JAKARTA | SAGOE TV – Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala (USK), meraih penghargaan Best Innovation kategori Precision Agriculture and Digital Farming pada ajang FertInnovation Challenge 2025, berkat inovasi teknologi pertanian presisi berbasis sensor dan kecerdasan buatan untuk membantu petani nilam.
Tim yang membawa harum nama Aceh berhasil meraih best innovation di FertInnovation Challenge 2025 dipimpin Ilham (Team Leader), bersama Muhammad Faizil (Product & UI Designer), dan M. Ghailan Dhiaulhaq (Electrical Integration Specialist). Keberhasilan mereka tak lepas dari bimbingan dosen Teknik Elektro USK, Aulia Rahman.
“Riset kami berangkat dari permasalahan nyata di lapangan. Inovasi ini memberikan rekomendasi tindakan budidaya secara cepat, terukur, dan presisi, sehingga petani nilam dapat mengambil keputusan berbasis data untuk meningkatkan produktivitas mereka,” ujar Ilham dikutip Sabtu (7/2/2026).
Solusi digital untuk petani nilam inovasi yang diusung oleh tim mahasiswa USK adalah sistem pemantauan dan diagnosis tanaman nilam berbasis sensor dan kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini dirancang untuk melakukan deteksi dini terhadap gangguan tanaman serta kondisi tanah secara real-time.
Dosen pembimbing, Aulia Rahman, mengapresiasi capaian ini sebagai bukti kapasitas mahasiswa USK dalam menjawab tantangan nasional. “Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa kita mampu menghasilkan teknologi terapan yang aplikatif, bukan sekadar konsep, dan memiliki potensi besar untuk diimplementasikan secara luas di sektor pertanian,” ujarnya.
FertInnovation Challenge 2025 mengusung tema “Cultivating Innovation, Achieving Food Self-Sufficiency”. Sebagai kompetisi dua tahunan, ajang ini menjadi platform bagi PT Pupuk Indonesia untuk menjaring ide dan prototipe teknologi dari kalangan akademisi, peneliti, hingga startup.
Tahun ini, persaingan berlangsung ketat dengan masuknya 889 proposal inovasi dari berbagai institusi di seluruh Indonesia. Terdapat empat kategori utama yang diperlombakan: Climate Resilience, AI-Driven Innovation, Plant Engineering, dan Precision Agriculture.
Lewat kemenangan ini, inovasi mahasiswa USK berpeluang masuk tahap pengujian lapangan lebih lanjut (scaling) dan inkubasi oleh PT Pupuk Indonesia. [R]



















