Oleh: Hasyimkan. S.Sn.,MA
Keturunan Puyang Laya Malaya Sriwijaya
“Kami di Sumatera Bagian Selatan menyampaikan rasa turut prihatin dan duka mendalam atas musibah banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, khususnya di Aceh Tamiang dan seluruh wilayah Aceh. Semoga masyarakat yang terdampak banjir diberikan kekuatan, keselamatan, dan ketabahan, serta proses pemulihan dapat berjalan dengan lancar. Semoga Allah SWT memberikan perlindungan, kekuatan, dan kesabaran bagi seluruh masyarakat yang terdampak.”
Menurut penelitian yang pernah dilakukan oleh Hasyimkan, wilayah Aceh Tamiang memiliki keterkaitan dengan sejarah migrasi penduduk. Berdasarkan cerita lisan yang disampaikan oleh Pak Djunet dari Aceh Tamiang, leluhur masyarakat Tamiang diketahui berhijrah dari wilayah Riau–Lingga menuju Aceh Tamiang. Migrasi ini disebut terjadi karena adanya tekanan dan serangan luar kepada Nagara Malaya Kerajaan Sriwijaya di Sumatera Selatan, yang membuat sebagian kelompok masyarakat Malaya Sriwijaya terdesak ke Riau–Lingga yang kemudian berpindah ke wilayah Aceh Tamiang untuk mencari tempat yang lebih aman. Perpindahan inilah yang kemudian menjadi salah satu akar sejarah pembentukan komunitas MalayaTamiang serta beberapa wilayah Aceh saat ini. Menurut Hasyimkan secara mendasar banyak sekali kesamaan peradaban Malaya di Aceh yang menandakan bahwa bisa jadi Aceh adalah puncak dari peradaban Malaya.
Masyarakat Malaya, termasuk Aceh, dikenal sebagai bangsa yang cerdas, ramah, rendah hati, dan penuh penghormatan terhadap sesama (Jaap Kunt). Sejak dahulu, mereka hidup sebagai masyarakat yang cinta damai, dianugerahi kekayaan alam yang melimpah dari gunung hingga lautan, serta memiliki peradaban yang tinggi.
Sebagai penduduk asli di Tanah Aceh, tentu harapan terbesar sejak ribuan tahun silam adalah hidup dalam ketentraman dan kemuliaan. Namun berbagai musibah yang terjadi belakangan ini telah membawa kesedihan mendalam bagi saudara-saudara kita di Aceh.
Kami, bangsa Malaya di Sumatera Bagian Selatan, merasakan duka yang sama. Kedekatan sejarah, budaya, dan satu pulau yang kita huni bersama membuat kami merasa Aceh adalah bagian dari diri kami. Terlebih, kesamaan nilai ketauhidan kepada Allah SWT semakin mengikat persaudaraan itu.
Kami juga menghargai bangsa Aceh yang terus menjunjung tinggi hak-haknya sebagai sesama makhluk Allah SWT, yang sejak lahir telah dianugerahi kebebasan, martabat, dan kemerdekaan dari segala bentuk tekanan. Kami, masyarakat Malaya di Sumatera Bagian Selatan, memberikan dukungan moral dan persaudaraan kepada Aceh lanjutkan perjuangan, serta kepada seluruh bangsa di Sumatera.
Harapan kami, kejayaan Aceh dan seluruh wilayah Sumatera dapat tumbuh bersama, saling menguatkan, saling menghormati, dan berjalan dalam keberkahan Allah SWT. Semoga Allah memberikan kekuatan, keselamatan, dan kedamaian bagi seluruh masyarakat Aceh dan seluruh umat manusia dimuka bumi, Amin. Wassalam. []



















