BANDA ACEH | SAGOE TV – Rencana pembukaan jalur pelayaran ferry Lhokseumawe-Penang mulai memasuki tahap pembahasan lebih serius. KJRI Penang bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membahas pengembangan layanan Roll-on/Roll-off (RoRo) yang berpotensi membuka konektivitas baru bagi penumpang dan angkutan barang antara Aceh dan Malaysia.
Menurut unggahan resmi Instagram @indonesiainpenang, pertemuan tersebut berlangsung di Penang pada 14 Agustus 2026. Dalam rangkaian kunjungan itu, tim ASDP bersama KJRI Penang meninjau sejumlah fasilitas pelabuhan di Penang, mulai dari Dermaga Air Dalam Butterworth (DADB), Penang Sentral/Pangkalan Sultan Abdul Halim (PSAH), Pangkalan Raja Tun Uda (PRTU), hingga Swettenham Pier Cruise Terminal.
Pembahasan diarahkan pada peluang konektivitas RoRo antara Pelabuhan Krueng Geukeuh di Lhokseumawe dan Penang. Jika terealisasi, jalur tersebut dapat menjadi alternatif transportasi laut sekaligus memperkuat arus logistik dan mobilitas masyarakat antara Aceh dan Malaysia.
KJRI Penang menyebut pembahasan juga mencakup peluang memperkuat jaringan pelabuhan Sumatera-Penang. Salah satu konektivitas yang dijajaki ialah BNCT-Penang Port-Perlis Inland Port, selain peluang kerja sama antara sejumlah pelabuhan strategis Indonesia dan Malaysia.
Dari pihak Malaysia, Penang Port Sdn. Bhd. (PPSB) menyambut kunjungan ASDP dan KJRI Penang. Dalam unggahan di Instagram resminya, Penang Port menyebut kunjungan tersebut menjadi ruang pertukaran pengalaman antara dua komunitas pelabuhan yang memiliki banyak kesamaan.
Penang Port juga menilai kunjungan ASDP mencerminkan adanya kesamaan prioritas dan potensi sinergi operasional antara kedua perusahaan sebagai sesama pengelola layanan ferry di kawasan.
Tak Hanya Angkut Penumpang
Rencana konektivitas Lhokseumawe–Penang tidak hanya berkaitan dengan perjalanan penumpang. Layanan RoRo memungkinkan kendaraan dan muatan diangkut langsung menggunakan kapal, sehingga berpotensi mendukung pergerakan barang sekaligus memperluas pilihan jalur logistik Aceh menuju Malaysia.
Bagi Aceh, konektivitas langsung dengan Penang juga dapat membuka peluang lebih besar bagi perdagangan, pariwisata, mobilitas masyarakat, serta hubungan ekonomi lintas negara.
Meski demikian, pembahasan tersebut masih berada pada tahap penjajakan dan pematangan rencana. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai waktu pengoperasian jalur maupun jadwal pelayaran.
ASDP menyatakan terus mendukung pengembangan jaringan transportasi laut yang terintegrasi dan efisien. Konektivitas lintas negara diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan perdagangan dan aktivitas ekonomi di kawasan.
Jika rencana tersebut terealisasi, Lhokseumawe-Penang berpotensi menjadi salah satu jalur laut baru yang memperkuat posisi Aceh sebagai pintu konektivitas Indonesia dengan kawasan utara Selat Malaka.
Rencana pembukaan rute ini sebelumnya telah digagas Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Sejak awal 2025, Gubernur yang akrab disapa Mualem itu berulang kali menyatakan komitmen membuka pelayaran langsung dari Pelabuhan Krueng Geukeuh di Lhokseumawe ke Penang.
Mualem menargetkan layanan ferry RoRo dapat beroperasi untuk mendukung ekspor komoditas unggulan Aceh, seperti kopi Gayo, tuna, minyak nilam, cengkeh, dan pinang, sekaligus mendorong investasi, pariwisata, serta mobilitas masyarakat lintas negara.



















