DARUSSALAM | SAGOE TV – Di tengah derasnya arus informasi yang semakin mudah diproduksi dan disebarkan dengan bantuan kecerdasan buatan (AI), mahasiswa baru Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry diminta memperkuat nalar kritis agar tidak terjebak bias algoritma.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Program Studi Ilmu Perpustakaan, T Mulkan Safri MIP, saat menyambut mahasiswa baru Angkatan 2026 dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Aula Lantai 3 FAH UIN Ar-Raniry, Darussalam, Kota Banda Aceh, Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti diikuti 81 mahasiswa baru Prodi Ilmu Perpustakaan tahun akademik 2026/2027.
Mulkan mengatakan mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan tidak cukup hanya mampu menemukan dan mengakses informasi. Mereka juga harus mampu mengelola, mengkurasi, memeriksa, dan memvalidasi informasi sebelum digunakan.
“Di tengah era disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan, mahasiswa Ilmu Perpustakaan dituntut untuk memegang teguh nalar kritis dalam mengelola, mengkurasi, dan memvalidasi informasi agar tidak terjebak dalam bias algoritma,” ujarnya.
Menurut Mulkan, kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting ketika teknologi AI semakin mudah digunakan untuk menghasilkan berbagai jenis informasi. Mahasiswa perlu memahami bahwa kemudahan memperoleh informasi tidak selalu berbanding lurus dengan kebenaran dan kualitas informasi tersebut.
Karena itu, ia mendorong mahasiswa baru menjadikan etika akademik dan integritas sebagai bagian penting dalam proses pendidikan. Mahasiswa juga diingatkan untuk menjauhi plagiarisme serta bertanggung jawab terhadap setiap informasi yang digunakan dalam tugas maupun kegiatan akademik.
Mulkan juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir dari siswa menjadi mahasiswa. Menurutnya, status mahasiswa membawa konsekuensi berupa tuntutan kemandirian, tanggung jawab moral, dan kemampuan mengelola proses belajar secara lebih mandiri.
Dalam menjalani studi, mahasiswa baru diminta aktif berkomunikasi dengan Penasihat Akademik (PA). Dosen PA berperan sebagai pendamping mahasiswa dalam menyusun rencana studi, mengatasi persoalan akademik, hingga mengarahkan mahasiswa agar dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
Momentum 20 Tahun dan Akreditasi Unggul
PBAK 2026 menjadi momentum khusus bagi Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry. Mahasiswa baru memasuki lingkungan akademik ketika prodi tersebut telah meraih predikat Akreditasi Unggul dan memasuki usia 20 tahun perjalanan akademik.
“Tahun 2026 adalah momentum emas bagi kita semua. Anda masuk ke rumah peradaban ini tepat saat prodi menapaki usia 20 tahun dan menyandang predikat Akreditasi Unggul. Anda adalah generasi terpilih yang mengemban amanah besar ini,” ujar Mulkan.
Ia berharap mahasiswa baru tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga mampu menjaga integritas, membangun karakter, dan memberikan kontribusi positif bagi keluarga, almamater, serta masyarakat.
Menurut dia, keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan harus dibangun sejak awal melalui kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan kesungguhan dalam menjalani proses akademik.




















