• Tentang Kami
Saturday, April 18, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Banda Aceh dalam Harmoni: Resensi Buku 1 Kota 5 Agama di Aceh

Anna Rizatil by Anna Rizatil
February 6, 2026
in Resensi
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Banda Aceh dalam Harmoni: Resensi Buku 1 Kota 5 Agama di Aceh
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Andri Safrizal
Alumnus STIAPEN

Aceh kerap disebut sebagai Serambi Makkah, sebuah identitas historis dan kultural yang menegaskan penerapan Syariat Islam serta mayoritas penduduknya yang beragama Islam. Namun, buku “1 Kota 5 Agama di Aceh” justru menghadirkan wajah Aceh yang lain, wajah Islam rahmatan lil ‘alamin yang tidak hanya hidup dalam wacana normatif, tetapi menjelma menjadi praktik sosial yang menyejukkan bagi seluruh pemeluk agama. Islam dalam konteks ini tampil sebagai nilai yang merawat keberagaman, bukan meniadakannya dan menjadi payung etis bagi kehidupan lintas iman di Aceh.

BACA JUGA

Membaca Kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh

Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah

Secara kasat mata, praktik toleransi beragama di Aceh dapat dibaca langsung dari lanskap Kota Banda Aceh. Jarak antarrumah ibadah berbagai agama terentang begitu dekat, bahkan dalam radius kurang dari 500 meter. Masjid Raya Baiturrahman berdiri berseberangan dengan Gereja Hati Kudus, hanya dipisahkan oleh aliran Krueng Aceh. Di titik-titik lain kota ini, vihara, gereja dan kuil juga tumbuh berdampingan, membentuk ruang sosial yang merepresentasikan kehidupan lintas iman yang nyata, bukan sekadar simbolik. Fakta ini semakin kuat dengan keberadaan satu kecamatan di Kota Banda Aceh yang dihuni oleh pemeluk lima agama sekaligus, sebuah realitas sosial yang jarang disorot dalam narasi dominan tentang Aceh.

Data Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Banda Aceh tahun 2024 memperlihatkan secara konkret wajah keberagaman tersebut. Dari total 255.409 jiwa penduduk yang tersebar di sembilan kecamatan, umat Islam berjumlah 222.582 jiwa, umat Protestan 717 jiwa, umat Katolik 538 jiwa, umat Hindu 39 jiwa, dan umat Buddha 2.755 jiwa. Komposisi ini menunjukkan bahwa meskipun Islam menjadi agama mayoritas, keberadaan umat agama lain tetap diakui, dilindungi dan hidup berdampingan secara damai dalam satu ruang kota.

Baca Juga:  Ilmu, Ruh, dan Adab: Paradigma Baru dalam Risalah Frikatifisasi Ilmu

Keberagaman umat beragama itu juga tercermin dari jumlah rumah ibadah yang tersebar di Banda Aceh. Tercatat terdapat 115 masjid dan 127 meunasah sebagai pusat ibadah dan aktivitas sosial umat Islam. Sementara itu, umat Protestan memiliki tiga gereja, umat Katolik satu gereja, umat Buddha empat vihara, dan umat Hindu satu kuil. Sebaran rumah ibadah ini tidak hanya menunjukkan pengakuan negara dan masyarakat terhadap hak beragama, tetapi juga memperlihatkan bagaimana ruang kota dikelola secara inklusif. Dalam konteks inilah, Banda Aceh tampil sebagai gambaran nyata dari satu kota dengan lima agama yang hidup dalam harmoni, sekaligus menjadi bukti bahwa penerapan Syariat Islam dapat berjalan seiring dengan prinsip toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman.

Buku ini secara komprehensif mengupas sejarah lima agama beserta rumah ibadahnya, yang sebagian telah berdiri puluhan hingga ratusan tahun. Pembaca diajak memahami dinamika umat beragama, mulai dari komunitas kecil yang hanya berjumlah puluhan jiwa hingga kelompok besar dengan jutaan pengikut, dari satu rumah ibadah hingga ribuan bangunan keagamaan. Keseluruhan kisah tersebut dirajut dalam satu bingkai besar: kehidupan yang harmonis, toleran dan saling menghormati dalam satu kota dengan lima agama. Dengan demikian, buku ini tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga refleksi penting tentang keberagaman, perdamaian dan praktik hidup bersama di Aceh.

Judul Buku: 1 KOTA 5 AGAMA DI ACEH
Penulis: Murizal Hamzah, Hasan Basri M.Nur, Agamna Azka.
Pengantar: Prof. Eka Srimulyani, S.Ag., M.A., Ph.D.
Sambutan: Prof. Dr. Moch Nur Ichwan
Penerbit: Bandar Publishing
ISBN: 978-623-449-587-4
Cetakan: 2025
Jumlah Halaman: xxiv + 120 Halaman
Pemesanan Buku: +62811-688-801

Tags: acehagamaBanda AcehBandar PublishingBukuHarmoniKotaresensi
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Membaca kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh
Resensi

Membaca Kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh

by Anna Rizatil
February 13, 2026
Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah
Resensi

Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah

by Anna Rizatil
February 11, 2026
Membaca ACEH 2024: Membangun Martabat Politik dengan Politik Bermartabat
Resensi

Membaca ACEH 2024: Membangun Martabat Politik dengan Politik Bermartabat

by Anna Rizatil
February 7, 2026
Merawat Intelektualitas dan Karakter: Membaca Jejak Profesor Abdi
Resensi

Merawat Intelektualitas dan Karakter: Membaca Jejak Profesor Abdi

by Anna Rizatil
February 4, 2026
Membaca Ulang Patologi Sosial Aceh Pasca Konflik dan Tsunami
Resensi

Membaca Ulang Patologi Sosial Aceh Pasca Konflik dan Tsunami

by Anna Rizatil
February 3, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

April 13, 2026
Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 2: Ketika Ruang Diuji, Bukan Hanya Diisi

April 11, 2026
Kemunafikan Singapura, Balas Budi Israel, dan Selat Hormuz

Kemunafikan Singapura, Balas Budi Israel, dan Selat Hormuz

April 10, 2026
PSAP Sigli Juara Liga 4 Aceh 2025/2026, Kalahkan Al Farlaky FC 2-0 di Final

PSAP Sigli Juara Liga 4 Aceh 2025/2026, Kalahkan Al Farlaky FC 2-0 di Final

April 12, 2026
Mualem Minta Dana Otsus Aceh Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI, Ini Responsnya

Mualem Minta Dana Otsus Aceh Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI, Ini Responsnya

April 17, 2026
Gempa M 5,7 Guncang Barat Daya Sinabang Aceh, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,7 Guncang Barat Daya Sinabang Aceh, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

April 12, 2026
Persiraja Tantang Pemuncak Adhyaksa FC di Banten, Laga Krusial Penentu Asa Laskar Rencong

Persiraja Tantang Pemuncak Adhyaksa FC di Banten, Laga Krusial Penentu Asa Laskar Rencong

April 12, 2026
Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

April 16, 2026

EDITOR'S PICK

Rektor UIN Ar-Raniry: Pemimpin Aceh Harus Fokus pada Keagamaan dan Pendidikan

Rektor UIN Ar-Raniry: Pemimpin Aceh Harus Fokus pada Keagamaan dan Pendidikan

August 21, 2024
Puskesmas Ingin Jaya Lantik Kader Konselor dan Edukator Kesehatan Remaja

Puskesmas Ingin Jaya Lantik Kader Konselor dan Edukator Kesehatan Remaja

January 23, 2025
Menteri Meutya Hafid Tegaskan Platform Digital Wajib Perketat Perlindungan Anak dari Konten Berbahaya

Menteri Meutya Hafid Tegaskan Platform Digital Wajib Perketat Perlindungan Anak dari Konten Berbahaya

February 24, 2025
ASN Pemerintah Aceh Diingatkan Jaga Netralitas di Pilkada 2024

ASN Pemerintah Aceh Diingatkan Jaga Netralitas di Pilkada 2024

November 21, 2024
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.