BANDA ACEH | SAGOE TV – Menjelang dimulainya Tahun Akademik 2026/2027, tim dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melakukan penelitian tentang kebutuhan informasi mahasiswa penyandang disabilitas sebagai langkah memperkuat layanan perpustakaan yang lebih inklusif.
Riset yang melibatkan 13 mahasiswa penyandang disabilitas dari tujuh fakultas di lingkungan UIN Ar-Raniry ini diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan untuk menghadirkan akses informasi yang setera, mudah diakses, dan ramah bagi seluruh sivitas akademika.
Tim peneliti terdiri atas T Mulkan Safri dari Program Studi Ilmu Perpustakaan, Suci Fajarni dari Program Studi Sosiologi Agama, dan Siti Aminah dari Program Studi Ilmu Perpustakaan. Penelitian tersebut merupakan bagian dari skema Penelitian Dasar Pengembangan Program Studi yang didanai melalui program Litapdimas Kementerian Agama RI.
Ketua tim peneliti, T Mulkan Safri MIP yang juga menjabat sebagai Sekretaris Unit Layanan Disabilitas (ULD) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, mengatakan penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan informasi mahasiswa penyandang disabilitas secara lebih komprehensif, mulai dari jenis informasi, media, hingga format penyajian yang sesuai dengan karakteristik masing-masing ragam disabilitas, seperti disabilitas netra, rungu, dan daksa.
“Perpustakaan yang inklusif tidak hanya diukur dari tersedianya fasilitas fisik yang mudah diakses, tetapi juga dari kemampuannya menyediakan informasi dalam format yang sesuai dengan kebutuhan setiap pengguna. Melalui penelitian ini kami ingin memastikan mahasiswa penyandang disabilitas memperoleh hak akses informasi secara setara,” ujar Mulkan dalam keterangannya, Kamis, 9 Juli 2026.
Riset ini mengusung judul “Analisis Kebutuhan Informasi Mahasiswa Disabilitas sebagai Dasar Pengembangan Layanan Perpustakaan Perguruan Tinggi Inklusif di UIN Ar-Raniry Banda Aceh”.
Mulkan menjelaskan, penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi partisipatif dengan melibatkan langsung mahasiswa penyandang disabilitas dalam menguji aksesibilitas fasilitas dan layanan UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry.
Selanjutnya, tim melakukan wawancara mendalam (in-depth interview) untuk menggali pengalaman, kebutuhan, serta berbagai kendala yang dihadapi mahasiswa dalam mengakses informasi. Tahapan penelitian berikutnya akan dilanjutkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama para pemangku kepentingan guna memvalidasi hasil penelitian sekaligus menyusun rekomendasi kebijakan.
Hasil observasi awal menunjukkan UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry telah memiliki sejumlah fasilitas yang cukup aksesibel, khususnya bagi mahasiswa penyandang disabilitas fisik. Fasilitas tersebut meliputi jalur landai (ramp) dengan kemiringan yang memadai, pintu RFID yang memudahkan akses pengguna kursi roda, serta toilet khusus penyandang disabilitas.
Meski demikian, Mulkan menilai masih terdapat pekerjaan yang perlu diperkuat, terutama dalam penyediaan koleksi dan sumber informasi dalam format yang aksesibel bagi seluruh ragam disabilitas.
“Fasilitas fisik sudah semakin baik, tetapi akses terhadap informasi juga harus menjadi prioritas. Ketersediaan koleksi dalam format yang ramah bagi mahasiswa penyandang disabilitas netra maupun rungu masih perlu diperkuat agar seluruh pemustaka dapat memanfaatkan layanan perpustakaan secara optimal,” katanya.
Berdasarkan data Unit Layanan Disabilitas (ULD) UIN Ar-Raniry, saat ini terdapat 13 mahasiswa penyandang disabilitas yang aktif kuliah di tujuh fakultas. Mereka terdiri atas mahasiswa dengan disabilitas netra, rungu, dan daksa. Keberadaan mereka menjadi pengingat pentingnya menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang menjamin kesetaraan akses bagi seluruh mahasiswa tanpa diskriminasi.
Sebagai luaran penelitian, tim akan menyusun policy brief yang berisi rekomendasi strategis untuk pengembangan perpustakaan inklusif di UIN Ar-Raniry. Dokumen tersebut diharapkan menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan, pengembangan koleksi yang aksesibel, penyediaan teknologi pendukung, peningkatan kapasitas pustakawan, serta penyempurnaan layanan perpustakaan yang lebih responsif terhadap kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas.
Melalui penelitian ini, UIN Ar-Raniry menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dengan menghadirkan layanan perpustakaan yang setara, mudah diakses, dan mendukung terpenuhinya hak setiap mahasiswa memperoleh informasi, khususnya menjelang pelaksanaan perkuliahan Tahun Akademik 2026/2027.[]




















