PIDIE JAYA | SAGOE TV – Di tengah lambannya pemulihan pascabanjir di Kabupaten Pidie Jaya, Relawan Human Sight Pidie Jaya terus bergerak membantu warga terdampak dengan fokus pada pemulihan akses air bersih dan pemenuhan kebutuhan kelompok rentan.
Koordinator Human Sight Pidie Jaya, Muhammad Habibi, mengatakan bahwa sejak memasuki hari ke-30 pascabencana, krisis air bersih menjadi persoalan paling mendesak setelah bantuan relawan mulai berkurang.
“Begitu relawan lain selesai bertugas, suplai air bersih juga ikut berhenti. Padahal warga masih sangat membutuhkan air untuk mandi, memasak, dan beribadah, terutama menjelang Ramadhan,” ujar Habibi, Kamis (22/1/2026).
Saat ini, Human Sight menjalankan program pembersihan sumur warga agar dapat kembali difungsikan sebagai sumber air bersih. Program tersebut menjadi prioritas karena sebagian besar sumur tertimbun lumpur dan tidak dapat digunakan pascabanjir.
Selain air bersih, Human Sight juga melakukan pendataan dan pendampingan kelompok rentan, meliputi anak-anak, anak berkebutuhan khusus, ibu hamil, ibu menyusui, serta lansia. Habibi menyebut banyak lansia masih tidur langsung di atas tanah berlumpur karena tidak memiliki tempat tidur layak.
“Yang tersedia saat ini hanya tikar atau matras tipis di atas lumpur kering. Lansia mulai mengeluhkan sakit badan. Mereka sebenarnya membutuhkan tempat tidur sederhana yang tidak langsung bersentuhan dengan tanah,” katanya.
Human Sight juga menerima banyak permintaan alat bantu mobilitas seperti kursi roda dan tongkat, khususnya dari penyandang disabilitas yang kehilangan perlengkapan mereka akibat banjir. Namun keterbatasan logistik membuat relawan hanya mampu memenuhi sebagian kecil dari kebutuhan tersebut.
“Kami hanya bisa menyediakan beberapa unit. Selebihnya ini seharusnya masuk dalam penanganan resmi karena datanya mudah dipetakan,” ujar Habibi.
Habibi menegaskan, peran relawan saat ini bukan untuk menggantikan tugas pemerintah, melainkan mengisi celah kebutuhan mendesak yang belum tertangani.
“Kami bergerak karena warga butuh pertolongan sekarang. Namun pemulihan jangka panjang tetap membutuhkan langkah terencana dan penanganan lanjutan dari pemerintah,” tegasnya.
Human Sight berharap adanya kejelasan tahapan pemulihan pascabencana agar kerja relawan dan kebutuhan warga dapat selaras dengan program resmi pemerintah.
“Kami ingin pemulihan ini berjalan terarah dan tidak berhenti pada fase darurat. Warga butuh kepastian untuk bisa benar-benar kembali ke rumah mereka,” pungkas Habibi. []




















