SABANG | SAGOE TV – Universitas Syiah Kuala (USK) resmi mengimplementasikan inovasi teknologi tepat guna bertajuk Smart-ROSE (Reporting of Patient Safety Events) di UPTD Puskesmas Cot Ba’u, Kota Sabang. Inovasi ini menjadi solusi digital untuk memperkuat sistem pelaporan dan pembelajaran keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan primer.
Program tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Produk Teknologi Tepat Guna (PKMBP-TTG) yang dikembangkan melalui kolaborasi lintas fakultas di USK, yakni Fakultas Keperawatan dan FMIPA, bersama Dinas Kesehatan Kota Sabang.
Kegiatan diawali dengan serah terima mahasiswa pengabdi sekaligus pemaparan program di Puskesmas Cot Ba’u, Senin, 6 Juli 2026. Ketua Tim PKMBP-TTG USK, Ns. Rosa Galica Gita Gressia, S.Kep., M.Kep., menjelaskan bahwa Smart-ROSE lahir dari kebutuhan akan sistem pelaporan insiden yang lebih efisien, transparan, dan edukatif.
“Smart-ROSE kami hadirkan agar setiap laporan insiden dipandang sebagai kesempatan belajar untuk memperbaiki sistem, bukan sekadar mencari kesalahan individu. Dengan dukungan teknologi, proses pelaporan menjadi lebih cepat dan datanya dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang akurat bagi Puskesmas,” ujar Rosa dalam siaran pers USK, Rabu, 8 Juli 2026.
Menurutnya, Puskesmas Cot Ba’u kini menjadi pionir penerapan Sistem Pelaporan dan Pembelajaran Keselamatan Pasien (SP2KP) berbasis teknologi di tingkat pelayanan kesehatan primer. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi role model bagi fasilitas kesehatan lainnya dalam membangun budaya keselamatan pasien yang lebih kuat.
Apresiasi tinggi datang dari Dinas Kesehatan Kota Sabang. dr. Prisillya Casandra Golda, Kabid KesMas dan P2P Dinkes Sabang, menyebut sinergi antara perguruan tinggi dan puskesmas merupakan langkah strategis dalam transformasi digital sektor kesehatan.
“Penerapan Smart-ROSE sangat relevan dengan standar akreditasi puskesmas yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Sistem yang sistematis, terdokumentasi, dan terintegrasi adalah kunci untuk meningkatkan mutu layanan. Kami berharap inovasi ini mempercepat tindak lanjut atas setiap insiden yang terjadi,” ungkap dr. Prisillya.
Selama program berlangsung, tim dosen yang terdiri dari Ns. Rosa Galica Gita Gressia, Ns. Aina Fitri, Ns. Andara Maurissa, dan Juwita, Ph.D., akan didampingi oleh empat mahasiswa lintas disiplin. Mereka adalah Muhammad Hafidz dan Aulia Luthfi dari Program Studi Informatika, serta Mohd. Farrel Alharits dan Imam Al-Ghifari Hidayatullah dari Program Studi Ilmu Keperawatan.
Kehadiran Smart-ROSE diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendukung transformasi digital puskesmas, menjadikan pelayanan kesehatan lebih aman, berkualitas, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di Kota Sabang.[]




















