• Tentang Kami
Friday, May 1, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Malam Puasa 20, Memastikan Selalu Evaluasi Diri

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
March 20, 2025
in Ramadhan
Reading Time: 4 mins read
A A
0
sulaiman tripa

Dr Sulaiman Tripa

Share on FacebookShare on Twitter

Saya menyebut dengan evaluasi diri atas perjalanan Puasa yang ke-19 hari. Dalam bahasa agama, disebut muhasabah –walau makna ini sesungguhnya juga sangat detail. Maksud muhasabah adalah introspeksi diri atau perhitungan diri. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana tindakan, sikap, dan perilaku yang muncul dalam jangka waktu tertentu. Tujuan pentingnya, selain sebagai ruang untuk menyesali perbuatan yang buruk, juga menyiapkan bagi perbuatan-perbuatan baik selanjutnya.

Saya kira, perbuatan baik harus disiapkan. Sesuatu yang dianggap baik dan strategis, harus direncanakan dengan baik. Termasuk dalam kategori adalah ibadah, baik yang wajib maupun sunat. Tentu posisi wajib menjadi utama, baru disusul dengan ibadah sunat. Bukan sebaliknya. Tak bisa menutupi jika bertumpu pada sunat, tetapi meninggalkan yang wajib.

Evaluasi diri, yang saya maksud di atas, seiring dengan sudah menjelang tiga minggu berlangsungnya ibadah puasa. Dalam fase atau babak, berdasarkan pendapat sebagian pihak, masuk dalam fase ketiga. Fase ini yang berdasarkan kehidupan Rasul, masanya mengencangkan ikat pinggang. Jika dianalogikan dalam olahraga, fase ini seperti tim yang sudah masuk final.

BACA JUGA

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh

Dengan perjalanan puasa, penting untuk melihat lagi ke belakang, apakah ibadah yang dilakukan sudah memenuhi standar baik secara kuantitas atau kualitas. Termasuk bagaimana peningkatannya. Jika hingga 19 hari Puasa, namun masih biasa-biasa saja, atau bahkan jalan mundur dari segi ibadahnya, maka jalan evaluasi harus segera dilakukan. Segeralah mencari tahu melalui penelusuran ke belakang, apa yang menyebabkan kondisi tersebut.

Baca Juga:  Gerhana Bulan Total Ramadhan 2026 Terlihat di Aceh, Kemenag Ajak Shalat Khusuf

Itulah yang saya maksudkan sebagai evaluasi diri. Berbagai kekurangan yang ditemui, masih memungkinkan diperbaiki dalam waktu sisa. Alasannya, tentu saja, Puasa adalah bulan yang khusus. Tidak semua ibadah ada di bulan yang lain. Begitu pula dengan ganjaran pahalanya, tidak sama dengan bulan yang lain. Termasuk garansi Allah untuk menghapus segala dosa bagi yang melaksanakan ibadah dengan ikhlas dan sungguh-sungguh.

Evaluasi diri sendiri tidak mesti berdasar kita sendiri. Kadang kala kita perlu meminta pendapat orang lain. Perlu nasihat dari orang lain kepada kita. Kondisi pendapat ini, agak rumit dan sulit diterima sebagian orang. Padahal untuk mencapai puncak, juga butuh kontribusi orang lain terhadap kita. Dengan posisi puncak, seseorang sedang berada pada fase yang masih produktif dan kreatif. Pada fase ini, diyakini seseorang sedang berada pada puncak kualitas. Dengan keimanan yang kokoh, fondasi yang teguh, maka peluang untuk menolak berbagai godaan sangat mungkin dilakukan.

Kekuatan untuk menolak jalan batil sangat penting ketika orang sedang berjaya. Posisi yang bersangkutan akan gagah ketika menolak kebatilan pada saat posisinya masih cemerlang. Posisi kebatilan atau keburukan itu sendiri pada akhirnya berpengaruh pada yang bersangkutan.

Ada tiga hal. Pertama, tampak atau tidaknya suatu jalan lurus atau jalan buruk. Kedua, menerima dengan perbuatan (melalui perilaku dan ibadah) suatu jalan yang lurus dan menolak suatu jalan yang lurus. Ketiga, kekuatan untuk menerima perbuatan yang lurus dan menolak jalan yang buruk. Ketiganya sangat penting. Seharusnya ketiga hal itu saling berkaitan dan saling menguatkan, namun dalam kenyataan tak jarang, orang yang berhasil pada hal yang satu, kadangkala gagal pada hal dua atau tiga. Demikian juga sebaliknya. Ada orang yang tidak bisa membedakan tampak atau tidaknya suatu jalan lurus atau batil, namun berani menolak baik dengan perbuatan maupun dengan kekuatan menolak dengan pernyataan dan sikap.

Baca Juga:  Aceh Ramadhan Festival 2025 Digelar di Pelataran Masjid Raya Baiturrahman

Orang yang tamak, bukan berarti seluruhnya tidak tahu bahwa apa yang dilakukannya itu kabur atau tidak. Ada orang yang bahkan sangat sadar bahwa perbuatannya merupakan dosa besar, namun tetap dilakukan juga. Bahkan ketika suatu perbuatan yang buruk dilakukan dalam waktu yang lama dengan berulang-ulang, maka akan berpotensi orang tersebut tidak merasa bersalah lagi. Posisi merasa bersalah berbeda dengan pemahaman bahwa sesuatu yang dilakukan itu salah. Suatu perbuatan yang diketahui salah, namun ketika dilakukan, ada yang merasa bersalah, tetapi tidak sedikit juga yang tidak merasakan apa-apa lagi.

Orang yang mengerti, memahami, dan menyadari suatu perbuatan itu baik atau buruk, kadangkala tidak mampu diikuti melalui perbuatannya. Lurus atau buruk hanya tinggal di otak, tidak berbekas pada tataran implementasi. Untuk kategori ini, kita menyaksikan orang-orang yang memahami ilmu agama, ternyata ada juga melakukan sesuatu yang tidak bisa kita bayangkan. Ada orang yang sering berceramah, ternyata doyan menilep uang publik. Ada orang yang sering berdiri di hadapan umat, tiba-tiba digerebek dan ditemukan di tempat maksiat.

Orang-orang yang semacam itu, bahkan memiliki pemahaman lebih hebat dari awam dalam hal agama, namun tidak berdaya mengikuti (mengimplementasikan) dalam perbuatan. Kondisi ini bisa saja dipengaruhi oleh berbagai faktor. Hal yang paling besar menjadi faktor penarik itu adalah materi –terutama yang terkait dengan pemasukan yang tidak sah. Tidak jarang bahkan ketika menerima sesuatu pun, juga menyertakan dengan hal-hal yang berbau agama.

Selain itu, ada orang yang tidak berdaya ketika ada yang lebih berkuasa melakukan kemungkaran di depan mata. Ia tahu bahwa suatu perbuatan itu buruk, namun karena yang melakukannya seseorang yang lebih berpengaruh atau lebih kuat, maka tidak berdaya untuk menolaknya. Ironisnya, jika posisi orang tersebut bukan saja tidak berani menolak dan menyampaikan kebenaran, melainkan ikut terlibat melakukannya secara bersama-sama.

Baca Juga:  Ramadhan Penuh Kepedulian, Gubernur Aceh Santuni Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas

Puasa seharusnya memiliki kekuatan lebih bagi kita untuk menentukan jalan buruk tidak dipilih. Momentum puasa, seseorang memiliki waktu dan kesempatan yang lebih besar dalam melakukan refleksi hidup dan kehidupan dirinya berhadapan dengan berbagai hal dalam kehidupannya itu.

Dengan momentum ini, sekali lagi, tidak saja membuat seseorang benci terhadap sesuatu yang tidak baik. Hal yang lebih penting adalah seseorang akan menjadi kekuatan penting dalam melawat semua jalan buruk.

Semua kondisi jalan buruk di atas, seyogianya mampu kita tolak. Momentum bulan penuh berkah ini seharusnya menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi dan refleksi menyeluruh atas diri kita mengenai pengalaman kita dalam mengetahui adanya sesuatu yang buruk. Evaluasi, muhasabah, kemudian berefleksi, masih sangat memungkinkan dengan memaksimalkan waktu tersisa: 10 atau 11 hari lagi. Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

[es-te, Rabu, 19 Puasa 1446, 19 Maret 2025]

Tags: ArtikelDr Sulaiman TripaEvaluasiMalamPuasaRamadhan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari
Ramadhan

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari

by Husaini
February 24, 2026
Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh
Ramadhan

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh

by SAGOE TV
February 19, 2026
sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 30, Selesaikanlah Urusan dengan Manusia

by Sulaiman Tripa
March 29, 2025
Dr Sulaiman Tripa
Ramadhan

Malam Puasa 29, Apa yang Membekas dari Puasa Kita?

by Sulaiman Tripa
March 28, 2025
sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 28, Belajar Mengelola Nafsu

by Sulaiman Tripa
March 27, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

April 25, 2026
Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

April 29, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

April 26, 2026
Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

May 1, 2026
Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah di Enam Kabupaten Mulai 27 April

Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah di Enam Kabupaten Mulai 27 April

April 24, 2026
Bunyi Sederhana, Kerja yang Tidak Sederhana

Bunyi Sederhana, Kerja yang Tidak Sederhana

April 25, 2026
Festival Sinema Australia Indonesia 2026 Tayang di 11 Kota Mulai 8 Mei

Festival Sinema Australia Indonesia 2026 Tayang di 11 Kota Mulai 8 Mei

April 25, 2026
94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

April 29, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025

EDITOR'S PICK

Aceh dan Ujian Kepercayaan Negara: Di Awal Era Prabowo

Aceh dan Ujian Kepercayaan Negara: Di Awal Era Prabowo

February 1, 2026
Kapolda Aceh Berganti, Brigjen Marzuki Ali Basyah Terima Pataka Machdum Sakti dari Irjen Achmad Kartiko

Kapolda Aceh Berganti, Marzuki Ali Basyah Terima Pataka Machdum Sakti dari Achmad Kartiko

August 23, 2025
Pesawat Hercules TNI AU Mendarat di Aceh Bawa Material Tower Usai Banjir, Pemulihan Jaringan Dipacu

Pesawat Hercules TNI AU Mendarat di Aceh Bawa Material Tower Usai Banjir, Pemulihan Jaringan Dipacu

November 29, 2025
UIN Ar-Raniry Deklarasikan Kampus Aman dan Inklusif, Dorong Zero Kekerasan & Ramah Disabilitas

UIN Ar-Raniry Deklarasikan Kampus Aman dan Inklusif, Dorong Zero Kekerasan & Ramah Disabilitas

November 27, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.