• Tentang Kami
Sunday, May 3, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Komisi XII DPR RI Dorong Pengelolaan Migas Aceh Profesional, Transparan, dan Berkelanjutan

SAGOE TV by SAGOE TV
September 14, 2025
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Komisi XII DPR RI Dorong Pengelolaan Migas Aceh Profesional, Transparan, dan Berkelanjutan

Anggota Komisi XII DPR RI Irsan Sosiawan saat mengikuti Kunjungan Kerja Panja Migas Komisi XII DPR RI ke Blok Migas dan BPMA Aceh. Foto: DPR

Share on FacebookShare on Twitter

SAGOE TV | BANDA ACEH – Komisi XII DPR RI mendorong agar pengelolaan minyak dan gas (migas) di Aceh dilakukan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dorongan itu disampaikan dalam kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Migas ke Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan sejumlah blok migas di Aceh, Kamis (11/9/2025), dengan tujuan memastikan sektor strategis ini benar-benar memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat serta menjaga keberlanjutan lingkungan.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya yang menegaskan bahwa pengelolaan minyak dan gas di Aceh harus benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat setempat. “Ya, pemanfaatan minyak dan gas untuk kemakmuran masyarakat Aceh tentu menjadi salah satu tujuan utama kita. Tadi kita juga mendengar berbagai pemikiran dan aspirasi terkait pengelolaan migas di Aceh,” ujarnya usai memimpin kunjungan kerja Panja Migas Komisi XII DPR RI ke blok migas dan BPMA.

BACA JUGA

Aceh Tembus Panggung Nasional, Tiga Agenda Budaya Masuk Karisma Event Nusantara 2026

Isra Mi’raj dan Seruan Tobat Ekologis: Dari Kesalehan Ritual ke Kesalehan Bumi

Bambang menyoroti beberapa poin penting, salah satunya mengenai pengelolaan sumur-sumur minyak yang sebelumnya dikelola masyarakat. Menurutnya, keberadaan sumur rakyat perlu mendapat kepastian hukum agar dapat dikelola secara legal melalui regulasi yang tepat.

“Kita ingin dalam konsep peraturan menteri yang baru, sumur-sumur minyak rakyat dapat diakomodir sehingga menjadi legal. Tinggal dibicarakan lebih lanjut terkait mekanismenya,” jelasnya.

Selain itu, Bambang juga menekankan pentingnya skema Participating Interest (PI) agar daerah dapat berpartisipasi langsung dalam pengelolaan migas. “Konsep PI tidak terlalu memberatkan karena terkait biaya investasi akan digendong, meski tetap ada risiko. Yang terpenting, pengelolaan blok migas harus profesional agar PI benar-benar menguntungkan bagi daerah,” tambahnya.

Baca Juga:  HUT ke-79, PMI Kota Banda Aceh Gelar Apel dan Aksi Peduli Lingkungan

Tak hanya itu, Bambang menekankan bahwa Komisi XII juga mendorong agar blok-blok eksplorasi migas di Aceh dapat ditingkatkan menjadi blok produksi. Dengan demikian, penerimaan daerah dari dana bagi hasil migas bisa semakin optimal.

Tak hanya soal produksi, Komisi XII turut menaruh perhatian terhadap laporan masyarakat terkait gangguan lingkungan akibat kegiatan migas. Bambang menegaskan bahwa hal tersebut akan menjadi fokus pendalaman Komisi.

“Kita tidak ingin kejadian serupa terulang. Karena itu, kami akan memanggil pihak terkait untuk pendalaman di Komisi XII. Jika masalahnya sudah ditangani, maka clear, namun kita tetap pastikan semua dampaknya bagi masyarakat telah diselesaikan,” ujarnya.

Terkait hal itu, Bambang mengungkapkan Komisi XII akan berkoordinasi dengan Ditjen Gakkum Lingkungan Hidup maupun Gakkum ESDM untuk memastikan aspek lingkungan terjaga dalam setiap aktivitas migas.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut anggota Komisi XII DPR RI lainnya, antara lain Andi Ridwan Wittiri, Arif Riyanto Uopdana, Muhammad Rohid, Irsan Sosiawan, Gulam Muhamad Sharon, Syafruddin, Jalal Abdul Nasir, Meitri Citra Wardani, Aqib Ardiansyah, Eddy Soeparno, dan Edhie Baskoro Yudhoyono.

Pertemuan juga dihadiri oleh Dirjen Migas Kementerian ESDM RI, Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Direksi PT Pertamina EP, Direksi Mubadala Energy, serta Direksi Premier Oil Andaman Ltd.

Anggota Komisi XII DPR RI Irsan Sosiawan menegaskan bahwa pengelolaan migas di Aceh, khususnya pengembangan ladang gas besar di South Andaman, harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat. Irsan menyoroti potensi besar cadangan gas di South Andaman atau Andaman Selatan yang kini dikelola bersama Kontraktor Kontrak Kerja Migas (KKKS) seperti Mubadala Energy. Ia menekankan pentingnya menyiapkan program kemasyarakatan sejak awal, bahkan sebelum produksi penuh berjalan.

Baca Juga:  Prabowo Ajak Umat Muslim di Indonesia Jalani Ramadhan dengan Tenang dan Khusyuk

“South Andaman ini kan suatu sumber gas yang besar. Maka saya menanyakan kepada perusahaan mengenai program-program ke depan. Jangan dilupakan juga program-program kemasyarakatan. Program CSR itu harus diutamakan, sehingga masyarakat di sekitar lokasi bisa langsung merasakan dampaknya,” ujar Irsan.

Menurut Legislator Dapil Aceh II tersebut, masyarakat di sekitar wilayah operasi harus mendapat prioritas manfaat dalam bentuk peningkatan ekonomi, kesejahteraan, serta peluang lapangan kerja. “Kalau pemerintah sudah dapat bagian bagi hasil, maka masyarakat di tempat tersebut juga harus merasakan manfaat langsung. Kalau CSR dijalankan sejak sekarang, sebelum produksi penuh, itu akan lebih baik. Masyarakat pasti akan mendukung,” tandasnya.

Irsan juga menegaskan perlunya keterlibatan masyarakat setempat dalam membangun daerahnya bersama perusahaan migas. Ia mencontohkan adanya potensi di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang yang juga perlu dikelola dengan melibatkan masyarakat. “Transparansi dan keterbukaan harus dijalankan, baik oleh perusahaan maupun pemerintah daerah, agar masyarakat benar-benar bisa merasakan kehadiran industri migas ini.”

Lebih lanjut, Irsan mendorong Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) sebagai pengawas agar lebih peka terhadap masukan masyarakat. Ia mengingatkan masih banyak keluhan terkait dampak lingkungan, kesehatan, maupun polusi di sekitar wilayah operasi migas. “BPMA harus mengoptimalkan fungsi pengawasan dan segera menindaklanjuti keluhan masyarakat. Jangan sampai aktivitas produksi justru menimbulkan kerugian bagi warga,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan pengelolaan migas Aceh tidak semata diukur dari capaian teknis eksplorasi atau produksi, melainkan sejauh mana hasil tersebut benar-benar mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. “Masyarakat Aceh berharap besar hasil kinerja migas bisa memberikan multiplier effect, sekaligus menambah target lifting nasional,” ujar Irsan. []

Tags: acehBPMADPR RIMigasSKK Migas
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Aceh Tembus Panggung Nasional, Tiga Agenda Budaya Masuk Karisma Event Nusantara 2026
Nasional

Aceh Tembus Panggung Nasional, Tiga Agenda Budaya Masuk Karisma Event Nusantara 2026

by SAGOE TV
February 6, 2026
Isra Mi’raj dan Seruan Tobat Ekologis: Dari Kesalehan Ritual ke Kesalehan Bumi
Nasional

Isra Mi’raj dan Seruan Tobat Ekologis: Dari Kesalehan Ritual ke Kesalehan Bumi

by SAGOE TV
January 18, 2026
Peringati Isra’ Mi’raj, Menag Tegaskan Masjid sebagai Jalan Perubahan dan Pemberdayaan Umat
Nasional

Peringati Isra’ Mi’raj, Menag Tegaskan Masjid sebagai Jalan Perubahan dan Pemberdayaan Umat

by SAGOE TV
January 15, 2026
Tempo Digugat Rp200 Miliar oleh Mentan Amran Sulaiman, AJI: Upaya Pembungkaman dan Pembangkrutan Media
Nasional

Hakim PN Jaksel Tolak Gugatan Mentan terhadap Tempo, LBH Pers: Kemenangan Penting bagi Kebebasan Pers

by SAGOE TV
November 18, 2025
Hari Toleransi Internasional, Menag Ajak Umat Rawat Nilai yang Hidup di Indonesia Sejak Lama
Nasional

Hari Toleransi Internasional, Menag Ajak Umat Rawat Nilai yang Hidup di Indonesia Sejak Lama

by SAGOE TV
November 16, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

April 29, 2026
Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

May 1, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

April 26, 2026
Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

April 25, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Hardiknas 2026 Universitas Syiah Kuala Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

Hardiknas 2026: USK Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

May 1, 2026
94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

April 29, 2026
Tasyakuran Milad ke-98, PERTI Abdya Ziarahi Makam Para Ulama

Tasyakuran Milad ke-98, PERTI Abdya Ziarahi Makam Para Ulama

May 2, 2026
Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

April 28, 2026

EDITOR'S PICK

Kemendagri Terbitkan Keputusan Baru, Tetapkan 4 Pulau Resmi Masuk Wilayah Administrasi Aceh

Kemendagri Terbitkan Keputusan Baru, Tetapkan 4 Pulau Resmi Masuk Wilayah Administrasi Aceh

June 23, 2025
Lembaga Adat Laot, Visi Poros Maritim Dunia, dan Implementasi Tak Terbantahkan

Lembaga Adat Laot, Visi Poros Maritim Dunia, dan Implementasi Tak Terbantahkan

November 29, 2022
Ngopi Bareng Tokoh GAM dan Intel, Kisah di Tengah Konflik Aceh

Ngopi Bareng Tokoh GAM dan Intel, Kisah di Tengah Konflik Aceh

June 29, 2025
Menkes Budi Gunadi Resmikan 2 Puskesmas Pascabencana di Aceh, Rampung Hanya 3 Minggu

Menkes Budi Gunadi Resmikan 2 Puskesmas Pascabencana di Aceh, Rampung Hanya 3 Minggu

February 16, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.