• Tentang Kami
Monday, April 20, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Prof Humam Duta Penting bagi Jutaan Korban Bencana Aceh Sumatra

SAGOE TV by SAGOE TV
December 25, 2025
in Analisis
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Zulfikar Akbar

Zulfikar Akbar. Foto Dokumen pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Zulfikar Akbar.
Konten Kreator, Domisili di Jakarta.

Prof Ahmad Humam Hamid menjadi duta penting bagi jutaan korban banjir bandang di Aceh dan Sumatra. Bukan hanya beropini, tetapi juga melayangkan opininya di media paling tepat di tengah kondisi sekarang, The Jakarta Post.

Beliau tahu, pikirannya sebagai figur senior di tengah kalangan cendekia di Aceh, harus bisa bersua pikiran setara dari berbagai belahan dunia. Niat baik butuh ditopang lebih banyak pikiran baik, untuk menampar pikiran-pikiran bebal yang sibuk dengan citra daripada nyawa rakyat yang masih tersiksa.

BACA JUGA

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

Apa Pentingnya Cara Pandang Bencana?

Semua yang dikerjakan dalam merespons bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, tak lepas dari pengaruh pikiran. Jika pikiran bebal mereka yang menuhankan kekuasaan dan jabatan dibiarkan, taruhannya adalah nyawa dan masa depan jutaan orang.

Prof Humam sudah menjalankan perannya di saat-saat genting, dengan teramat baik. Artikelnya itu bertengger di tempat terhormat di media sekelas The Jakarta Post. Media ini adalah media yang bisa dipastikan jadi bacaan banyak diplomat, duta besar, hingga banyak mata tokoh dunia.

Ayah empat anak ini cerdik. Di usianya yang kini telah 69 tahun, kegeniusan beliau tak mengendur. Agaknya beliau pun paham sekali, sekadar memarahi pejabat dan penguasa, takkan mengubah apa-apa. Terlebih, sepanjang masanya, penguasa jauh lebih lihai menjual nama rakyat alih-alih betul-betul berkeringat untuk rakyat–apalagi di negara yang tak lebih dari penerus Hindia Belanda dengan segala mentalnya.

Alhasil, beliau bekerja selayaknya seorang cendekia, yang tak suka hanya diam di balik pagar kampus. Beliau masih lantang, agar pemilik kekuasaan negeri ini tak lancang. Jadilah artikel itu, “International aid and the state: Nargis Myanmar vs Senyar Aceh”, rilis di hari Senin, 22 Desember 2025.

Baca Juga:  Wilayah Aceh

Di sini, bahasa beliau memang sangat sopan, dan butuh kepekaan cukup baik untuk pembacanya bisa merasa tertampar. “History shows that the state most at risk of repeating mistakes is not the one unaware of the past, but the one confident, its already know enough…”

Di sini beliau menjewer keras, sebenarnya. Bahwa, berdasarkan sejarah, negara paling riskan bukanlah negara yang tidak sadar akan masa lalunya, tapi justru negara yang terlalu percaya diri bahwa mereka sudah tahu segalanya.

Agaknya, beliau ingin mengarahkan telunjuk ke mata mereka yang berkuasa tapi hanya melihat kekuasaan agar terus bertahan. Ke mata mereka yang hanya tahu berkuasa, tapi mereka pun tidak tahu manfaat keberadaan mereka di tampuk kekuasaan.

Sebagai intelektual, pastinya premis-premis begini tidak lahir telanjang. Melainkan karena beliau juga membaca data dan kalender. Ia melihat langsung sebanyak apa korban yang sudah terbantu setelah nyaris sebulan, dan berapa persen perkembangan selama ini. Masih jauh dari ekspektasi. Lamban. Namun mereka yang berada di kekuasaan sibuk membawa cerita bahwa prajurit mereka menderita, pasukan mereka kurang makanan, polisinya tidur di jalanan. Menjual cerita tentang aparat berpangkat rendah untuk menutup rendahnya kemampuan mereka sendiri di tampuk kekuasaan dalam menjawab masalah yang berkelindan langsung dengan nyawa jutaan penyintas banjir bandang.

Inilah yang juga disentil oleh Prof. Humam. Setidaknya terbaca dalam kata-kata khas intelek beliau yang halus, “When disaster responses becomes more about controlling the narrative than enabling access, when coordination devolves into restriction, the gap between learning from history and repeating it narrow dangerously…”

Di situ beliau membidik betapa penguasa lebih sibuk mengontrol narasi alih-alih menggunakan isi kepala mereka untuk membuka akses. Mereka menjadikan koordinasi hanya sekadar untuk membatasi banyak hal–yang mereka takuti. Jadinya, ada jarak antara kemampuan belajar dari sejarah dengan mengulangi keburukan yang sudah menyejarah justru semakin dekat.

Baca Juga:  Solidaritas AMALI Kirim 9 Ton Beras untuk Korban Banjir Aceh

Ada kegusaran mendalam dari intelektual disegani di Aceh ini. Beliau meluapkan itu tak lagi hanya melalui talk show di TV, tetapi juga melalui media yang menjangkau lebih banyak mata dan pikiran tokoh dunia. Kegusaran ini tentu saja adalah ejawantah dari keresahan jutaan perasaan rakyat di Aceh, selain juga dua provinsi tetangga.

Beliau menangkap resah itu, menjadi keresahannya, agar keberadaan pemerintah jangan sampai justru kian meresahkan. []

Tags: Ahmad Humam HamidBencana AcehBencana Aceh dan SumatraBencana Sumatera 2025Zulfikar Akbar
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa
Analisis

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

by SAGOE TV
March 8, 2026
Sulaiman Tripa
Analisis

Apa Pentingnya Cara Pandang Bencana?

by Anna Rizatil
February 2, 2026
Nada Terakhir Negara di Ruang Ilmu: Membaca 35 Persen Suara Menteri di Universitas Syiah Kuala
Analisis

Nada Terakhir Negara di Ruang Ilmu: Membaca 35 Persen Suara Menteri di Universitas Syiah Kuala

by Anna Rizatil
January 2, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas
Analisis

Sabar Bukan Diam: Refleksi Etika dan Kebijakan dalam Penanggulangan Bencana Aceh

by Anna Rizatil
January 2, 2026
Ketika Kepemimpinan Diuji oleh Krisis dan Keterbukaan
Analisis

Ketika Kepemimpinan Diuji oleh Krisis dan Keterbukaan

by Anna Rizatil
December 30, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

April 13, 2026
UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

April 20, 2026
MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

April 19, 2026
Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

April 20, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

April 17, 2026
Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 2: Ketika Ruang Diuji, Bukan Hanya Diisi

April 11, 2026

EDITOR'S PICK

6 Universitas Sepakat Kembangkan Riset Konservasi Gajah Sumatra di Lansekap Peusangan

6 Universitas Sepakat Kembangkan Riset Konservasi Gajah Sumatra di Lansekap Peusangan

April 17, 2026
Jika Setan Bertanya: Ustaz Muhammad Ivan Hidayat Kupas Tantangan Akidah di Era Modern

Jika Setan Bertanya, Ustaz Muhammad Ivan Hidayat Kupas Tantangan Akidah di Era Modern

March 6, 2025
Membaca Ulang Seni di Jantung Darussalam Banda Aceh: Dari Pendidikan Keterampilan Menuju Ekosistem Pengetahuan

Membaca Ulang Seni di Jantung Darussalam Banda Aceh: Dari Pendidikan Keterampilan Menuju Ekosistem Pengetahuan

February 18, 2026
Gol Spektakuler Antar Rizky Ridho ke Nominasi FIFA Puskas Award 2025, Yuk Dukung Lewat Voting di Link Berikut

Gol Spektakuler Antar Rizky Ridho ke Nominasi FIFA Puskas Award 2025, Yuk Dukung Lewat Voting di Link Berikut

November 16, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.