• Tentang Kami
Sunday, August 23, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Menakar “Rugi” Teheran: Mengapa Menepikan Indonesia adalah Blunder Geopolitik

SAGOE TV by SAGOE TV
March 31, 2026
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Risman Rachman.

Risman Rachman. Foto: dokumen pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Risman Rachman
CEO aceHBaru Consulting

Di tengah desing rudal dan blokade jalur energi di Selat Hormuz, Teheran baru saja merilis daftar “enam sahabat” yang mendapat karpet merah melintasi urat nadi dunia tersebut.

Nama Indonesia, negara Muslim terbesar dengan sejarah perlawanan yang panjang, absen dari daftar itu.

BACA JUGA

Menyoroti Site Plan PSN yang Mengabaikan Aspel Sosial Masyarakat di Kawasan Kopelma Darussalam Banda Aceh

Remaja Aceh di Persimpangan: NKRI, “Merdeka”, dan Ruang Kosong Tokoh Idola

Jika alasannya adalah kekakuan protokoler—mungkin karena jeda waktu ucapan belasungkawa atau formalitas suksesi—maka Teheran sedang melakukan perjudian sosiokultural yang berisiko tinggi.

Warisan Soekarno dan Jangkar Ideologis
Teheran seolah lupa bahwa Ayatullah Ali Khamenei sendiri adalah pengagum berat Bung Karno. Semangat “Nasakom” dan “Ganyang Imperialisme” milik Soekarno adalah napas yang sama dengan retorika kemandirian Republik Islam Iran pasca-1979.

Menghapus Indonesia dari daftar sahabat sama saja dengan memutus jembatan historis “Semangat Bandung 1955” yang selalu mereka agungkan sebagai simbol perlawanan Dunia Ketiga.

Bagi Iran, Indonesia bukan sekadar titik koordinat di peta Asia Tenggara. Indonesia adalah benteng ideologis.

Keberadaan ormas raksasa seperti NU dan Muhammadiyah adalah alasan mengapa narasi sektarian Wahabi yang anti-Iran tidak pernah bisa mendominasi panggung utama di Nusantara.

Tanpa dukungan moral dari ormas-ormas moderat ini, Iran akan kehilangan legitimasi di mata umat Islam dunia dan hanya akan terlihat sebagai pemain tunggal yang terisolasi secara mazhab.

Senjata Digital: 250 Juta Pasukan Tanpa Seragam
Namun, ada satu variabel yang lebih mematikan dari sekadar diplomasi meja makan: Kekuatan Netizen Indonesia.

Teheran mungkin merasa cukup aman dengan dukungan militer Rusia atau ekonomi Tiongkok. Namun, di era hybrid warfare, perang tidak hanya dimenangkan oleh hulu ledak, melainkan oleh persepsi.

Jika 250 juta rakyat Indonesia merasa “dikesampingkan” atau kapal-kapal mereka dipersulit di Hormuz, Iran sedang menciptakan musuh digital yang paling militan di planet ini.

Pasukan digital Indonesia telah membuktikan taringnya dalam membela Palestina. Mereka mampu mengguncang narasi global hanya dengan jempol dan layar ponsel.

Jika energi besar ini berbalik arah karena merasa dikhianati oleh Teheran, maka Iran akan kehilangan “perisai opini” di dunia internasional. Dukungan organik dari rakyat Indonesia adalah aset soft power yang tidak bisa dibeli dengan minyak atau barter teknologi militer.

Kesimpulan: Diplomasi yang Melampaui Protokol
Iran tidak boleh terjebak pada ego diplomatik yang kaku. Hubungan antara Teheran dan Jakarta seharusnya melampaui urusan “siapa yang lebih dulu mengucap selamat.”

Menepikan Indonesia adalah kerugian strategis. Teheran membutuhkan Indonesia bukan hanya untuk urusan PTA (Preferential Trade Agreement), tetapi untuk menjaga agar napas perlawanan terhadap ketidakadilan global tetap memiliki suara di Asia.

Jangan sampai karena urusan protokoler yang dingin, Teheran justru memadamkan api persaudaraan yang telah dinyalakan sejak zaman Soekarno.

Sebab, sekali netizen Indonesia “bergerak”, gemuruhnya akan jauh lebih bising daripada ledakan di Teluk Persia. []

Tags: GeopolitikIndonesiaIranperang Iran-IsraelRisman RachmansagoetvSoekarnoTaheran
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Dek Din Syamsuddin
Opini

Menyoroti Site Plan PSN yang Mengabaikan Aspel Sosial Masyarakat di Kawasan Kopelma Darussalam Banda Aceh

by SAGOE TV
August 23, 2026
Remaja Aceh di Persimpangan NKRI, Merdeka, dan Ruang Kosong Tokoh Idola_Irwandi
Opini

Remaja Aceh di Persimpangan: NKRI, “Merdeka”, dan Ruang Kosong Tokoh Idola

by SAGOE TV
August 21, 2026
Dek Din Syamsuddin
Opini

Menjaga Jiwa Kota: Dilema Tata Ruang Banda Aceh, Gampong Kopelma Darussalam, dan Bayang-Bayang Proyek Strategis Nasional

by SAGOE TV
August 20, 2026
Sesudah Damai, Apa Lagi Pelajaran Ibnu Khaldun untuk Aceh_Muhammad Akmal
Opini

Sesudah Damai, Apa Lagi? Pelajaran Ibnu Khaldun untuk Aceh

by SAGOE TV
August 18, 2026
21 Tahun Damai Refleksi dan Koreksi untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Opini

Glorifikasi Munafik Ini Dibangun dengan Sengaja: Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan

by SAGOE TV
August 17, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Remaja Aceh di Persimpangan NKRI, Merdeka, dan Ruang Kosong Tokoh Idola_Irwandi

Remaja Aceh di Persimpangan: NKRI, “Merdeka”, dan Ruang Kosong Tokoh Idola

August 21, 2026
Rita Khathir

Arti Kemerdekaan

August 18, 2026
Sesudah Damai, Apa Lagi Pelajaran Ibnu Khaldun untuk Aceh_Muhammad Akmal

Sesudah Damai, Apa Lagi? Pelajaran Ibnu Khaldun untuk Aceh

August 18, 2026
21 Tahun Damai Refleksi dan Koreksi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Glorifikasi Munafik Ini Dibangun dengan Sengaja: Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan

August 17, 2026
Ranup Lam Puan Tradisi yang Terus Bertumbuh

Ranup Lam Puan: Tradisi yang Terus Bertumbuh

August 21, 2026
Dek Din Syamsuddin

Menjaga Jiwa Kota: Dilema Tata Ruang Banda Aceh, Gampong Kopelma Darussalam, dan Bayang-Bayang Proyek Strategis Nasional

August 20, 2026
SPS Revival: Ketika Praktik Kreatif Mulai Menemukan Bentuknya

SPS Revival: Ketika Praktik Kreatif Mulai Menemukan Bentuknya

August 18, 2026
Ari J. Palawi Praktisi dan Akademisi Seni, Aneuk Mukim Kayee Adang, Banda Aceh

Setelah Damai, Siapa yang Membentuk Kita?

August 17, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026

EDITOR'S PICK

Mujiburrahman Kembali Daftar Calon Rektor UIN Ar-Raniry, Sebut Tiga Alasan Maju

Mujiburrahman Kembali Daftar Calon Rektor UIN Ar-Raniry, Sebut Tiga Alasan Maju

March 31, 2026
KWPSI Kembali Selenggarakan Kajian Islam, Angkat Tema Syariat Islam Melonggar, Prostitusi Beraksi?

KWPSI Kembali Selenggarakan Kajian Islam, Angkat Tema Syariat Islam Melonggar, Prostitusi Beraksi?

January 29, 2025
Perkuat Literasi Inklusif, UIN Ar-Raniry Latih Penggunaan Mushaf Braille

Perkuat Literasi Inklusif, UIN Ar-Raniry Latih Penggunaan Mushaf Braille

January 27, 2026
Rumah Relawan PMI di Aceh Tamiang Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

Rumah Relawan PMI di Aceh Tamiang Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

April 20, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.