisahkan dari pemerintahan. Akibatnya Resesi ekonomi yang parah terjadi pada tahun 1998 yang menyebabkan banyak terjadinya pengangguran, pemecahan, dan masyarakat kehilangan pekerjaan.

Rangkaian demo yang dilakukan oleh mahasiswa telah melahirkan sejumlah tokoh mahasiswa yang kemudian dikenal dengan aktivis 1998 atau aktivis reformasi. Mereka tidak berhenti di situ saja tapi melanjutkan perjuangan jauh setelah itu. Pada tahun-tahun berikutnya mereka bergabung dengan berbagai macam organisasi baik organisasi yang diciptakannya sendiri atau bersama teman atau organisasi lain yang sudah eksis sebelumnya.

Banyak juga bajing loncat yang memanfaatkan situasi untuk popularitas pribadinya. Populernya istilah aktivis reformasi dijadikan batu loncatan untuk menggapai target-target politik yang sangat terbuka.

Pada tahun-tahun berikutnya, banyak para aktivis mulai masuk partai politik. Beberapa diantaranya bergabung dengan partai baru yang muncul karena gerakan reformasi. Tapi banyak pula diantara aktivis itu yang bergabung dengan partai lama yang sebelumnya disoraki atau dituduh telah melakukan praktik KKN.

Alasannya sederhana saja: mereka sudah berubah. Terdapat juga alasan lain yang terdengar penuh optimisme, dengan mengatakan keberadaannya di dalam partai akan mengubah partai tersebut, menjadi lebih baik di masa yang akan datang

Waktu terus berlalu, tahun terus berganti. Para aktivis yang dulu berjuang di jalan, berpeluh di bawah matahari, makan nasi sebungkus berlima di atas trotoar, sekarang duduk santai setengah terlelap di ruang penyejuk udara (air conditioner-AC). Dengan label aktivis mereka dikenal luas dan rakyat menaruh simpati padanya.

Ia kemudian terpilih menjadi anggota legislatif dan masuk Senayan. Di sana mereka berjuang. Satu hal yang masih sama, mereka masih meneriakkan slogan lama, “berjuang untuk rakyat.” Mereka meyakini benar-benar telah menjadi wakil yang memperjuangkan aspirasi rakyat.

Sementara bagi rakyat yang diwakili, apa yang nampak adalah rangkaian kegiatan dan kebijakan yang sama sekali tidak mendukung rakyat. Menghamburkan yang untuk hal yang tidak perlu, menjadi konco pengusaha, jual beli pasal, dan kerja yang tidak efektif.

Sehingga apa yang dilakukan sama sekali tidak mencerminkan apa yang pernah diperjuangkan di masa lalu. Praktik kolusi korupsi dan nepotisme tidak pernah berubah. Bahkan celakanya itu menjadi bagian dari aktivitas politik mereka saat ini.

Alih-alih melanjutkan agenda reformasi yang pernah berpeluh diperjuangkan, mereka terkontaminasi oleh politisi tua untuk melanjutkan tradisi tradisi lama, politik kotor di parlemen.

Hari ini sejumlah mahasiswa di bawah guyuran hujan di Banda Aceh dan di bawah terik matahari di beberapa daerah lain di Indonesia melakukan demonstrasi. Bukannya meminta menurunkan pimpinan negeri seperti masa lalu, mereka malah menyesali ketok palu anggota dewan yang mengesahkan Omnibus Law atau Undang-Undang Cipta Kerja.

Mahasiswa, pekerja, pegawai, memandang undang-undang tersebut telah menempatkan bangsa ini di bawah kuasa korporat dan oligarki. Negara sudah dijual, DPR bukannya memainkan peran mewakili suara rakyat untuk memenangkan mereka saat berhadapan dengan korporasi tapi malah berkolusi untuk memperkuat dan melegalkan kuasa mereka atas rakyat. Pasal-pasal diskriminatif bertebaran dalam undang-undang yang disebut sebagai kebijakan yang sangat reformis ini.

Dua dekade setelah melakukan demonstrasi meneriakkan reformasi demi negeri bebas KKN, sekarang para aktivis itu adalah orang yang didemo karena perilaku mereka beraroma KKN dan oligarki. Siklus atau karma? Entah lah…

Tags: acehAktivis
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sehat Ihsan Shadiqin

Sehat Ihsan Shadiqin

Sehat Ihsan Shadiqin adalah Dosen, Peneliti dan Penulis Buku.

Related Posts

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

July 21, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

July 20, 2026

EDITOR'S PICK

Tempo Kembali Diteror, Kali Ini Dikirimi Paket Isi 6 Bangkai Tikus

Tempo Kembali Diteror, Kali Ini Dikirimi Paket Isi 6 Bangkai Tikus

March 22, 2025
Rektor USK Bertemu Menteri Diktisaintek

Bertemu Menteri Diktisaintek, Rektor USK Bahas Pengembangan Pendidikan Tinggi

February 15, 2025
Monitoring dan Evaluasi Imtihan Wathani di Markaz Al Ishlah Al Aziziyah

Monitoring dan Evaluasi Imtihan Wathani di Markaz Al Ishlah Al Aziziyah

February 1, 2025
Fadhlullah Jadi Ketua Pramuka Aceh 2025-2030

Fadhlullah Jadi Ketua Pramuka Aceh 2025-2030

June 20, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.