• Tentang Kami
Tuesday, August 4, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Tutkijoiden Yö (Researchers’ Night)

SAGOE TV by SAGOE TV
March 8, 2025
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Tutkijoiden Yö (Researchers’ Night)

Satia Zen, PhD

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Satia Zen, PhD
Guru Sekolah Sukma Bangsa Bireuen, Alumnus Fakultas Pendidikan dan Budaya, Universitas Tampere, Finlandia.

Hujan rintik-rintik sore itu mengiringi langkah kaki saya, dan udara dingin yang mulai menusuk tulang membuat saya merapatkan jaket. Cuaca musim gugur pada malam di bulan Oktober sangat terasa.  Namun saya menikmati udara dingin dan hujan, setelah terbiasa dengan hangatnya matahari di Indonesia.

Sore itu saya sedang jalan menuju Gedung Agora, sebuah gedung di Jyväskylä University Finlandia yang menjadi salah satu tempat dimana pameran, diskusi dan presentasi dilakukan oleh para peneliti. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka Tutkijoiden Yö atau Researchers’ Night.

BACA JUGA

Pengadilan Digital dan Krisis Literasi Ketenagakerjaan

Memutus Mata Rantai Korupsi dari Hulu Demokrasi

Malam itu saya melihat sesuatu yang berbeda dari biasanya.  Biasanya gedung ini dipenuhi oleh mahasiswa, dosen dan peneliti serta tamu dan peserta kegiatan akademis yang dilakukan disini.  Karena gedung ini menyediakan beberapa aula dimana kuliah, sidang, seminar dan konferensi biasanya diadakan.  Selain itu beberapa fakultas seperti Fakultas Bisnis dan Ekonomi, Fakultas Teknologi Informasi juga menempati beberapa ruangan di gedung ini.

Namun malam itu, saya melihat ramai anak-anak dan orang tua. Mereka berbondong-bondong datang ke gedung tersebut untuk melihat langsung dan berdiskusi dengan para peneliti di universitas tersebut sehingga suasananya jadi sedikit seperti pasar malam.

Imajinasi awal saya ketika mendapat undangan dari rekan saya mengenai kegiatan ini adalah kegiatan serius dimana peneliti akan memberikan kuliah dan presentasi mengenai riset mereka.  Dan yang menghadiri pun pastinya para akademisi, pelajar dan peneliti lain dengan tampang serius.  Sehingga saya agak terkejut melihat suasana riuh rendah yang agak mirip pasar malam ini.

Pada saat saya memasuki lobi, saya disambut oleh suara anak-anak dan beberapa terlihat berlarian menuju pojok-pojok dimana beberapa eksibisi sains dipajang.  Ada juga dua gadis cilik usia SD yang duduk di depan sebuah meja dan asyik mengutak-atik sebuah truk mainan.  Mereka terlihat berdiskusi serius sambil memasukkan kotak-kotak kayu kecil dengan berbagai ukuran kedalam bagian belakang truk mainan tersebut.

Dua orang pemuda berdiri di dekat meja mereka dan siap menjawab pertanyaan dari dua gadis cilik tersebut.  Ketika saya mendekat, rupanya mereka sedang berusaha mencari jalan untuk mengatur berbagai kotak kecil tersebut agar truk dapat mengangkutnya.

Disamping mereka terdapat sebuah papan dengan pertanyaan: bisakah kamu memikirkan cara yang baik untuk memuat kotak-kotak kedalam truk ini? Ikutilah kompetisi ini dan menangkan hadiahnya.

Wah, pikir saya tidak heran mereka mencoba cukup lama untuk memuat kotak-kotak tersebut, rupanya mereka penasaran dan ingin mendapatkan hadiahnya.  Dan sayembara ini adalah satu dari pertanyaan yang saya lihat ditempel oleh kelompok peneliti dari riset mengenai optimalisasi.  Mungkin kelompok peneliti ini mencari cara bagaimana ruang dalam berbagai bentuk dapat dioptimalisasi penggunaannya sehingga menghemat ruangan dan memanfaatkannya dengan maksimal.

Di depan kedua gadis cilik itu, saya melihat sebuah papan tulis interaktif berisi rangkaian kode untuk program komputer yang menghitung optimalisasi untuk mengisi kotak atau ruang tertentu. Di pojok tersebut, saya juga melihat papan lain berisi pertanyaan: bisakah kamu memberikan contoh masalah yang memiliki kontradiksi didalamnya? Contoh: kadang-kadang ada pertentangan mengenai harga dan kualitas.

Wah ternyata peneliti ini juga mencoba mencari solusi dari optimalisasi ketika masalah memiliki berbagai dimensi yang mungkin bertentangan, menarik sekali.

Di pojok lain, saya melihat anak-anak bermain dengan kacamata Virtual Reality dan menggerak-gerakkan badan mereka.  Orang tua mereka terlihat geli melihat tingkah anak-anak mereka yang bergerak seperti sedang bermain seluncur salju.  Rupanya kelompok riset mengenai teknologi virtual reality memberikan kesempatan pada masyarakat awam untuk merasakan seperti apa menggunakan kacamata tersebut dan berpindah secara virtual ke tempat yang berbeda.

Di area tersebut, saya juga melihat sepasang kakek dan nenek mendengarkan dengan serius seorang pemuda yang bercerita mengenai proyek risetnya sambil menunjuk poster yang ditempel didekat mereka.

Saya berpindah menuju ruangan dimana sebuah kelompok riset Innovative Learning Environment memberikan presentasi mereka.  Dalam ruangan ini saya melihat ramai pengunjung mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, dan ada juga pengunjung dari dari negara lain mencoba beberapa media belajar seperti puzzle untuk membuat bidang 3 dimensi.

Saya juga mengikuti presentasi dari kelompok ini mengenai penelitian mengembangkan rencana belajar untuk menggunakan barang-barang daur ulang di sekolah-sekolah.  Para peneliti dalam kelompok ini juga memaparkan kolaborasi mereka dengan universitas di negara-negara lain seperti Uruguay dan Hungaria.  Suasananya santai dan hangat, saya mendengar percakapan dan diskusi ringan namun serius mengenai inovasi pendidikan yang dilakukan oleh kelompok riset tersebut.

Ketika saya berkeliling melihat berbagai eksibisi yang ada didalam gedung tersebut, saya tersadar bahwa penelitian ternyata bisa menjadi sangat menyenangkan.  Anak-anak perlu mendapatkan pengalaman positif dengan kegiatan riset dan berinteraksi dengan peneliti tanpa merasa berjarak dan terintimidasi.  Selain itu saya juga merasa betapa peneliti dan riset masih menjadi bagian integral dari masyarakat Finlandia.

Meskipun akhir-akhir ini, pengurangan anggaran penelitian terus terjadi, dari 3.46% dari GDP pada tahun 2020, hingga 2.98% pada tahun 2023, saya jadi teringat dengan sebuah ungkapan bahwa penelitian adalah “science is the genie that will keep the country competitive, but the genie needs to be fed” (Stephen, 2012).

Dalam suasana penghematan yang saat ini terjadi di Finlandia, anggaran untuk penelitian memang mengalami penurunan.  Namun hal ini tidak menyurutkan antusiasme masyarakat disini mengenai riset serta tidak memupuskan kepercayaan mereka bahwa riset akan membawa perubahan positif.

Saya berpikir, jangan-jangan riset dan peneliti tidak hanya perlu diberi makan ’uang’ namun penghargaan dan penghormatan atas kerja mereka.  Dan interaksi antara peneliti dengan masyarakat umum dapat menjadi salah satu ajang dimana penghargaan tersebut dapat dirasakan langsung.

Selain itu, masyarakat juga dapat melihat bagaimana uang pajak mereka digunakan oleh peneliti yang mencoba mencari solusi dan membuat temuan-temuan untuk meningkatkan kualitas hidup orang banyak.

Bisa jadi hal ini juga terkait dengan eratnya budaya belajar sepanjang hayat yang menjadi bagian dari budaya Finlandia.

Meskipun keterbatasan fiskal mungkin menghalangi riset-riset inovatif dan ambisius, namun saya melihat bahwa budaya belajar yang kuat tetap menjadikan kegiatan riset dan profesi peneliti memiliki status sosial yang tinggi di negara ini.  Sehingga, kegiatan riset menjadi bagian integral dari peradaban dan hasil riset tetap menjadi salah satu pertimbangan dalam membuat kebijakan publik serta mendorong terjadinya perubahan ke arah yang lebih baik.[]

Tags: AcehArtikelFinlandiaKuliahopinipendidikan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Pengadilan Digital dan Krisis Literasi Ketenagakerjaan_Risnawati Ridwan
Opini

Pengadilan Digital dan Krisis Literasi Ketenagakerjaan

by SAGOE TV
August 3, 2026
Memutus Mata Rantai Korupsi dari Hulu Demokrasi
Opini

Memutus Mata Rantai Korupsi dari Hulu Demokrasi

by SAGOE TV
August 1, 2026
LGBT dan Cermin Penegakan Syariat di Aceh
Opini

LGBT dan Cermin Penegakan Syariat di Aceh

by SAGOE TV
July 29, 2026
Putri Saleh ASN Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh Bidang perlindungan Khusus Anak.
Opini

Jangan Biarkan Masa Depan Anak Berjalan Sendiri

by SAGOE TV
July 30, 2026
Risnawati Ridwan ASN Pada Dinas Sosial Kota Banda Aceh
Opini

Film Teach You a Lesson: Sebab yang Perlu Dididik Kadang Bukan Anak, tetapi Orang Dewasa

by SAGOE TV
July 21, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Mengapa Semen dan BBM Langka di Aceh? Pemerintah Turun Tangan Telusuri Penyebabnya

Mengapa Semen dan BBM Langka di Aceh? Pemerintah Turun Tangan Telusuri Penyebabnya

July 30, 2026
Memutus Mata Rantai Korupsi dari Hulu Demokrasi

Memutus Mata Rantai Korupsi dari Hulu Demokrasi

August 1, 2026
Pengadilan Digital dan Krisis Literasi Ketenagakerjaan_Risnawati Ridwan

Pengadilan Digital dan Krisis Literasi Ketenagakerjaan

August 3, 2026
LGBT dan Cermin Penegakan Syariat di Aceh

LGBT dan Cermin Penegakan Syariat di Aceh

July 29, 2026
Siswi SDN 50 Banda Aceh Raih Gelar Inong Cilik Aceh 2026

Siswi SDN 50 Banda Aceh Raih Gelar Inong Cilik Aceh 2026

July 31, 2026
Calvin Ho

Pariwisata Tanpa Kedaulatan: Skandal Struktural dari Bali dan Pelajaran bagi Aceh

July 30, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

SPS Revival Usung “Meutaloe”: Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

July 31, 2026
Setelah Panggung Dibongkar

Setelah Panggung Dibongkar

July 28, 2026

EDITOR'S PICK

ITF UIN Ar-Raniry Salurkan Rp422 Juta Bantuan UKT untuk 192 Mahasiswa

ITF UIN Ar-Raniry Salurkan Rp422 Juta Bantuan UKT untuk 192 Mahasiswa

November 9, 2025
Jejak Cinta Nabi Ibrahim AS dalam Ibadah Qurban dan Haji

Jejak Cinta Nabi Ibrahim AS dalam Ibadah Qurban dan Haji

June 6, 2025
Persiraja vs PSPS Pekanbaru: Miftahul Hamdi Ajak Suporter Penuhi SHB

Tiket Laga Persiraja vs Dejan FC Dijual Online Mulai Nanti Malam

December 28, 2024
Wakil Rektor IAIN Lhokseumawe Iskandar sebagai Ketua PC ISNU Kota Lhokseumawe

Wakil Rektor IAIN Lhokseumawe Iskandar Terpilih sebagai Ketua PC ISNU Kota Lhokseumawe

April 19, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.