BANDA ACEH | SAGOE TV – Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi tuan rumah pelaksanaan Kick Off Program Pendidikan Kebanksentralan (PPK) 2026 yang digelar di Aula FMIPA USK. Kegiatan ini menandai dimulainya kolaborasi strategis antara Bank Indonesia (BI) dengan enam kampus di Aceh dalam memperkuat sinergi pendidikan dan pengembangan ekonomi daerah, Rabu (15/4/2026).
Selain USK, lima kampus lain yang turut menandatangani perjanjian kerja sama yakni UIN Ar-Raniry, Universitas Teuku Umar, Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas Abulyatama, dan Universitas Serambi Mekkah.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Agus Chusaini, mengatakan program ini merupakan upaya BI dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.
“PPK adalah program perbaikan dari beasiswa. Jadi bukan hanya beasiswa, tapi lebih kepada peningkatan,” ujar Agus Chusaini.
Ia menjelaskan, program tersebut mencakup tiga pilar utama, yakni pembelajaran, penelitian, dan pemberdayaan, yang diharapkan mampu memberikan dampak luas bagi dunia pendidikan di Aceh.
“Alhamdulillah sudah 6 universitas yang tergabung, semoga kedepan teman-teman SLTA juga bisa bergabung. Termasuk pengajar, dosen, dll. Kami berharap program ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat di Aceh,” tambah Agus.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Mustanir, menyambut baik pelaksanaan program tersebut di kampusnya.
“Kami di Universitas Syiah Kuala merasa bangga menjadi bagian dari inisiatif besar Bank Indonesia ini. Program PPK 2026 bukan sekadar kerja sama administratif, melainkan jembatan bagi mahasiswa kami untuk menyelami realitas ekonomi kebanksentralan. Ini adalah ruang bagi lahirnya inovasi akademik yang langsung berdampak pada pemberdayaan ekonomi rakyat Aceh,” tutur Mustanir.
Ia menambahkan, USK berkomitmen mengawal pelaksanaan program terutama pada aspek penelitian dan pemberdayaan agar selaras dengan visi kampus.
“Kehadiran PPK di kampus kami diharapkan mampu memantik semangat riset kolaboratif antara dosen dan mahasiswa, sehingga USK dapat terus berkontribusi memberikan rekomendasi kebijakan ekonomi yang berbasis data dan riset bagi kemajuan Aceh,” ujarnya.
Program PPK 2026 diharapkan menjadi katalisator pengembangan sumber daya manusia unggul di Aceh melalui penguatan pembelajaran dan riset, sekaligus mendorong kontribusi perguruan tinggi terhadap stabilitas ekonomi daerah.[]



















