• Tentang Kami
Monday, September 14, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Arus Balik Kulminasi Kegilaan Demokrasi

SAGOE TV by SAGOE TV
April 20, 2023
in Artikel
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Arus Balik Kulminasi Kegilaan Demokrasi
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Rahmat Fahlevi
Penulis buku Mencari Tuhan-Tuhan Peradaban.

Dahulu kala saat masa kejayaan dinasti-dinasti Islam mulai dari Umayyah, Abbasiyah, Andalusia hingga Utsmani para khalifah disanjung dan dido’akan dalam setiap kali ritual shalat Jum’at digelar.

BACA JUGA

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara? Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Do’a yang dipanjatkan para ulama dan qadhi untuk umara/khalifah pada masa itu bukanlah demi kepentingan elektoral ataupun official oriented melainkan untuk kemaslahatan ummat dan permohonan kepada Allah swt agar pemimpinnya diberikan kekuatan dalam memikul amanah yang dijalankan, dan beginilah siklus pemerintahan berdasarkan asas nomokrasi bekerja.

Do’a yang dipanjatkan kaum muslimin bukanlah bertengger pada lip service, melainkan datang dari lubuk hati terdalam, tafakur dan adanya relasi yang bersifat resiprokal, semangat kewarganegaraan yang inheren dan junjungan atas standar moral yang tinggi.

Memang, sangatlah benar dan tidak diragukan lagi bahwa moral dan civic virtue masyarakat tergantung pada zaman.

Sekarang, dunia telah mengalami berbagai proses yang silih berganti mulai dari pemerintahan hingga preferensi sistem ekonomi untuk menata konstelasi kehidupan manusia yang berorientasikan kepada nilai yang luhur dan junjungan atas dignitas manusia yaitu hak asasi dan pengakuan atas kesetaraan hak dan akses.

Demokrasi menjamin hal itu semua, hak mengutarakan pendapat, berkumpul dan berserikat, kepastian hukum, punya hak dipilih dan memilih, transparansi, akuntabilitas, inklusivitas, kebebasan yang semua hal prinsipil tersebut di penetrasikan ke dalam konvensi internasional maupun hukum positif di setiap negara yang bersifat universal dan dianut oleh setiap masyarakat modern sekarang yang mengakui supremasi hak asasi manusia.

Apa yang terjadi sekarang bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. Proses tersebut terjadi selama ribuan tahun, nilai dan sistem yang baru hadir menggantikan tatanan yang lama oleh karena adanya proses pembusukan dan penjungkirbalikan sistem yang dulunya telah di anut dan di kodifikasi dengan baik serta punya afirmasi dari rakyat dalam menjalankannya.

Era kekaisaran telah redup, kekhalifahan Islam telah tumbang, dinasti-dinasti dan kerajaan-kerajaan pun runtuh karena adanya dorongan pergantian dan peralihan kekuasaan yang diinginkan oleh rakyat. Yang mana pada awalnya kedaulatan terbesar di tangan raja sebagai wakil Tuhan di bumi, kemudian premis tersebut patah oleh slogan-slogan revolusi yang menuntut bahwa kewenangan dan kedaulatan berada penuh di tangan rakyat “Putting the power back into the people hand”.

Revolusi dan semangat transisi kedaulatan dari tangan raja bukanlah tanpa sebab, hal itu datang karena adanya perilaku korup (kleptokrasi), genealogi kekuasaan berdasarkan keturunan (patrimonial), keabsolutan kekuasaan raja yang mengekang setiap kebebasan dan kemerdakaan manusia untuk merefleksikan dirinya yang asali.

Dinasti atau kekaisaran absolut dipandang sebagai penghambat (obstacle) kemajuan, nepotisme dikalangan kolega raja, tidak pernah mengalami rotasi kekuasaan yang pada asumsi tersebut dipercaya menghambat perputaran ide baru untuk di demonstrasikan.

Zaman telah berubah drastis, jika di era kekaisaran membunuh secara brutal tidak akan ada pengusutan dan penyidikan karena nyawa manusia tidak memiliki supremasi seperti sekarang. Hak asasi manusia merupakan core idea kehidupan zaman modern yang dimana setiap orang harus dijamin oleh negara akan keamanannya, hadir negara ialah untuk menjamin hak asasi setiap orang terlindungi.

Kita harus akui semua itu, kebebasan, menguatarakan pendapat, kritik, pengawasan aktivitas rezim, transparansi dan inklusivitas.

Semua yang terjadi di era modern adalah antitesis total dari era kekaisaran. Yang dimana pemerintahan yang tradisional-patrimonial digantikan oleh pemerintahan yang meritokrasi legal-formal.

Arus balik demokrasi
Proses demokratisasi terjadi dimana-mana, setiap negara, unifikasi regional, media, jurnalis, akademisi dan seluruh elemen masyarakat menyuarakan demokrasi dan kesetaraan akses maupun hak. Secara literal hal itu sangatlah lazim dan lumrah karena manusia menuntut akan kebebasannya dalam berbicara.

Sejenak kita melihat arus balik sekarang di beberapa negara di dunia dan tindakan manusia modern yang bahwa demokrasi itu menggiring manusia untuk melampaui bahkan berlebih-lebihan dalam hal apapun. Pemimpin mulai kehilangan martabatnya atas dasar keyword “kebebasan” yang diserang secara brutal dengan makian berlandaskan kebebasan berbicara. “Loh, kan kami memilih Pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat.

Suara rakyat, suara Tuhan (Vox populi vox dei) dan kemudian pemimpin yang dipilih tidak kapabel dalam menjalankan tugasnya dan kontra-produktif akibat dari bius populisme keberpihakannya kepada rakyat. Hal ini banyak terjadi di setiap belahan negara bahkan di negara yang demokrasinya mapan sekalipun pernah melahirkan pemimpin yang demagog seperti Trump dan hanya berdasarkan coattail effect seperti Warren harding.

Sedikit kita recolecting the past pada paragraf awal opini ini yang mana penulis menggambarkan bagaimana kecintaan rakyat terhadap pemimpinya yang bahkan ia do’akan rakyat agar pemimpin berhasil menjalankan amanahnya.

Bagaimana dengan sekarang? Mari sama-sama kita memaki pemimpin kita. Yaa, karena beginilah esensi demokrasi yang telah terlepas dari nomokrasi.

Kebebasan sekarang telah mengalami perluasan definisi terlalu jauh (neologisme). Bahkan kebebasan sekarang sudah seperti jarum jam, yang mana pada awalnya ia menggugat kekuasaan yang absolut, dan sekarang para penggugat mengarahkan kebebasan tersebut ke dalam dimensi kebebasan yang absolut pula. Hipokrit? Silahkan jawabannya disimpan dibenak masing-masing.

Fukuyama mengkhawatirkan keruntuhan demokrasi di banyak negara dalam pustakanya yang bertajuk “Identity: the demand for dignity and the politics of resenment”. Ia menggambarkan bagaimana para yang menurutnya “pembangkang” demokrasi seperti gerakan #Meetoo, gerakan fundamentalis, etnonasionalisme, Make American great again. Ia juga menyebutkan beberapa pemimpin dunia yang memfasilitasi gerakan itu seperti Victor orban PM Hungaria, Donald trump Presiden US, Vladimir putin Presiden Rusia, Shinzo abe PM Jepang dan beberapa pemimpin yang menyuarakan etnonasionalisme lainnya.

Beberapa dari kasus tersebut adalah sebuah kewajaran karena setiap bangsa dan negara di dunia datang dengan nilai dan budaya yang berbeda (devergensi) oleh karenanya memaksakan universalisme nilai dan standar (konvergensi) adalah sebuah tindakan yang totaliter dan pseudo.

Lambat laun orang-orang akan mencari jati dirinya yang asali dan jauh-jauh hari hal ini telah di utarakan oleh Samuel P. Huntingkan dalam The clash of civilization.

Tags: arus balikDemokrasiIndonesiaSagoe.IDsagoetv
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali
Artikel

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara? Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

by SAGOE TV
September 10, 2026
Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

September 11, 2026
Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

September 11, 2026
Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara? Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

September 10, 2026
Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

September 12, 2026
Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

September 12, 2026
Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

September 11, 2026
Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

September 12, 2026
Dua Kampus Besar Aceh Kembali Perkuat Kerja Sama untuk Majukan Pendidikan

Dua Kampus Besar Aceh Kembali Perkuat Kerja Sama untuk Majukan Pendidikan

September 11, 2026
Pengurus ICMI Orda Aceh Besar Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

Pengurus ICMI Orda Aceh Besar Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

September 7, 2026

EDITOR'S PICK

Kak Na UMKM Aceh Harus Naik Kelas, Saatnya Produk Lokal Jadi Kebanggaan Global

Kak Na: UMKM Aceh Harus Naik Kelas, Saatnya Produk Lokal Jadi Kebanggaan Global

November 10, 2025
UIN Ar-Raniry dan Turki Jajaki Pertukaran Mahasiswa hingga Pengajaran Bahasa

UIN Ar-Raniry dan Turki Jajaki Pertukaran Mahasiswa hingga Pengajaran Bahasa

September 11, 2026
Pemko Banda Aceh Diminta Evaluasi Total Implementasi Qanun Pendidikan Agama

Pemko Banda Aceh Diminta Evaluasi Total Implementasi Qanun Pendidikan Agama

May 20, 2025
Wapres Gibran Tinjau Jembatan Lumut dan Kendawi di Aceh, Didampingi Wagub Fadhlullah

Wapres Gibran Tinjau Jembatan Lumut dan Kendawi di Aceh, Didampingi Wagub Fadhlullah

August 6, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.