• Tentang Kami
Friday, May 1, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Tutkijoiden Yö (Researchers’ Night)

SAGOE TV by SAGOE TV
March 8, 2025
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Tutkijoiden Yö (Researchers’ Night)

Satia Zen, PhD

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Satia Zen, PhD
Guru Sekolah Sukma Bangsa Bireuen, Alumnus Fakultas Pendidikan dan Budaya, Universitas Tampere, Finlandia.

Hujan rintik-rintik sore itu mengiringi langkah kaki saya, dan udara dingin yang mulai menusuk tulang membuat saya merapatkan jaket. Cuaca musim gugur pada malam di bulan Oktober sangat terasa.  Namun saya menikmati udara dingin dan hujan, setelah terbiasa dengan hangatnya matahari di Indonesia.

Sore itu saya sedang jalan menuju Gedung Agora, sebuah gedung di Jyväskylä University Finlandia yang menjadi salah satu tempat dimana pameran, diskusi dan presentasi dilakukan oleh para peneliti. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka Tutkijoiden Yö atau Researchers’ Night.

BACA JUGA

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

Malam itu saya melihat sesuatu yang berbeda dari biasanya.  Biasanya gedung ini dipenuhi oleh mahasiswa, dosen dan peneliti serta tamu dan peserta kegiatan akademis yang dilakukan disini.  Karena gedung ini menyediakan beberapa aula dimana kuliah, sidang, seminar dan konferensi biasanya diadakan.  Selain itu beberapa fakultas seperti Fakultas Bisnis dan Ekonomi, Fakultas Teknologi Informasi juga menempati beberapa ruangan di gedung ini.

Namun malam itu, saya melihat ramai anak-anak dan orang tua. Mereka berbondong-bondong datang ke gedung tersebut untuk melihat langsung dan berdiskusi dengan para peneliti di universitas tersebut sehingga suasananya jadi sedikit seperti pasar malam.

Imajinasi awal saya ketika mendapat undangan dari rekan saya mengenai kegiatan ini adalah kegiatan serius dimana peneliti akan memberikan kuliah dan presentasi mengenai riset mereka.  Dan yang menghadiri pun pastinya para akademisi, pelajar dan peneliti lain dengan tampang serius.  Sehingga saya agak terkejut melihat suasana riuh rendah yang agak mirip pasar malam ini.

Baca Juga:  Pendidikan Kita, Pasar Mereka: Memaknai Hari Pendidikan Nasional dalam Pusaran Geopolitik

Pada saat saya memasuki lobi, saya disambut oleh suara anak-anak dan beberapa terlihat berlarian menuju pojok-pojok dimana beberapa eksibisi sains dipajang.  Ada juga dua gadis cilik usia SD yang duduk di depan sebuah meja dan asyik mengutak-atik sebuah truk mainan.  Mereka terlihat berdiskusi serius sambil memasukkan kotak-kotak kayu kecil dengan berbagai ukuran kedalam bagian belakang truk mainan tersebut.

Dua orang pemuda berdiri di dekat meja mereka dan siap menjawab pertanyaan dari dua gadis cilik tersebut.  Ketika saya mendekat, rupanya mereka sedang berusaha mencari jalan untuk mengatur berbagai kotak kecil tersebut agar truk dapat mengangkutnya.

Disamping mereka terdapat sebuah papan dengan pertanyaan: bisakah kamu memikirkan cara yang baik untuk memuat kotak-kotak kedalam truk ini? Ikutilah kompetisi ini dan menangkan hadiahnya.

Wah, pikir saya tidak heran mereka mencoba cukup lama untuk memuat kotak-kotak tersebut, rupanya mereka penasaran dan ingin mendapatkan hadiahnya.  Dan sayembara ini adalah satu dari pertanyaan yang saya lihat ditempel oleh kelompok peneliti dari riset mengenai optimalisasi.  Mungkin kelompok peneliti ini mencari cara bagaimana ruang dalam berbagai bentuk dapat dioptimalisasi penggunaannya sehingga menghemat ruangan dan memanfaatkannya dengan maksimal.

Di depan kedua gadis cilik itu, saya melihat sebuah papan tulis interaktif berisi rangkaian kode untuk program komputer yang menghitung optimalisasi untuk mengisi kotak atau ruang tertentu. Di pojok tersebut, saya juga melihat papan lain berisi pertanyaan: bisakah kamu memberikan contoh masalah yang memiliki kontradiksi didalamnya? Contoh: kadang-kadang ada pertentangan mengenai harga dan kualitas.

Wah ternyata peneliti ini juga mencoba mencari solusi dari optimalisasi ketika masalah memiliki berbagai dimensi yang mungkin bertentangan, menarik sekali.

Di pojok lain, saya melihat anak-anak bermain dengan kacamata Virtual Reality dan menggerak-gerakkan badan mereka.  Orang tua mereka terlihat geli melihat tingkah anak-anak mereka yang bergerak seperti sedang bermain seluncur salju.  Rupanya kelompok riset mengenai teknologi virtual reality memberikan kesempatan pada masyarakat awam untuk merasakan seperti apa menggunakan kacamata tersebut dan berpindah secara virtual ke tempat yang berbeda.

Baca Juga:  Islam: Kekuatan Healing Orang Aceh dalam Menghadapi Bencana

Di area tersebut, saya juga melihat sepasang kakek dan nenek mendengarkan dengan serius seorang pemuda yang bercerita mengenai proyek risetnya sambil menunjuk poster yang ditempel didekat mereka.

Saya berpindah menuju ruangan dimana sebuah kelompok riset Innovative Learning Environment memberikan presentasi mereka.  Dalam ruangan ini saya melihat ramai pengunjung mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, dan ada juga pengunjung dari dari negara lain mencoba beberapa media belajar seperti puzzle untuk membuat bidang 3 dimensi.

Saya juga mengikuti presentasi dari kelompok ini mengenai penelitian mengembangkan rencana belajar untuk menggunakan barang-barang daur ulang di sekolah-sekolah.  Para peneliti dalam kelompok ini juga memaparkan kolaborasi mereka dengan universitas di negara-negara lain seperti Uruguay dan Hungaria.  Suasananya santai dan hangat, saya mendengar percakapan dan diskusi ringan namun serius mengenai inovasi pendidikan yang dilakukan oleh kelompok riset tersebut.

Ketika saya berkeliling melihat berbagai eksibisi yang ada didalam gedung tersebut, saya tersadar bahwa penelitian ternyata bisa menjadi sangat menyenangkan.  Anak-anak perlu mendapatkan pengalaman positif dengan kegiatan riset dan berinteraksi dengan peneliti tanpa merasa berjarak dan terintimidasi.  Selain itu saya juga merasa betapa peneliti dan riset masih menjadi bagian integral dari masyarakat Finlandia.

Meskipun akhir-akhir ini, pengurangan anggaran penelitian terus terjadi, dari 3.46% dari GDP pada tahun 2020, hingga 2.98% pada tahun 2023, saya jadi teringat dengan sebuah ungkapan bahwa penelitian adalah “science is the genie that will keep the country competitive, but the genie needs to be fed” (Stephen, 2012).

Dalam suasana penghematan yang saat ini terjadi di Finlandia, anggaran untuk penelitian memang mengalami penurunan.  Namun hal ini tidak menyurutkan antusiasme masyarakat disini mengenai riset serta tidak memupuskan kepercayaan mereka bahwa riset akan membawa perubahan positif.

Baca Juga:  Bantuan Alsintan dari Kementan Disalurkan untuk Petani 3 Kabupaten di Aceh

Saya berpikir, jangan-jangan riset dan peneliti tidak hanya perlu diberi makan ’uang’ namun penghargaan dan penghormatan atas kerja mereka.  Dan interaksi antara peneliti dengan masyarakat umum dapat menjadi salah satu ajang dimana penghargaan tersebut dapat dirasakan langsung.

Selain itu, masyarakat juga dapat melihat bagaimana uang pajak mereka digunakan oleh peneliti yang mencoba mencari solusi dan membuat temuan-temuan untuk meningkatkan kualitas hidup orang banyak.

Bisa jadi hal ini juga terkait dengan eratnya budaya belajar sepanjang hayat yang menjadi bagian dari budaya Finlandia.

Meskipun keterbatasan fiskal mungkin menghalangi riset-riset inovatif dan ambisius, namun saya melihat bahwa budaya belajar yang kuat tetap menjadikan kegiatan riset dan profesi peneliti memiliki status sosial yang tinggi di negara ini.  Sehingga, kegiatan riset menjadi bagian integral dari peradaban dan hasil riset tetap menjadi salah satu pertimbangan dalam membuat kebijakan publik serta mendorong terjadinya perubahan ke arah yang lebih baik.[]

Tags: acehArtikelFinlandiaKuliahopinipendidikan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?
Opini

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

by Anna Rizatil
April 29, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh
Opini

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

by SAGOE TV
April 26, 2026
Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan
Opini

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

by Anna Rizatil
April 25, 2026
Mahasiswa Baru dan Tupoksi yang Terlupakan
Opini

Mahasiswa Baru dan Tupoksi yang Terlupakan

by Anna Rizatil
April 20, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global
Opini

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

by Anna Rizatil
April 17, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

April 25, 2026
Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

April 29, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

April 26, 2026
Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah di Enam Kabupaten Mulai 27 April

Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah di Enam Kabupaten Mulai 27 April

April 24, 2026
Bunyi Sederhana, Kerja yang Tidak Sederhana

Bunyi Sederhana, Kerja yang Tidak Sederhana

April 25, 2026
Festival Sinema Australia Indonesia 2026 Tayang di 11 Kota Mulai 8 Mei

Festival Sinema Australia Indonesia 2026 Tayang di 11 Kota Mulai 8 Mei

April 25, 2026
94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

April 29, 2026
Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

April 28, 2026
Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Rektor UIN Ar-Raniry Harus Jadi Kekuatan Strategis

Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Rektor UIN Ar-Raniry: Harus Jadi Kekuatan Strategis

April 26, 2026

EDITOR'S PICK

Prabowo Resmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah

Prabowo Resmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah

May 4, 2025
Harga Minyak Mentah Indonesia Tertekan di Tengah Kelebihan Pasokan Dunia

Harga Minyak Mentah Indonesia Tertekan di Tengah Kelebihan Pasokan Dunia

January 17, 2026
Mudik Lebaran di Aceh Lebih Nyaman, 190 Masjid Disiapkan untuk Tempat Istirahat Pemudik

Mudik Lebaran di Aceh Lebih Nyaman, 190 Masjid Disiapkan untuk Tempat Istirahat Pemudik

March 20, 2026
Buku Four Friends and I am One of Them dan Makna Berpisah dari Mata Dinda Rizkya

Buku Four Friends and I am One of Them dan Makna Berpisah dari Mata Dinda Rizkya

November 24, 2024
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.