• Tentang Kami
Wednesday, July 15, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Bagaimana Memahami Kemenangan Iran?

Anna Rizatil by Anna Rizatil
April 8, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Bagaimana Memahami Kemenangan Iran

Foto: Ilustrasi AI

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Aishaa Akma
Analis Geopolitik

Waktu hampir habis. Tenggat waktu 48 jam yang diberikan Trump nyaris berakhir. Ancaman untuk menghancurkan Iran menyerang infrastruktur sipil, menjadikan negeri ini “neraka” menggantung di udara. Dunia menahan napas. Namun di detik-detik terakhir, yang terjadi bukanlah kehancuran, melainkan pengakuan. Amerika Serikat, dengan segala kekuatan militernya, terpaksa duduk di meja perundingan dan menerima 10 poin tuntutan Iran. Gencatan senjata dua minggu disepakati hanya satu jam sebelum tenggat waktu Trump berakhir. Bagi Iran, ini bukan sekadar jeda. Ini adalah kemenangan bersejarah yang mengubah peta kekuasaan di Timur Tengah.

BACA JUGA

Tentang Media dan Perhatian Publik

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

10 Tuntutan yang Mengubah Segalanya

Iran tidak meminta belas kasihan. Ia meminta pengakuan. Sepuluh poin tuntutan yang diajukan Teheran dan diterima oleh Washington sebagai “dasar yang bisa dilaksanakan” untuk negosiasi adalah bukti bahwa keseimbangan kekuatan telah bergeser. Tuntutan-tuntutan itu mencakup: penghentian total perang terhadap Iran secara permanen, pembukaan Selat Hormuz dengan protokol keamanan yang dikendalikan Iran, pembayaran penuh kompensasi rekonstruksi perang, pencabutan total sanksi, pembebasan seluruh aset Iran yang dibekukan, dan jaminan tak ada lagi agresi di masa depan.

Dewan Keamanan Tertinggi Nasional Iran dengan tegas menyatakan bahwa mereka telah memaksa Amerika Serikat untuk menerima prinsip-prinsip ini sebagai dasar negosiasi. Ini bukan kemenangan simbolis. Ini adalah kemenangan substantif yang mengakui hak-hak Iran di atas panggung internasional.

Selat Hormuz: Simbol Kedaulatan yang Direbut Kembali

Selama berminggu-minggu, Iran menutup Selat Hormuz jalur energi dunia yang dilalui seperlima minyak global. Dunia gempar. Harga minyak melonjak. Ekonomi global terhuyung. Namun Iran tidak bergeming. Mereka menguasai selat itu, dan mereka tidak akan membukanya sebelum tuntutan mereka dipenuhi. Akhirnya, Trump harus mengakui: gencatan senjata “dua arah” yang ia umumkan di Truth Social secara eksplisit menyebut pembukaan Selat Hormuz sebagai syarat utama. Lebih dari itu, dalam kesepakatan ini, Iran akan mengumpulkan biaya dari kapal-kapal yang melintas untuk mendanai rekonstruksi. Iran tidak hanya membuka selat; ia mengontrolnya, mengelola lalu lintasnya, dan mengambil manfaat ekonominya. Ini bukan kompromi. Ini adalah kapitulasi musuh di hadapan realitas.

Ganti Rugi Perang dan Pencabutan Sanksi: Pengakuan atas Kekejaman Musuh

Salah satu poin paling penting dalam tuntutan Iran adalah pembayaran kompensasi penuh atas kerusakan yang disebabkan oleh serangan AS-Israel. Ini bukan sekadar uang. Ini adalah pengakuan hukum dan moral bahwa agresi yang dilancarkan terhadap Iran adalah ilegal dan destruktif. Selama ini, Amerika dan sekutunya membombardir Iran tanpa henti, menghancurkan infrastruktur, membunuh ribuan warga sipil. Kini, mereka harus membayarnya. Poin lainnya pencabutan total sanksi dan pembebasan aset Iran adalah pukulan telak bagi kebijakan tekanan maksimum yang telah berlangsung selama hampir lima dekade. Embargo yang dirancang untuk melumpuhkan Iran runtuh di hadapan ketahanan yang tak tergoyahkan.

Ini Bukan Akhir Peran
Pesan Tegas Iran

Dalam pernyataan resminya, Dewan Keamanan Tertinggi Nasional Iran menegaskan bahwa gencatan senjata ini “tidak berarti akhir dari perang”. Iran akan melanjutkan operasi militer jika tuntutannya tidak sepenuhnya dipenuhi. Ini bukanlah sikap bangsa yang lelah atau terdesak. Ini adalah sikap bangsa yang percaya bahwa ia sedang memenangkan perang, dan bahwa gencatan senjata adalah alat untuk mengkonsolidasikan kemenangan, bukan untuk menyerah. Iran menyatakan bahwa tujuannya termasuk membangun pengaturan keamanan kawasan yang baru berdasarkan kekuatan dan supremasi Iran sendiri. Ini bukan bahasa bangsa yang kalah. Ini adalah bahasa bangsa yang telah bangkit sebagai kekuatan dominan di kawasan.

Kemenangan yang Tak Terbantahkan

Trump, di sisi lain, mencoba mengklaim kemenangan. Ia menyebut gencatan senjata ini sebagai “kemenangan total dan mutlak” bagi AS, dengan alasan bahwa tujuan militernya telah tercapai dan dilampaui. Gedung Putih menyatakan bahwa “Operasi Epic Fury” dirancang untuk berlangsung empat hingga enam minggu, dan dalam 38 hari, mereka telah mencapai target mereka. Namun klaim ini runtuh di hadapan fakta bahwa AS-lah yang meminta gencatan senjata, bukan Iran. Iran tidak pernah mengajukan proposal perdamaian. Iran-lah yang menerima tawaran negosiasi, dan hanya setelah tuntutannya dipenuhi. Dunia melihat dengan jelas: Trump mundur dari ancamannya karena ia tidak punya pilihan lain. Militer AS mungkin masih kuat, tetapi secara strategis, mereka telah kalah. Mereka tidak bisa mengalahkan Iran di medan perang, dan mereka tidak bisa melanjutkan perang tanpa menghancurkan ekonomi global dan reputasi mereka sendiri.

Kemenangan ini adalah milik Iran. Kemenangan ini adalah milik perlawanan. Kemenangan ini adalah milik semua orang yang percaya bahwa keadilan, pada akhirnya, akan menang melawan tirani.[]

Tags: IranKemenanganMemahamiopini
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Dari Meja yang Sama. Ari Palawi
Opini

Tentang Media dan Perhatian Publik

by SAGOE TV
July 14, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti
Opini

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

by SAGOE TV
July 13, 2026
Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak Analisis Postur Anggaran Terhadap Janji Visi & Program Muzakir Manaf-Fadhlullah
Opini

Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak

by SAGOE TV
July 11, 2026
Yang Belum Dibawa Arus: Catatan Delapan Bulan Pascabanjir Aceh
Opini

Yang Belum Dibawa Arus: Catatan Delapan Bulan Pascabanjir Aceh

by SAGOE TV
July 8, 2026
Dari Medan Menuju Banda Aceh Mendunia: Saatnya Kolaborasi Menjadi Jalan Baru Membangun Kota
Opini

Dari Medan Menuju Banda Aceh Mendunia: Saatnya Kolaborasi Menjadi Jalan Baru Membangun Kota

by SAGOE TV
July 6, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak Analisis Postur Anggaran Terhadap Janji Visi & Program Muzakir Manaf-Fadhlullah

Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak

July 11, 2026
UIN Ar-Raniry Tambah 6 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini Capai 66 Orang

UIN Ar-Raniry Tambah 6 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini Capai 66 Orang

July 14, 2026
Horor Perjalanan Belum Berakhir

Horor Perjalanan Belum Berakhir

July 10, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
BPMA dan Polda Aceh Perkuat Pengamanan Blok A Medco E&P Malaka

BPMA dan Polda Aceh Perkuat Pengamanan Blok A Medco E&P Malaka

July 10, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026

EDITOR'S PICK

Jemaah Haji Aceh Kloter 2 Tiba di Makkah

Jemaah Haji Aceh Kloter 2 Tiba di Makkah

June 2, 2025
Mahasiswa 21 Kampus dari 4 Negara Ikut International Qur'an Recitation Awards USK

Mahasiswa 21 Kampus dari 4 Negara Ikut International Qur’an Recitation Awards USK

March 20, 2025
Kenriz Indonesian Idol Pulang Kampung ke Aceh Tengah, Dijamu di Pendopo Bupati

Kenriz Indonesian Idol Pulang Kampung ke Aceh Tengah, Dijamu di Pendopo Bupati

March 29, 2025
Rani Salsabila, Dokter Lulusan USK Siap Harumkan Aceh di Miss Indonesia 2025

Rani Salsabila, Dokter Lulusan USK Siap Harumkan Aceh di Miss Indonesia 2025

July 3, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.