• Tentang Kami
Monday, September 28, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Cet Langet

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
March 24, 2025
in Artikel
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Cet Langet
Share on FacebookShare on Twitter

Ungkapan cet langet, pada dasarnya ingin mengungkapkan ketidakmungkinan. Sesuatu yang dirasa jauh dari kenyataan.

Coba Anda bayangkan, ketika saya masih di madrasah, jika ada orang yang bilang sudah ada manusia ke bulan, spontan ada yang jawab, ka yue cet nak ku pateh (suruh cat biar saya percaya). Bukankah keberhasilan orang ke bulan sudah berlangsung lama?

Ada masalah ketidakpercayaan di satu pihak, dan ketidakmungkinan di pihak lain. Kasus naik ke bulan lebih merupakan sebuah ketidakpercayaan yang diperlihatkan. Ketidakpercayaan ini sendiri bisa disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya bagaimana memahami tentang apa yang akan dipercayai itu. Sedangkan soal cet langet, mewakili wajah ketidakmungkinan.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Menariknya, istilah cet langet inilah yang dipakai secara inspiratif oleh anak muda Aceh. Dalam satu kesempatan, Selasa, 5 September 2017, saya ikut dalam peluncuran buku di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala. Anak muda itu, Edi Fadhil, alumni FH angkatan 2002, turut menyampaikan sambutannya saat itu.

Sambutan secara khusus dan tak biasa, dikarenakan undangan panitia peluncuran buku. Bukan itu saja menjadi sebab. Satu buku menyumbangkan seluruh keuntungan buku untuk program cet langet tersebut.

Saat itulah saya mendengar betapa ungkapan cet langet itu yang ingin bisa diwujudkan. Mereka yang membayangkan banyak hal ketika masih muda, namun terbentur dengan banyak hal –salah satu yang penting adalah ketersediaan dana. Sementara semangat mereka yang ingin membantu, membuncah tidak terbendung. Ketidakberdayaan inilah yang dibayangkan mereka sebagai cet langet. Mereka ingin membalik ketidakberdayaan dan ketidakmungkinan menjadi sesuatu yang bisa diwujudkan dengan kebersamaan. Sesuatu yang awalnya dianggap tidak mungkin, lalu dicoba dengan kreativitas mereka, ternyata berhasil.

Dengan berbekal media sosial, orang bisa memupuk kepercayaan. Mengapa bisa? Kepercayaan orang tentu tidak terbangun dalam sekejap. Mereka telah menularkan virus kebaikan di banyak tempat. Virus-virus itu yang kemudian menyebar menjadi satu semangat saling percaya. Semakin kebaikan ditebar, semangat untuk saling percaya itu akan semakin besar dan lebar.

Saya tidak bisa membendung rasa bahagia, ketika disampaikan sudah 41 rumah dhuafa yang sudah dibangun –sekali lagi modalnya hanya melaporkan foto-foto keadaan rumah, lalu memantik siapa yang memiliki keikhlasan ingin menyumbang. Ternyata banyak sekali yang ingin menyelesaikan persoalan hidup orang lain. Lalu kepercayaan ini yang terus dijaga, hingga saat ini sudah pula membantu tempat usaha, ratusan anak-anak yang bisa menyambung sekolah, serta kebutuhan primer orang-orang yang kurang berdaya. Ada satu rumah singgah yang disediakan untuk orang-orang yang berobat.

Sukarelawan juga terus bertambah. Mereka tidak dibayar sama sekali. Mereka wakafkan tenaganya untuk membantu. Saya tahu, ketika Edi Fadhil bercerita semua itu, ia ingin menyebar virus ini kepada banyak orang lainnya.

Bukan perkara mudah untuk menggerakkan program semacam cet langet ini. Kepercayaan menjadi sangat penting, dan itu yang jarang dimiliki oleh banyak orang. Tidak jarang ketika orang sudah mendapat kepercayaan, melakukan hal-hal yang tidak terduga. Kekayaan inilah yang tidak dimiliki banyak orang.

Sebagai catatan akhir, cet langet itu penting diubah. Cet langet akan menggambarkan ketidakmungkinan. Sementara dengan semangat mereka, sesuatu yang luar biasa sudah dilakukan. Mereka sedang berusaha menyelesaikan banyak orang.

Secara tidak sadar, kita harus bahagia karena sebagian tanggung jawab kita itu sudah terselesaikan. Bahkan tidak sedikit di antara kita yang sama sekali belum tergerakkan.

 

 

ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Pesan Rektor UIN Ar-Raniry kepada Kaprodi Layani Mahasiswa, Jangan Persulit

Pesan Rektor UIN Ar-Raniry kepada Kaprodi: Layani Mahasiswa, Jangan Persulit

September 25, 2026
UIN Ar-Raniry Kukuhkan 9 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini 65 Orang

UIN Ar-Raniry Kukuhkan 9 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini 65 Orang

September 23, 2026
150 Peserta Ikuti Bimtek Literasi Informasi di Aceh Singkil, Ini Kemampuan yang Dilatih

150 Peserta Ikuti Bimtek Literasi Informasi di Aceh Singkil, Ini Kemampuan yang Dilatih

September 23, 2026
Dari Percakapan ke Meja Ngopi Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

Dari Percakapan ke Meja Ngopi: Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

September 25, 2026
Sjamsul Kahar Berpulang, Pendiri Serambi Indonesia dan Tokoh Pers Aceh Tutup Usia 80 Tahun

Sjamsul Kahar Berpulang, Pendiri Serambi Indonesia dan Tokoh Pers Aceh Tutup Usia 80 Tahun

September 24, 2026
FH USK Edukasi Hukum Pornografi bagi Siswa

FH USK Edukasi Hukum Pornografi bagi Siswa

September 23, 2026
Momentum Baru bagi Universitas Syiah Kuala: Menata Kembali Tempat Seni dalam Ekosistem Akademik

Literasi dan Apresiasi Seni: Menghidupkan yang Nyaris Terbiasa Dilupakan

March 27, 2026
Aceh dan Krisis Jarak; Ketika Nilai Besar Semakin Jauh dari Kehidupan Sehari-hari

Aceh dan Krisis Jarak; Ketika Nilai Besar Semakin Jauh dari Kehidupan Sehari-hari

September 15, 2026
Siti Murtiningsih, Istri Wamen Nezar Patria Dikukuhkan Jadi Guru Besar Filsafat Pendidikan UGM

Siti Murtiningsih, Istri Wamen Nezar Patria Dikukuhkan Jadi Guru Besar Filsafat Pendidikan UGM

February 24, 2025

EDITOR'S PICK

MoU dan Undang-Undang Pemerintah Aceh

MoU dan Undang-Undang Pemerintah Aceh

March 15, 2025
UIN Ar-Raniry Kukuhkan 17 Guru Besar Baru, Berikut Nama-Namanya

UIN Ar-Raniry Kukuhkan 17 Guru Besar Baru, Berikut Nama-Namanya

August 7, 2025
Pemerintah Aceh Tetapkan Status Darurat Bencana Hidrometeorologi Selama 14 Hari

Pemerintah Aceh Tetapkan Status Darurat Bencana Hidrometeorologi Selama 14 Hari

November 29, 2025
Tempo Kembali Diteror, Kali Ini Dikirimi Paket Isi 6 Bangkai Tikus

Tempo Kembali Diteror, Kali Ini Dikirimi Paket Isi 6 Bangkai Tikus

March 22, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.