• Tentang Kami
Saturday, September 5, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Grak ngon Gidham

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
March 20, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Grak ngon Gidham

Ilustrasi.

Share on FacebookShare on Twitter

 

Keadaan keluarga saya biasa saja. Alhamdulillah saya memiliki almarhum abu saya seorang pekerja keras. Karena kami keluarga biasa, maka anak-anaknya harus membantu berbagai kegiatan orang tua dalam memenuhi nafkah bagi keluarganya.

BACA JUGA

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Saya praktis bisa membantu ketika usia sudah belia. Mungkin kelas enam madrasah atau kelas 1 sekolah menengah pertama. Kurang lebih sebelum beliau meninggal, ada 10 tahun.

Saya mendapat bekal selama lebih kurang 10 tahun itu. Salah satu kerja bersama yang sangat dibutuhkan banyak tenaga adalah ketika mempersiapkan pagar kebun. Bahan dasar pagar adalah bambu, yang alhamdulillah waktu itu kami juga memiliki beberapa rumpunnya. Waktu itu saya mulai belajar cara bekerja secara efektif. Saat itu saya bisa belajar bagaimana orang tua menggunakan tenaga yang terbatas untuk sesuatu yang luar biasa.

Belahan bambu digunakan untuk pagar, ia sangat kuat, bahkan di lokasi yang banyak sekali babi hutan sekalipun, biasanya dengan bambu yang padat, akan membuat posisi pagar kokoh. Bambu yang digunakan sesugguhnya sudah terbagi kepada dua bagian. Bagian paling bawah, biasanya dua atau  dua setengah meter, digunakan untuk tiang. Selebihnya digunakan untuk pagar.

Dalam masyarakat tertentu, ujung bambu juga bisa digunakan untuk tali pengikat. Jadi bagian itu harus diperkirakan ketika dipotong. Lalu sisi yang dipotong juga tidak boleh sisi bagian luar –karena akan tertendang dan mengenai pemotong. Jadi harus diambil dari bagian dalam. Pohon bambu itulah yang akan dibelah dan digunakan untuk pagar.

Saya yakin tidak semua orang tahu cara belah bambu yang kelihatan sangat sederhana. Cara belah bambu yang cepat dan sederhana adalah dengan membelah lebih dulu di salah satu ujungnya. Kemudian kaki digunakan untuk menginjak di sisi yang satu, sedangkan tangan digunakan untuk mengangkat di sisi yang lain. Pola seperti ini lebih cepat, syaratnya alur yang dibelah sesuai dengan jenis bambu, karena apabila di alur yang salah, bambu akan sulit terbelah. Begitulah, apabila dilihat dari jauh mungkin kesannya mudah, namun bisa saja terasa berat oleh yang melakukan. Sederhana karena ia tinggal menekan dan mengangkat. Sedangkan yang melakukan membutuhkan teknik dan tenaga ekstra.

Pagar dari pohon bambu akan rusak secara periodik. Biasanya bisa diperkirakan, sekitar tiga atau empat tahun, untuk kebun jenis tanaman tertentu dan di lokasi tertentu terutama yang banyak babi hutan dan gangguan lain, bambu yang dipakai untuk pagar sudah harus diganti. Biasanya bambu bekas itu masih bisa dipergunakan dan dibawa ke kebun yang berada dekat kampung. Lokasinya lebih aman dan tidak banyak gangguuan, karenanya tidak membutuhkan pagar dengan kekuatan ekstra.

Jadi sering ikut dalam memperbaiki pagar kebun, membuat pengalaman saya membelah bambu bertambah. Pengalaman ini, adalah semakin mudah menggunakan kaki untuk menekan yang di bawah, dan mengangkat dengan tangan yang terus berada di atas. Posisinya selalu seperti ini.

Suatu kali saya merenung-renung, sambil membayangkan bagaimana jika bambu itu mengeluh, karena manusia memperlakukannya tidak adil. Sebagian darinya diinjak keras, lalu sebagian lagi diangkat tinggi. Bukankah bagian yang diinjak akan merasa terjepit, sedangkan yang diangkat mendapat angin segar?

Ada bagian yang diangkat (ji grak; beu et). Lalu ada bagian yang dihentak (gidham; gilho). Saya konsultasi dengan sejumlah orang yang memahami bahasa Aceh, kata gidham, itu diucapkan dengan gi-dh’am. Sedang beu et, dibaca dengan beu-oet (angkat). Jika alihbahasa ke Indonesia, gidham sepadan dengan kata injak, namun injak dari kata gidham itu, bukan injak biasa, ia harus dilakukan dengan menyentak.

Sekilas, gidham akan dipahami seperti kondisi melihat orang yang sedang emosi dan menginjak sesuatu. Bisa dibandingkan, seseorang yang sedang tidak enak badan, atau karena terganggu psikologis tertentu, tiba-tiba digigit seekor serangka. Apa yang akan dilakukan terhadap serangga itu? Bukan orang bisa menginjak, tetapi seolah belum cukup, malah serangga yang lemah diputar lagi sehingga ia benar-benar hancur. Nauzdubillah.

Dengan demikian, gidham memang harus menyentak. Mereka yang melakukannya, akan menganggap kerja ini sebagai seni (seulah). Jangan lupakan seni bekerja model ini, yang membuat banyak orang sangat terbantu dalam mendayagunakan kekuatannya secara efektif.

Saran saya jangan pakai pengalaman dan seni ini untuk memperlakukan manusia. Seseorang harus selalu paham bahwa ketika diinjak, manusia akan terjepit dan merasa kemanusiaannya tidak berharga. Namun ketika diangkat pun, harus dilakukan secara manusiawi. Percayalah, apabila suatu waktu Anda pernah melakukan hal ini, maka haruslah sensitif dan sering mendengar mereka yang di bawah, yang ditekan dengan kaki, mengeluh dan meratapi nasibnya ketika dilupakan dan tidak ada yang peduli.

 

Tags: AcehAnakKebudayaanOrang TuaSeni
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

August 28, 2026
Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

September 2, 2026
Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

September 3, 2026
UTU Gandeng USK Percepat Pembukaan Fakultas Kedokteran

UTU Gandeng USK Percepat Pembukaan Fakultas Kedokteran

September 4, 2026
Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

August 31, 2026
9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

August 31, 2026
Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

August 31, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

SPS Revival Diversifikasi Program lewat SPS Talk #1: Membaca Seni di Ruang Publik

August 31, 2026
Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

August 12, 2026

EDITOR'S PICK

Prabowo Umumkan Kebijakan Baru untuk Buruh di May Day 2026 Ini Daftar Lengkapnya

Prabowo Umumkan Kebijakan Baru untuk Buruh di May Day 2026: Ini Daftar Lengkapnya

May 2, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem

Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem

March 15, 2025
UIN Ar-Raniry Masuk Enam Besar PTKIN dengan Peminat Terbanyak

UIN Ar-Raniry Masuk Enam Besar PTKIN dengan Peminat Terbanyak

March 10, 2026
Filsuf dalam Timbangan Isaiah Berlin

Filsuf dalam Timbangan Isaiah Berlin

March 14, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.